[S2] SI KEMBAR

[S2] SI KEMBAR
Chapter.8


__ADS_3

Happy reading♡♡♡


banyak pasang mata melihat kejadian itu,ada yang sangat kagum melihat pembelaan Bagas terhadap sepupu nya.apa lagi para fans nya Bagas yang kini bertambah klepek klepek sama pria itu.


Lio menghampiri Lia yang sedang di kerumunin banyak orang.lio terduduk jongkok panik melihat Lia seperti ini.sontak hal itu membuat orang orang yang mengelilingi Lia berdiri dengan cepat,melihat kepanikan Lio terhadap Lia.


"Lia kamu..." perkataan Lio terpotong saat Lia tambah meringis kesakitan.


"kak sakit..." kata Lia memegangi lutut nya yang mengeluarkan darah segar.


Lia menahan air mata nya agar tidak jatuh,ia tak mau menampakkan butiran putih berharga nya di lihat oleh orang lain.


Lio pun mengendong Lia mengarah mobil nya,awal nya Lio ingin membawa Lia ke rumah sakit tapi gadis itu menolak nya.


"kita ke rumah sakit,nanti kalau gak..luka kamu bisa infeksi,kakak gak bawa kotak P3K." ucap Lio berdiri di depan pintu mobil yang terbuka.


Lia hanya diam meratapi rasa sakit nya,ia tetap gigih tidak mau di bawa ke rumah sakit.tiba tiba ada orang menghampiri mobil Lio.


"nie..pakek P3K punya ku." kata laki laki itu menyodorkan kotak obat ke arah Lio.


"ehh kamu Samuel" sontak Lio melihat ke arah Samuel.


"niee..pakek dari pada nanti infeksi kan." kata Samuel.


"oke aku pinjem dulu ya."ucap Lio menerima kotak P3K tersebut.


Lia hanya menatap Samuel sekilas,sedangkan Samuel terus menatap gadis itu.lio sedang sibuk membersihkan dan memberi obat luka di lutut kaki nya lia.setelah selesai di bersihkan,Lio pun memasang perban di bagian lutut nya.


dari kejauhan banyak orang yang menatap Lia dan Lio yang sibuk dengan kegiatan di mobil nya itu.


setelah selesai mengobati luka di kaki nya Lia,Lio pun memberikan kembali kotak P3K nya kepada Samuel.


"makasih ya.." ucap Lio.


"iya sama sama" kata Samuel.

__ADS_1


"kak Lio..aku aus niee" rengek Lia dengan suara nya yang mulai serak.


"okeh bentar aku beliin minum dulu." Lio pun berlarian meninggalkan Lia dan Samuel.


Samuel pun ingin beranjak pergi karena Lia terlihat tak bersuara sama sekali,tapi langkah nya terhenti ketika Lia mengatakan sesuatu.


"Samuel makasih ya.." ujar Lia seketika lengkungan manis di sudut bibir Samuel muncul.Samuel kembali berbalik menatap Lia.


"iya sama sama,gimana luka nya masih sakit?" tanya Samuel basa basi.


"sakit lah.." ketus Lia sembari masih sibuk meniup niup lutut nya


"Lia....ya ampun Lia..gimana kaki kamu,tangan kamu ada yang lecet gak?" tanya Bela heboh menyenggol lengan Samuel kasar,dan kepala nya nyelusup masuk ke dalam mobil dan mengecek keadaan Lia.


"bel..bel...aku gak papa,lebay banget sihh" cetir Lia merasa risih di dekat dekati oleh bela yang seperti sedang mengecek pencuri.


bela pun mundur dari hadapan Lia sedikit,dan kaki nya gak sengaja menginjak kaki nya Samuel.samuel pun meringis saat kaki nya terinjak.


"ehh...maaf maaf.. Samuel?" terkejut bela.


"dari tadi.." jawab Samuel sambil menahan sakit di kaki nya.


"what's dari tadi? perasaan aku gak liat kamu deh tadi.." genit Bela.


"ehh kalian lagi ngapain nyempet nyempet gitu di mobil ku." cetus Lio yang baru saja datang dengan membawa dua botol air putih.


tatapan dingin nya Lio seketika membuat bela yang tadi nya cerewet menjadi ciut nyali nya untuk berbicara.


"Nih minum,jadi mau nonton futsal atau mau di antar pulang?" tanya Lio kepada Lia.


"Lia mau nonton aja deh kak,kan niat Lia kesini juga mau nonton pertandingan futsal." kata Lia lalu meneguk air minum itu.


"lahh..lah...dua cunguk mana tadi,tiba tiba ngilang." bingung Lio saat menoleh ke belakang kedua sahabat Lia sudah tidak ada di sana.


"itu mereka tadi kabur..." ucap Samuel.

__ADS_1


"ouhh..terus kamu ngapain masih di sini?" tanya Lio bingung dengan keberadaan Samuel.


"cuma mau mastiin keadaan Lia aja" kata Samuel membuat Lio mencerigai Samuel.


"yaudah nie aku titip Lia dulu,aku mau ngasih peralatan futsal ke geo.awas jangan kamu apa apain Lia." kata Lio pergi begitu saja tanpa memperdulikan wajah Lia yang terlihat jutek.


Lia merasa tak nyaman berduaan gini dengan samuel.dia tak tau bagaimana bisa kini diri nya terjebak dalam kecanggungan ini.


"em..adelia" canggung Samuel,entah kenapa dia menjadi canggung padahal biasa nya dia tidak seperti ini.


"hemm.." Lia hanya membalas dengan deheman


"mau ke sana gak? katanya mau nonton futsal" ucap Samuel mulai mengatur diri nya agar tidak canggung.


"tapi kakiku" kata Lia melirik ke arah kaki nya.


"sini biar aku bantu" Samuel mulai bersikap netral.


Lia bingung,tapi dia juga tak mau di sini terus berduaan dengan samuel.yang ada di bakal mati kutu karena berlama lama an berdua seperti ini.


"ayok" Lia mulai turun dari mobil dengan memegangi bahu dan tangan kiri Samuel.


'aduhh ini kali pertama nya aku sedekat ini sama Lia,ini mimpi apa bukan sih,Lia kok tambah cantik ya kalau di liat dari deket.' Batin Samuel sembari menatap mata Lia lembut.


"Samuel jadi bantuin gak sih,kok malah bengong." galak Lia dari tadi Samuel gak gerak sama sekali.


"ouh iya ya..ayok" Samuel mulai membantu Lia berjalan,tapi kaki Lia tiba tiba terasa sakit dan hampir saja terjatuh.untung Samuel menyangga tubuh Lia hingga tatapan mereka kini saling bertemu sekejap.


"ihh bisa gak sih jangan nempel nempel kayak gini." bentak Lia lalu mendorong tubuh Samuel.


"sorry tadi kamu kan mau jatuh." kata Samuel.


"dah ah...aku bisa jalan sendiri." kata Lia dengan raut wajah yang mulai merah karena merasa kesal.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2