[S2] SI KEMBAR

[S2] SI KEMBAR
Chapter.12


__ADS_3

Lia pun bingung kini ia harus ke mana,kelas nya masih kosong.karena hari ini Lio mengajak nya berangkat sangat pagi.rasa nya bosan sekali,Lia pun memutuskan untuk pergi ke lapangan basket.


"dari pada suntuk,diem aja kayak cacing kepanasan mending main basket aja." kata Lia memantul mantul kan basket nya.


terus dan terus bermain tanpa lelah.basket memang salah satu hobi nya sama seperti lio.tapi ia lebih senang bermain basket sendiri,entah kenapa Lia merasa jika diri nya sudah menyatu dengan basket dalam kesendirian ia merasakan kedamaian yang untuh.


Lia lirik arloji yang ada di pergelangan tangan nya,sudah pukul 08.34.


"pantesan suara di lapangan rame,orang udah jam segini.pasti tamu undangan juga udah pada Dateng." kata Lia masih sibuk memantul mantul kan basket nya.


"Ekhee..." deheman dari seseorang di belakang nya Lia.


Lia pun sontak menoleh dan terkejut melihat keberadaan orang itu


"Samuel?" kejut lia.


"kayak nya asik banget main basket nya" ujar Samuel mengambil basket yang ada di tangan Lia.


"ngapain kamu di sini,dan kenapa bisa masuk sini" ucap Lia.


"aku ke sini nyari kamu,dan acara ini juga untuk tamu undangan kan,nah sekolah ku kebetulan di undang oleh kepala sekolah kamu." kata Samuel memasukkan basket ke ring nya.


Lia berbalik berniat ingin meninggalkan Samuel,tapi langka nya terhenti ketika Samuel berkata


"aku mau ngomong serius sama kamu." teriak Samuel menghentikan langkah Lia.


"aku sibuk" kata Lia mengambil tas nya yang ada di kursi lapangan.


"aku serius Lia,mungkin kita kenal belum lama.tapi aku sudah mengamati kamu sejak pertama kita ketemu di perlombaan basket tahun lalu." kata Samuel.


"maksud kamu apa" Lia meletakkan kembali tas nya lalu mendekat ke arah Samuel menampakkan wajah dingin nya.

__ADS_1


"aku suka sama kamu" Samuel berkata dengan tatapan serius.


Lia sontak terkejut dengan perkataan Samuel,dia tidak menyangka Samuel akan berkata seperti itu.dia jadi kaku berdiri di hadapan pria itu.sebenar nya ini bukan kali pertama nya ada orang yang berkata seperti ini sama Lia,sebelum nya juga banyak cowok yang bilang gini.tapi kenapa sekarang rasa nya beda,Lia sangat sulit mengumpat perasaan aneh nya.


ia menggigit bibir nya canggung,tangan nya mulai dingin.pikiran nya kosong dan tak bisa berpikir apa apa.


"Lia aku serius,kamu gak perlu jawab sekarang.tapi izinkan aku untuk dekat sama kamu." kata Samuel memegang kedua pundak Lia.


"gak segampang itu dekat sama aku" Lia tersenyum tipis.


"maksudnya?" tanya Samuel.


"kamu harus lawan aku main basket" kata Lia.


"hah..lawan kamu? main basket?" Samuel mengulang perkataan Lia.


"iya kenapa?kamu ngeremehin aku?" tanya Lia.


"bilang aja kamu takut" Lia mulai memainkan basket nya dengan tangan nya,gerak gerik nya menantang Samuel untuk beradu


"oke siapa takut" Samuel mulai berlarian kecil ingin merebut bola basket yang ada di tangan nya Lia.


permainan terus berjalan,bola basket masih dalam kuasa lia.samuel masih belum berhasil merebut bola tersebut dari tangan Lia.lagi dan lagi Lia berhasil mencetak gol sebanyak 3 kali.sedangkan Samuel masih kosong.


kini bola berhasil Samuel rebut,satu gol..masuk,dua gol masuk dan tiga ..emm sayang sekali bidikan bolanya meleset.kini bola kembali dalam kauasa Lia.lia kembali mencetak gol nya dan saat melompat ingin memasukkan gol lagi tiba tiba kaki nya merasa nyeri.


"Aww.." Lia terjatuh.


"Lia..." teriakan kecil Samuel.


"Lia kamu kenapa?" tanya Samuel.

__ADS_1


"Kaki ku..aw...stt...aw..." Lia meringis kesakitan.


"apakan aku bilang,kaki kamu masih belum sembuh.keras kepala kamu" kata Samuel lalu mengangkat tubuh Lia .


"ehh..mau kemana?" tanya Lia.


"ke UKS" kata Samuel.


"gak usah,di sana aja.aku males denger suara berisik di sana" tunjuk Lia ke arah kursi yang berada di pinggir lapangan basket.


Samuel pun mengangkat Lia ke sana,dan mendudukkan Lia di kursi.samuel duduk terjongkok di depan lutut Lia.


"ini kenapa gak di perban sih,kan masih basah luka nya.kalau gak nanti bisa infeksi." cerocos Samuel mengeluarkan sehelai plester dari saku baju nya yang selalu ia bawa ke mana mana.


"luka nya udah mau sembuh kok" imut nya Lia keluar,spontan Samuel langsung menatap wajah Lia.'ternyata gadis ini diam diam terlihat manja' batin Samuel.


"ada air putih sama tisu gak?" tanya Samuel.


"niee.." Lia menyodorkan botol air mineral milik nya dan bungkusan tisu yang selalu ia sediakan di tas nya.


samuel pun menerimanya lalu mengucurkan sedikit air itu di atas tisu.lalu mengusap luka Lia agar luka nya bersih.


"aw..aw..kamu ngapain sih" tanya Lia.


"luka nya harus di bersihin." kata Samuel setelah itu menempelkan plester nya ke lutut Lia yang terluka."nah kalau gini kan aman"


Samuel tersenyum manis kepada Lia,Lia pun membalas senyuman itu.


"makasih ya.." kata Lia.


Samuel mengangguk dan duduk di samping lia.lia masih terus memandangi lutut nya yang terlihat ramping saat plester yang melekat di sana.

__ADS_1


__ADS_2