[S2] SI KEMBAR

[S2] SI KEMBAR
Chapter.34


__ADS_3

Samuel datang lagi dengan membawa dua botol minuma.satu botol Samuel berikan kepada Lia.


Samuel pun meneguk minuman tersebut, setelah itu sesekali melihat ke arah Lia yang sedang sibuk merapikan rambut nya.dia sangat senang melihat Lia berada terus di samping nya.dia juga bersyukur bisa memiliki hati Lia sepenuhnya.


"sini biar aku bantu" Samuel meraih kuncir yang Lia jepit memakai kedua bibir atas dan bawah nya.


Samuel pun meraba raba rambut Lia,dan mengumpulkan nya jadi satu.rambut yang begitu halus dan wangi.panjang,lebat dan tak bercabang,seperti nya gadis itu sangat menjaga mahkota nya ini.


"sudah selesai" kata Samuel."makasih ya,selama lima bulan ini kamu selalu bikin aku bahagia."


"makasih juga,karena kamu aku bisa merasakan mencintai dan di cintai kembali." Lia tersenyum.


Samuel pun merangkul lia dan membawa tubuh Lia masuk dalam ruang kecil nya.memeluk hangat tubuh mungil kesayangan nya tak ingin kehilangan sang kekasih yang sangat ia cintai.


mereka berdua kini melanjutkan jalan nya menuju balai kota.sambil bergandengan tangan.


di sudut lain bela,Clara,dan Lisa sedang terdiam di kamar sembari menunggu kedatangan lia.setelah makan pagi bersama orang tua nya Lia tadi,mereka terpaksa harus suntuk di kamar nya Lia karena tu anak pergi gak bilang dulu.


"sebel deh..Lia pergi kok gak ngajak ngajak,kalau tau gini tadi aku ajak my crush ke sini deh." geruntu bela.


"yaelah bel,masa iya kamu mau jadi nyamuk nya Lia sama pacar nya itu." cetus Clara.

__ADS_1


"idih ogah banget,mending aku jalan sama my crush aja" kata bela sembari menyisir rambut nya.


"tinggal telfon Fino suruh ke sini apa susah nya sih" kata Clara masih terfokus pada handphone nya.


"bener juga tu"kata bela tersenyum.


bela pun mulai mencari nama Fino di handphone nya setelah ketemu dia langsung menelfon nya.


telfon tersambung,Fino bilang sekarang dia lagi joging Sama Lio,geo,Bagas dan temen yang lain nya.tapi nanti pulang joging dia bakal mampir ke rumah Lia.


"tambah sebel sumpah" bela melempar handpone nya kasar ke meja rias,hal tersebut membuat Clara dan Lisa melolong.


"kenapa sih bel" tanya Clara mendekati bela.


"bel pawang nya kamu sama pawangnya Lia itu beda,kalau Fino kan dia punya banyak temen wajar lah dia begitu,kalau pawang nya Lia kan dari gosip sekolah dia itu susah bergaul jadi wajarlah kalau Lia sering di ajak jalan.jadi kamu jangan cemburuan beginilah sama temen nya Fino selagi Fino gak Deket deket sama cewek lain." nasehat dari Clara lalu memeluk bela agar mengerti.


"haaaaaaaaa......" rengekan bela.


Di tengah tengah balai kota Lia dan Samuel sedang bermain main air mancur yang ada di sana.sembari sesekali memakan cemilan yang mereka beli tadi.


tanpa di sangka ada segerombolan cewek dan cowok yang mendekat ke arah Lia dan samuel.para cewek menarik narik tangan Samuel minta untuk berfoto dan sedangkan para cowok menyodorkan kameranya ke atas untuk berfoto paksa dengan Lia.

__ADS_1


Lia dan Samuel ke bingungan dengan muka mereka yang begitu datar.samuel meraba raba tangan Lia lalu menggenggam nya,dalam hitungan ke tiga mereka berlarian bersama sama.


berlari terus mencoba menghindar dari orang orang itu,Samuel terus memegang tangan Lia erat sembari berlarian bersama.hingga mereka berhenti ketika Lia kelelahan dan hampir ke habisan nafas


"El aku capek.." kata Lia berjongkok dengan nafas yang tersenggal senggal.


Samuel pun ikut berjongkok membelakangi Lia,dan meminta Lia untuk dia naik ke punggung nya.lia pun tersenyum lalu melingkarkan tangan nya ke leher Samuel dari belakang.samuel juga mengangkat Lia dan menggendong nya sambil berjalan.


terus berjalan menelusuri jalanan dengan Samuel yang masih mengendong Lia.


"mereka aneh ya" kata Samuel.


"cewek cewek itu kalau gak salah satu sekolah sama aku" kata Lia sembari masih mengatur nafas nya.


"ouhh iya iya..tapi kenapa mereka kayak gitu ya" kata Samuel pura pura gak tau.


"sok polos kamu" Lia terkekeh.


Samuel pun ikut terkekeh,tiba tiba Lia mencium pipi Samuel dengan lembut.samuel yang sedang fokus mengendong Lia,sontak menghentikan langkah nya tersenyum.


"kok pipi aku yang satu nya panas ya.." goda Samuel

__ADS_1


Lia mengerti maksud Samuel,dia pun menolehkan kepala ke pipi satu nya Samuel lalu mencium nya agak lama penuh perasaan.Samuel bahagia dengan kemenangan yang menggugah.lalu melanjutkan jalan nya lagi.


__ADS_2