![[S2] SI KEMBAR](https://asset.asean.biz.id/-s2--si-kembar.webp)
Lia masuk ke dalam,langsung menemui samuel.sekilas Lia melihat ke arah pintu kamar,seperti takut ada orang lain yang masuk selain diri nya.
Lia terus menatap Samuel,kenapa pria itu belum juga sadar.padahal Lia sudah sangat menanti tatapan lembut dari nya.seperti nya Lia memang merindukan Samuel.Lia sibuk memainkan kuku nya sembari sesekali menatap ke arah samuel.
"El...sadar dong,kamu kenapasih gak sadar sadar" bisik Lia di telinga Samuel sepeti anak kecil yang sedang berbisik kepada orang tua nya.
Lia belum tau kalau Samuel sebenar nya sudah sadar dari tadi,tapi pria itu kembali memejamkan mata nya ketika mengetahui pintu kamar rawat nya terbuka.entah kenapa otak jail nya tiba tiba melintas mulus untuk menjahili Lia.
"El....tau gak di luar ada Lisa,aku gak mau kamu nemuin dia." Lia bertambah seperti anak kecil yang merengek kepada ayah nya.
"El....ayok bangun....kita pergi dari sini jauh jauh dari lisa" bisik lagi Lia di telinga Samuel.
"memang mau pergi kemana?" suara halus dari Samuel terdengar tapi Lia masih tak menyadari nya malah menjawab pertanyaan dari Samuel.
"ya kemana aja yang penting jauh jauh dari lisa." Lia masih berbisik di telinga nya Samuel
lalu setelah selesai mengatakan hal itu,Lia menyadari.tadi siapa yang menjawab perkataan nya?.Lia langsung memundurkan tubuh nya dan menatap ke arah Samuel.pria itu masih tertidur,lalu siapa tadi yang menjawab perkataan nya?
tapi hal itu tak berlangsung lama.lia melihat sisi mata Samuel bergerak,Lia langsung mencubit tangan Samuel begitu keras sampai pria itu kesakitan.
__ADS_1
"awwwww" meringis Samuel sembari memegangi tangan nya sontak terduduk.
"jadi dari tadi kamu udah sadar?ngapain pura pura tidur tadi ha?!!!ngapain?!!" marah lia
"sakit tau Li,kenapa di cubit sihh" Samuel Masih mengelus elus tangan nya merasa panas.
Lia tak menjawab perkataan Samuel dia malah menjatuhkan tubuh nya di kursi kasar.sembari menekuk wajah nya sebal.menatap ke arah lain,membuang wajah dari Samuel.
"arhhh......" Samuel meringis kesakitan saat mencoba mendudukkan tubuh nya.
Lia tak menghiraukan ringisan samuel.dia masih tetap membuang muka dari samuel.tapi Lia sontak melihat sekilas ke arah Samuel saat pria itu tak berhenti meringis kesakitan.
"El kamu kenapa?darah?...." Lia menyentuh baju Samuel yang basah akan darah.
"akhhh..." lagi lagi Samuel meringis kesakitan.
lia langsung berteriak memanggil dokter,keluar dari ruangan samuel.di sambut oleh Lio yang langsung berdiri.beberapa orang ingin masuk,tapi Lia menatap tajam ke arah mereka semua.mereka semua langsung mengurungkan niat nya dan mundur dari langkah nya tadi.
Lia kembali memasuki kamar rawat samuel.dengan wajah cemas,air mata yang membendung di kelopak mata nya.melihat wajah Samuel yang terlihat kesakitan.
__ADS_1
saat menyadari tatapan Lia yang menyedihkan,Samuel langsung berusaha menahan sakit nya.dia meraih tangan Lia agar gadis itu tidak menangis.
"heyyy...kenapa?aku cuma preng kamu" ucap Samuel berbohong sembari para dokter membenahi penutup luka Samuel yang sudah berlumuran darah.
"bohong..." kata Lia pelan.
Lia duduk kembali di kursi samping tempat tidur samuel.melihat luka Samuel yang kembali di buka karena perban nya akan di ganti.air mata Lia pecah seketika,entah apa sebab nya.lia menyeka air mata nya sembari menatap dokter dan suster suster yang sedang mengobati Samuel.
Samuel meraih rambut Lia lalu mengesampingkan nya ke telinga lia.mengusap air mata itu yang turun semakin deras.
"jangan nagis,aku gak papa.kenapa harus nangis?" perkataan Samuel membuat Lia langsung menatap lekat wajah Samuel.
Samuel meraih wajah Lia sembari sesekali menahan sakit di bagian perut nya.sangat linu sekali,perih seperti pisau nya masih menusuk di bagian perut nya.
"aku cuma bercanda" ucap Samuel berusaha untuk menenangkan Lia."udah jangan nagis ya"
Samuel meraih kepala Lia lalu menyenderkan nya di samping tubuh nya yang terbaring.setelah selesai dokter dan suster suster nya langsung keluar dari ruangan.
tangisan Lia pecah,berlinang deras di dalam dekapan samuel.lia mengerang erang sepeti orang kesakitan,dia benar benar tak bisa menahan tangisan nya lagi.
__ADS_1