
Trikkkkkkk.....
Saat mereka ingin membuka pintu apartemen tiba-tiba terdengar suara teriak seseorang.
"Maju satu langkah maka kalian akan kehilangan kaki kalian " ucap seseorang.
Mereka yang mendengar itu langsung mengurungkan niat untuk masuk dalam apartemen dan langsung menutup kembali pintu tersebut.
"Siapa kalian " ucap nya .
Aqeel dan anak buah yang Ara tugaskan langsung maju mendekati dua pria bertopeng .
"Apa itu penting bagi mu " ucap Aqeel kemudian.
Dan dengan gerakan cepat Aqeel langsung melumpuhkan dua pria yang bertopeng.
Bughhhh bughhhh Bughhhh bughhhh
Karna mereka tidak siap dengan serangan yang tiba-tiba mereka langsung tersungkur ke lantai dengan menahan sakit.
"Urus dia " ucap Aqeel langsung masuk dalam apartemen Winda.
Sedangkan Winda yang berada di tempat sembunyi nya langsung menutup mulutnya dengan tangan saat mendengar pintu apartemen terbuka.
Sedangkan Aqeel yang sudah Memasuki apartemen Winda sepi dan Aqeel berusaha mencari saklar lampu Karna sebagian lampu sudah Winda mati kan.
Setelah menemukan saklar lampu Aqeel langsung menyalakan lampu apartemen dan saat dia mengitari ruangan sepi Aqeel langsung mengotak atik ponselnya dan setelah menemukan nomor yang dia cari tanpa pikir panjang Aqeel langsung memanggil sambil berjalan masuk mencari keberadaan pemilik nya.
Sedangkan Winda yang merasa ada seseorang memanggil langsung dengan cepat menekan tombol hijau.
"Aqeel kau di mana tolong aku " ucap Winda ketakutan .
"Winda aku sudah di apartemen mu keluarlah aku tidak melihat mu " ucap Aqeel.
"Kau tidak berbohong " ucap winda pelan.
Tapi suara parau Winda jelas terdengar di telinga Aqeel yang membuat hatinya sakit Karna sudah membuat wanita ketakutan.
"Kau percaya pada ku " ucap Aqeel lagi tapi Winda di dalam persembunyian mengangguk seakan Aqeel bisa melihat itu .
"Jika kau percaya pada ku aku mohon keluar lah " ucap Aqeel.
Dangan langkah pelan Winda Keluar dari tempat persembunyian dan saat melihat punggung seseorang Winda langsung berlari menghampiri dan memeluk tubuh kekar itu dengan tubuh yang bergetar hebat.
__ADS_1
Aqeel yang tidak menyangka dengan tubuh nya yang tiba-tiba di pelukan dari belakang langsung memutar tubuhnya dan ternyata Winda yang memeluk nya dengan wajah yang sembab Karna habis menangis.
"Winda tenang kah kau sudah bersama ku " ucap Aqeel berusaha menenangkan Winda.
"Mereka ingin mencelakai ku Hiks,,,, Hiks " ucap winda dengan tangis nya.
Aqeel paham apa yang di rasakan oleh Winda tapi apa Winda sadar dengan pelukan yang erat pada tubuhnya membuat sesuatu yang sesak dalam tubuhnya apa lagi Winda hanya menggunakan kimono mandi saja dan memperlihatkan punggung putih mulus milik Winda .
Dia seorang laki-laki bohong jika dia tidak tergoda melihat sesuatu lawan jenis yang hanya menggunakan kimono mandi.
"Itu tidak akan terjadi jadi tenang lah kau sudah aman bersama ku " ucap Aqeel lagi
Dan pelan-pelan Winda melepaskan pelukannya dan langsung sadar jika dia hanya menggunakan kimono mandi saja dan saat itu winda langsung menyilang kedua tangan untuk melindungi bukit kembar nya yang tercetak jelas.
"Pakai pakaian mu aku tunggu di sofa itu " ucap Aqeel langsung menuju sofa di ruang tamu.
