2A ( AQEEL & AQEELA )

2A ( AQEEL & AQEELA )
Part 11


__ADS_3

Dan setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit akhirnya mereka sampai di mansion BENATA.


Belum juga mesin mobil Aqeel mata Aqeela sudah langsung keluar dan berlari masuk dalam Mension.


Aqeel yang melihat itu hanya menggeleng saja, bagaimana bisa dia punya kembar seperti Aqeela .


"Mommy,,,, Aqeela putri Devan yang cantik jelita datang " teriak Aqeela.


Ara yang di dapur mendengar teriakkan putri langsung keluar dari area dapur untuk menghempiri putrinya yang sudah seperti orang hutan teriak teriak.


"Sayang ini bukan hutan " ucap Ara.


"Ehhh,,, mommy yang cantik jelita sedang masak apa " ucap Aqeela.


Bukannya menjawab Aqeela malah mengajukan pertanyaan pada mommy yang cantik jelita seperti dirinya.


"Di mana kakak mu " ucap Ara.


Ara kembali mengajukan pertanyaan pada putri nya dan hak itu membuat Aqeela memanyunkan bibirnya kesal karna pertanyaan tidak di jawab.


"Astaga Aqeela belanjaan ini berat tahu " ucap Aqeel uang masuk dengan tangan yang penuh dengan paper bag berisi belanjaan Aqeela yang akan memulai aktivitas baru besok.


"Kakak ku yang tampan itu hanya sedikit " ucap Aqeela.


"Ada apa ini ribut-ribut " ucap seseorang pria paruh baya yang menuruni anak tangga.


Aqeela yang melihat itu langsung berlari menghampirinya Ara yang melihat itu hanya menggeleng pasti akan ada drama lagi.


"Grandpa ,,, lihat Kak " adu Aqeela.


Dari pada pusing lebih baik Ara melanjutkan membantu masak dari pada dia menonton drama yang sudah makanan sehari-hari di saksikan.


"Mom tidak ingin nonton drama " teriak Aqeel yang melihat Ara pergi ke arah dapur.


"Mom sedang sibuk sayang maaf" ucap Ara.


"Apa yang terjadi pada cucu Grandpa ini " ucap Dominic sambil duduk di ruang tamu.


"Aqeela tidak drama kok, ini kartu grandpa " ucap Aqeela menyerahkan kartu yang pernah Dominic berikan pada nya.


Dominic mengernyit dahi heran kenapa harus di kembalikan itu yang ada di pikirannya bukankah sudah dia berikan.


"Aqeela sudah belanja sepatu , tas , baju jadi Aqeela kembalikan kartu nya " ucap Aqeela saat melihat tatapan Dominic yang seakan mengajukan pertanyaan.


"Itu kan untuk Aqeela, Aqeel dan Verel " ucap Dominic.


"Kakak tidak mau hanya Aqeela yang belanja" ucap Aqeela.


"Uang saku Aqeel masih ada kok grandpa " ucap Aqeel lagi.


"Sudah simpan saja kartunya atau bagi sama Aurel saja " ucap Dominic.


Aurel adalah putri Vanya bersama suami tercinta yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.


Tapi tetap Aqeela yang paling unggul dia tidak bisa di saingi jika masalah kecantikan siapa dulu mommy nya Ara gitu Lo.


Queen naga putih yang slow profil karna tidak ingin kedua buah hati mereka menjadi incaran para musuh yang tiada henti.


"Eeeemmm tapi Aqeela sudah ambil dulu itu tidak adil grandpa " ucap Aqeela.

__ADS_1


"Tidak apa nanti Aqeela tranfer saja " ucap Dominic.


"Baiklah " ucap Aqeela.


"Sudah sana istrirahat pasti lelah habis belanja kan " ucap Dominic.


"Ihhh,,, grandpa tau aja jika Aqeela lelah " ucap Aqeela.


Aqeel yang mendengar itu rasanya dia ingin muntah secara mereka memperlakukan Aqeela bah seperti ratu tapi dia seakan bekerja sangat berat sampai lelah begitu.


Aqeel yang melihat Saudara kembar ingin muntah langsung dia tatap dengan tajam.


"Liat kaki Qeela lecet ini karna menggunakan sepatu heels " adu Aqeela.


"Astaga, kaki mu sayang bagaimana bisa lecet begini " panik Dominic saat melihat goresan di kaki cucu nya.


"Bibik tolong ambilkan P3K " teriak Dominic.


"Dia memang tidak ia pandai memilih heels grandpa itu sebabnya kami yang milih " ucap Aqeel.


"Ya ampun ,,, lain kali gunakan sepatu saja " ucap Dominic lagi


"Tuan ini P3K yang anda minta " ucap maid


"Terima kasih bik" ucap Dominic.


