![[S2] SI KEMBAR](https://asset.asean.biz.id/-s2--si-kembar.webp)
Lia tak mendengarkan bujukan dari Samuel dia malah membuka pintu taksi nya berniat ingin masuk ke dalam taksi.
"Lia...oke oke,aku bawa kamu ke rumah aku" kata Samuel pasrah menyeka pintu mobil.
"kamu ikut aku ya,jangan marah gini.pak maaf gak jadi." kata Samuel menarik tangan Lia lalu menutup pintu taksi nya.
"udah dong jangan marah,yok aku ajak kamu ke rumah." ujar Samuel menggandeng tangan Lia dan berjalan menuju motor nya.lia hanya terdiam tak bersuara.motor pun kini melaju lagi ke arah rumah Samuel.
setelah beberapa menit di perjalanan,kini motor pun berhenti di depan gerbang hitam,yang langsung menampakkan sebuah rumah menjulang tinggi dengan chat Putih yang bercorak dengan warna coklat muda.
Samuel turun dari motor lalu membuka gerbang nya.rumah yang besar dengan halaman yang kecil.seperti rumah rumah di komplek pada umum nya.
di depan rumah nya hanya terdapat sebuah ayunan,dan kolam ikan.di samping rumah nya ada garasi mobil yang berukuran sedang.
kini Samuel mengajak Lia masuk ke rumah nya.saat di lihat,di dalam nya benar benar luas.penataan barang barang nya benar benar rapih sekali.
"ini rumah kamu?" tanya Lia.
"iya terus rumah siapa lagi." kata samuel pergi ke arah dapur untuk membuat kan Lia minuman.
__ADS_1
setelah itu Samuel kembali lagi dengan membawakan jus mangga,dan beberapa cemilan.
"bentar aku mau ganti baju dulu ya." kata Samuel pergi ke kamar nya.
Lia berjalan menelusuri rumah Samuel,tidak ada bingkai foto satu pun yang Lia temukan di rumah ini.di bagian belakang terdapat kolam renang dan di samping nya ada tempat bermain basket.
rumah nya tak berbeda jauh dengan rumah Lia,cuma berbeda kalau rumah Lia lebih luas saja.tapi jujur Lia sangat menyukai rumah nya samuel.
"lagi Liat apa di sini" Samuel mengejutkan Lia.
"gak liat apa apa,ayah sama bunda kamu mana?kok sepi rumah nya." tanya Lia memasuki kembali ruang tengah.
"terus ayah sama bunda kamu?" bingung Lia.
"aku gak tau,mereka hanya memberikan rumah ini dan kebutuhan aku sehari hari." kata Samuel.
"orang tua kamu sibuk kerja?" tanya Lia masih penasaran.
"ayah sama bunda sudah lama bercerai,sejak aku masih SD.karena mereka sibuk dengan pekerjaan nya masing masing, mereka memilih untuk membeli rumah ini dan menempatkan aku di sini sendiri.aku gak tau apa yang ada dalam jalan pikiran mereka,hingga tega menelantarkan aku seperti ini.itu sebab nya kenapa aku gak pernah mau ajak kamu ke sini,aku gak mau kamu tau tentang aku yang sebenarnya.tapi....mungkin kamu juga harus tau tentang ini lebih awal sebelum hubungan kita lebih jauh lagi." penjelasan Samuel
__ADS_1
Lia prihatin mendengar cerita Samuel,mata nya mulai berkaca lalu memeluk Samuel erat.lia menyesal karena tadi sudah marah sama Samuel andai dia tau lebih awal,dia gak akan marah marah sama Samuel.
"aku minta maaf,aku gak tau" kata Lia masih terus memeluk Samuel.
"kamu gak perlu minta maaf,kamu gak salah." ucap Samuel mengusap rambut Lia.
"ehh udah ngapain nagis.." kata Samuel melirik ke arah Lia yang terisak dalam pelukan nya.
"udah jangan nagis,gak boleh cengeng.udah udah..." Samuel mengeratkan pelukan nya dan membelai lembut rambut Lia.
Lia menyeka air mata nya,Samuel mengusap air mata Lia yang membasahi pipi nya.
"udah ya..gimana nonton aja yuk,aku punya film horor keren" kata Samuel menarik tangan Lia ke arah kamar nya.
begitu sampai di kamar Samuel,Lia duduk di kasur nya samuel.sedangkan Samuel masih fokus mengotak Atik TV di depan nya.
kamar Samuel besar,bagus dan rapih.sama sepeti penampilan cool nya Samuel.
"nie..sini" ajak Samuel duduk di depan sofa depan TV.
__ADS_1