[S2] SI KEMBAR

[S2] SI KEMBAR
Chapter.15


__ADS_3

Samuel mengetikkan sesuatu di handpone nya.setelah itu mulai terfokus kembali kepada lia.gadis itu tak lagi meneteskan air mata nya,Lia memang seperti itu.dia kalau nagis itu hanya sekejap,cuma untuk meluapkan perasaan yang mengganjal saja.


"kamu gak papa?" tanya Samuel memastikan.


Lia menganggukkan kepala nya,tak berselang lama ada sebuah mobil berhenti di depan motor sport nya Samuel.keluarlah seseorang dengan pakaian hitam,khas seperti supir supir pada umum nya.


"permisi tuan,ini kunci mobil nya." kata pria paruh baya tersebut memberikan kunci mobil kepada Samuel.


"ini pak bawa motor saya" kata Samuel lalu mendapatkan anggukan dari sang supir.


pria tadi pun telah pergi,membawa motor milik Samuel.


"ayok kita jalan,gak enak di sini di liat orang.nanti di kira aku ngapa ngapain kamu lagi." ajak Samuel


Lia pun menerima uluran tangan Samuel,lembut dan dingin yang kini Samuel rasakan di bagian tangan nya yang meremas tangan Lia.


Samuel membukakan pintu mobil untuk Lia,dan setelah nya ia naik ke pintu pengemudi lalu melajukan mobil nya.


"Samuel.. "bisik Lia memecahkan keheningan.


"iya Lia..kenapa?" tanya Samuel.


"em..soal yang tadi jangan kamu kasih tau siapapun ya" kata Lia.


"yang tadi yang mana?soal kamu takut naik motor atau soal aku me.." Lia langsung menyeka perkataan Samuel.


"soal tadi waktu aku nangis.." ucap Lia.


Samuel mengangkat kedua alis nya tinggi,bingung dengan yang di katakan Lia.


"memang kenapa?" tanya Samuel.

__ADS_1


"gak papa,pokok nya kamu jangan kasih tau siapa siapa." kata Lia lalu pandangan nya kembali menatap langit langit dari balik kaca mobil.


"oke tenang aja aman sama aku" kata Samuel tersenyum manis.


"sekarang kita mau ke mana?" tanya Lia.


"liat aja nanti." kata Samuel melajukan mobil nya.


mobil terus berjalan laju,menerobos angin siang ini.suasana mobil sunyi hanya terdengar melodi lagu yang Samuel nyalakan tadi.


beberapa menit kemudian kini mobil terhenti di sebuah hamparan Padang rumput yang begitu luas,mereka pun turun dari mobil.


Samuel meraih tangan Lia dan berjalan mengarah sebuah pohon rindang yang lebat daunya.pohon yang tumbuh sendiri menjulang tinggi.di tengah tengah hamparan rumput yang luas ini.


Samuel pun mendudukkan diri nya di atas rumput hijau,dan bersandar di batang pohon yang besar itu.


"ini tempat nya sepi,jarang ada yang berkunjung.pemandangan nya bikin mata tak bisa berkedip,angin nya sejuk selalu menerpa halus." kata Samuel,Lia pun ikut duduk di samping Samuel.


"ya...bisa di bilang sering,hampir setiap hari." kata Samuel.


"ternyata orang seperti kamu bisa menyendiri juga ya.." ucap Lia.


"ya begitu.." Samuel canggung dan agak di paksakan.


"kenapa? aku salah bicara ya?" tanya Lia saat melihat wajah Samuel berubah menjadi kecut seperti ada sesuatu yang salah


"gak ada kok" Samuel.


Lia berdiri dari duduk nya,ia mengelilingi pohon rindang ini.dan melihat lihat ke atas ke bawah.saat sedang mengelilingi pohon nya,Lia melihat ada sebuah ukiran di pohon itu.


"Samuel kulkas?" heran Lia.

__ADS_1


"kamu lagi ngapain?" tanya Samuel.


"ini kamu yang nulis?" tanya Lia meraba raba ukiran di batang pohon itu.


"iya,kenapa memang?" tanya lagi Samuel.


"kulkas?memang kamu sedingin apa sampai kamu ngatain diri kamu sendiri kulkas." tanya Lia.


"sedingin kamu ke aku" ucap Samuel


Lia terdiam apa maksud nya,memang diri nya dingin gitu ke Samuel?.


"emang aku dingin gitu?" tanya Lia


"iya,dingin seperti balok es.tapi bentar lagi juga aku bakal bikin balok es di hadapan aku meleleh dan gak bisa beku lagi." cengir Samuel.


"kamu berani ya ngatain aku balok es.." Lia ingin mencubit Samuel tapi laki laki itu malah berlari dan Lia pun mengejarnya.


terus saling berlarian,Lia berhasil menangkap Samuel tapi cowok itu bisa bisa nya lolos dari genggaman tangan Lia.


"Samuel.." Lia


"dasar balok es"


lagi lagi Samuel mengejek Lia,Lia pun terus mengejarnya.hingga Lia berhasil lagi menangkap Samuel,tapi kali ini Lia memeluk Samuel dari belakang agar cowok itu tidak bisa lolos lagi.


Samuel menyerahkan diri,ia sedang menikmati pelukan hangat lia.tidak menyangka gadis ini memeluk nya seperti ini.


"kamu gak bisa lolos lagi dari aku" Lia terkekeh bangga dengan wajah imut


Samuel hanya menyikapi Lia dengan senyuman pasrah yang di buat buat.jujur ia ingin berlama lama an seperti ini,terus dan terus Lia memeluk tubuh nya.

__ADS_1


__ADS_2