Dominic langsung mengobati goresan luka yang ada di kaki cucu nya, dia tidak ingin cucu kesayangan lecet sedikit pun.


"Ini tidak sakit grandpa " ucap Aqeela.


"Mana ada luka yang tidak sakit sudah diam biar grandpa obati lukanya " ucap Dominic.


"Kian kali pilih heels yang enak di pakai bukan yang cantik saja " ucap Dominic


"Dengar itu Aqeela " ucap Aqeel.


"Qeela tidak tuli Kaka, grandpa liat kakak " adu Aqeela.


"Sudah , sudah sana istrirahat " ucap Dominic setelah selesai mengobati goresan luka .


"Terima kasih grandpa, by Kaka Aqeela ingin bobo cantik " ucap Aqeela langsung berlari menuju anak tangga dan tidak lupa dengan barang-barang yang dia beli dia bawa sekali.


Dominic baru sadar jika cucu satunya tidak ada di sana , bukan nya mereka habis pergi bersama lalu dimana Verel .


"Verel dapat panggilan dari seseorang grandpa jadi dia bilang akan datang saat makan malam nanti " ucap Aqeel.


Yang mengerti jika Dominic mencari keberadaan sepupu nya itu.


"Dia pasti sangat sibuk " ucap Dominic.


"Aqeel jadi penasaran apa yang di kerjakan jaksa " ucap Aqeel


"Tentu saja menyelesaikan masalah orang yang melakukan kejahatan " ucap Dominic..


"Apa keluarga kita pernah melakukan kejahatan grandpa " ucap Aqeel.


Pertanyaan itu mampu membuat seseorang menghentikan langkahnya dan langsung saat di panggil .


"Mom " ucap Aqeel.

__ADS_1


"Ha ,,, iya sayang " ucap Ara langsung melanjutkan jalan nya.


"Grandpa belum jawab pertanyaan Aqeel " ucap Aqeel lagi


"Pertanyaan apa " ucap Dinda yang datang membawa nampan berisi kue dan minuman.


"Itu grandma, Aqeel nanya apa di keluarga kita pernah melakukan kejahatan " ucap Aqeel


"Tidak ada manusia yang sempurna sayang, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan-kesalahan di masa lalu, sudah sana kau pasti lelah istirahat " ucap Ara mengalihkan topik pembicaraan.


"Emmm, baiklah " ucap Aqeel


Sudah bisa di tebak jika di masa lalu pasti salah satu keluarga melakukan kejahatan tapi salah satu dari mereka sudah memaafkan dan berdamai dengan masa lalu


****


Dan tak terasa malam hari sudah tiba di mana acara makan malam bersama akan tiba dan Ardian juga sudah sampai di mansion BENATA


"Di mana cucu kita " ucap Ardian yang tidak melihat batang hidung cucu nya .


"Kakek " teriak Aqeela langsung berlari menuruni anak tangga.


"Sayang jangan lari " ucap Devan.


"Aqeela selamat " ucap Aqeela saat sudah habis menuruni nak tangga.


"Nenek " ucap Aqeela.


"Iya sayang, cantik sekali cucu nenek " ucap Missya.


"Aqeela kan emang cantik nek siapa dulu mommy nya " ucap Aqeela


Jika masalah di puji Aqeela paling senang apa lagi jika yang muji seorang pria tapi ah sudah lah lupakan saja mimpi itu.


"Kapan Aqeela masuk kerja " ucap Ardian.


"Besok kek, Aqeela jadi takut bagaimana jika Aqeela di gigit secara Aqeela kan paling cantik " ucap Aqeela.


Astaga, dengan pede nya Aqeela mengaku jika dia paling cantik padahal dia belum melihat wanita yang ada di perusahaan tempat dia bekerja.


Tingkat ke pedean Aqeela patut di acungi jempol jarang bertemu seperti Aqeela yang tidak mau di saingi.


"Cihh,,,, di sana kau paling jelak " ucap Aqeel.


"Daddy liat dia " adu Aqeela.


"Aqeel jangan ganggu adik mu " ucap Devan.


"Baiklah " ucap Aqeel lagi.


Setelah berbincang-bincang dan saatnya mereka makan malam bersama dan tak butuh waktu lama mereka langsung menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah dengan lahap.


Dan setelah selesai mereka melanjutkan obrolan mereka sesama pria berada di ruang keluarga sedang wanita berada di dapur membersihkan sisa nya.


Dan untuk cucu mereka sedang di ruang bermain PS ruangan turun temurun dari Dominic sampai putra dan cucunya hanya di modifikasi saja biar tidak sama.


Dan tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan sekarang sudah menuju pukul 12 malam mereka memutuskan untuk istirahat di kamar masing-masing.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya KK

__ADS_1


__ADS_2