![[S2] SI KEMBAR](https://asset.asean.biz.id/-s2--si-kembar.webp)
Lia pun melahap makanan nya,setelah suapan ke empat rasa nya Lia ingin sekali memuntahkan makanan nya.dia memang tak nafsu untuk makan,dan perut nya tak bisa menerima makanan apapu yang masuk di rongga tenggorokan nya.
saat melihat wajah Lia yang memerah setelah muntah muntah tadi.kesya merasa tidak tega dan menghentikan suapan nya.kesya menyuruh Lia untuk beristirahat,dan tidak membutuhkan waktu lama Lia pun tertidur pulas.
...*******...
Beberapa hari berlalu,kondisi Lia sudah agak membaik.cuma Lia masih butuh banyak istirahat.lia masih sering demam,tapi demam nya tidak seperti beberapa hari yang lalu.
di rumah Lia sedang ramai akan anak anak yang berkunjung untuk menjenguk lia.entah itu dari teman sekelas Lia atau dari temen temen kelas lain nya.kebanyakan yang datang itu anak cowok,sambil membawakan buah tangan untuk di sajikan ke Lia.
ruang TV sampai penuh dengan bingkisan yang di berikan dari anak anak itu.beberapa orang bergantian menemui Lia mau tidak mau Lia harus bersikap ramah kepada mereka,karena walau bagaimanapun juga mereka itu teman teman Lia yang peduli kepada nya.
"lia kamu cepat sembuh ya,sekolah sepi loh gak ada kamu.kita kan jadi gak ada bahan cuci mata di sekolah." teman dari kelas lain berbicara sambil tertawa.
mendengar perkataan itu Lia melemparkan bantal nya hingga mengenai cowok itu.teman yang lain nya tertawa terbahak bahak karena melihat teman yang satu itu di lempar bantal oleh Lia.
"eh iya Lia,ini aku bawain kamu buah di makan ya" kata salah satu cowok itu.
"cepet sembuh ya,biar kita bisa ke kelas kamu lagi" kata anak yang satu nya lagi.
setelah mereka semua sudah pulang kini para sahabat nya Lia datang.mereka sudah lama tidak bertemu dengan lia.karena beberapa hari yang lalu Lia belum boleh di jengukin,sekalipun itu sahabat nya yang menjenguk.
__ADS_1
"Lia..." teriak bela sambil melompat ke kasur Lia dan berhasil membuat Lia terkejut.
"bela.. Clara.." saut Lia.
"Li..kita kangen banget sama kamu lho" kata Clara memeluk Lia.
"iya tau aku kangen banget,kemarin kemarin kita sih kesini,tapi Tante Kesya sama om Rangga gak bolehin kita untuk jenguk kamu dulu." kata bela.
"aku juga kangen banget sama kalian" Lia memeluk kedua sahabat nya itu.
Lio,geo,Fino,Samuel dan ketiga teman nya mereka memasuki Abang pintu kamar Lia mereka mendapati pemandangan tiga buah sahabat yang menurut Lio itu adalah hal yang alay.
"eh cunguk cunguk,alay nya gak pernah hilang ya.." kata Lio mengejek tiga orang yang sedang asik berpelukan itu.
"dasar tengil,nie ada yang mau jenguk kamu li" kata Lio menatap ke arah Fino,Samuel dan teman teman nya.
"Li tau gak Samuel nanyain kamu terus lho" bisik bela di telinga Lia tanpa di dengar siapapun kecuali Lia
"ehh ngapain sih bisik bisik" cetus geo.
"kepo" bela menjulurkan lidah nya meledek geo.
__ADS_1
mata Lia sendari tadi menatap Samuel yang terus memberikan senyum kepada nya.aneh sekali rasa nya senang sekali ketika melihat wajah nya samuel.rasa nya Lia seperti sudah sembuh total.
rasa lemas dan sakit nya seketika hilang begitu saja saat melihat senyuman yang melengkuk di sudut bibir Samuel.
mereka pun asik berbincang bincang,kamar Lia heboh dengan suara bela yang super duper rusuh.tapi jujur bela itu kocak dan mampu menghibur siapapun.maka nya tidak heran Fino begitu menyukai bela.
walau pun Lia cerewet,bagi Fino kecerewetan bel itu adalah hal yang paling dia suka dan selalu dia rindukan.bela itu anak nya lucu dan juga ramah sama semua orang.makanya tak heran juga jika banyak yang tergiur dengan kekocakan bela.
saat sedang asik berbincang bincang,Kesya datang membuat kamar Lia menjadi sunyi menatap ke arah mamah nya lia.kesya datang sambil membawa mangkuk makanan dan segelas susu untuk Lia.
"hai..kalian makan gih sana,mamah sama bibi tadi sudah masak banyak untuk kalian.di bawah ada Bagas sama teman teman nya juga" kata Kesya meletakkan nampan nya di atas meja samping ranjang tidur.
"iya mah,yok guys makan dulu Lia juga mau makan tu." ajak Lio kepada teman teman nya.
lalu mereka pun membuntuti langkah Lio,begitu juga dengan dua sahabat Lia yang pamit sama Lia untuk makan dulu.tapi berbeda dengan Samuel pria itu masih berdiri menatap Kesya yang sedang sibuk merapikan kasur nya Lia.
"eh nak kamu gak makan?" tanya Kesya saat menyadari keberadaan Samuel.
"aku masih kenyang tante" kata Samuel.
"yasudah Tante nyuapin Lia dulu ya" kata Kesya
__ADS_1
"Tante..biar aku saja yang nyuapin Lia,boleh kan?" kata Samuel membuat Kesya mengurungkan niat nya untuk mengangkat mangkuk nya.
Lia bingung dan ingin angkat bicara.tapi entah kenapa mulut nya sangat susah untuk mengeluarkan kata kata penolakan.