Sedangkan winda langsung berlari menuju kamar nya untuk menggunakan pakaian yang rapi.
Karna ketakutan saat mendengar seseorang yang ingin membuka pintu apartemen miliknya Winda sampai melupakan jika dia habis membersihkan diri dan hanya menggunakan kimono mandi saja.
Sedangkan Aqeel yang menunggu di ruang tahu langsung bernafas lega karna dia masih bisa mengontrol diri nya melihat bodi Winda yang seksi tak lupa punggung putih yang menggoda membuat birahi laki-laki terpancing bahkan dia tidak menyangka itu Karan Winda selalu menggunakan pakaian tertutup untuk menutupi tubuh seksi nya.
Sedangkan Winda yang sudah selesai menggunakan pakaian yang rapi langsung menghampiri Aqeel yang berada di ruang tamu.
"Qeel " panggilan Winda pelan .
"Cantik " ucap Aqeel, Tapi dengan cepat Aqeel mengusir jauh pikiran liar nya saat melihat Winda.
"Kau ingin minum sesuatu " ucap Winda mencair kan suasana mereka .
"Tidak perlu Winda setelah ini apa yang ingin kau lakukan " ucap Aqeel.
"Aku tidak tahu " ucap Winda .
"Kau tidak mungkin tinggal di sini bukan " ucap Aqeel .
Winda berpikir keras dalam dalam otak nya jika dia tinggal di sini pasti tidak aman dia bisa tinggal di hotel tapi bagaimana jika hal ini bisa terulang kembali .
Sedangkan Aqeel yang melihat keterdiam Winda membuat nya mengambil kesimpulan yang berat dia juga tidak mungkin membiarkan Winda seorang diri.
"Sekarang ayo ikut dengan ku " ucap Aqeel langsung bangun dati duduk nya.
"Kemana " ucap Winda sambil mendongak melihat Aqeel.
__ADS_1
"Yang jelas tempat ini aman untuk mu " ucap Aqeel sambil mengulurkan tangannya untuk Winda .
Dengan ragu Winda menerima uluran tangan Aqeel dan entah kenapa perasaan nyaman dan tenang menjalar dalam tubuhnya saat menggenggam tangan Aqeel.
Sedangkan Aqeel tersenyum saat Winda memutuskan keputusan yang tepat tapi sebelum mereka pergi meninggalkan apartemen milik Winda.
"Kau ingin membawa sesuatu ponsel atau tas mungkin " ucap Aqeel.
"Tunggu sebentar " ucap winda langsung mengambil ponsel dan tidak lupa dompet nya tapi sebelum dia masuk dalam kamar Winda melihat Aqeel yang seakan dia akan di tinggal seorang diri.
"Aku tidak akan meninggalkan mu Winda " ucap Aqeel melihat ketahuan yang tertera di wajah Winda.
Setelah merasa selesai winda langsung dengan cepat menghampiri Aqeel yang menunggu nya.
"Sudah " ucap Aqeel saat melihat wind ayang kembali membawa tas kecil milik.
"Sudan, Ini kunci mobilku " ucap Winda menyerahkan kunci mobilnya pada Aqeel.
Dan mereka langsung keluar dari apartemen Winda setelah Aqeel menghubi pihak apartemen untuk memperbaiki kunci sensor yang rusak.
Dan saat Aqeel melihat sekeliling nya sudah rapi tanpa ada sisa sedikit pun dan pasti sudah di bereskan oleh anak buah Ara.
"Sekarang ayo kita pergi " ucap Aqeel .
Winda langsung menggenggam tangan Aqeel tanpa di perintah tapi Aqeel dapat perasaan jika jari-jari winda berkeringat dingin berarti dia masih trauma dengan semua ini.
Dan saat sudah berada di dalam mobil Aqeel langsung mengemudi mobil dan di dalam mobil winda diam tanpa membuka suara.
"Apa kau baik-baik saja " ucap Aqeel memecahkan kesunyian ini.
"Ha,,,, " ucap winda yang sadar dari lamunannya.
"Sepertinya aku harus lapor polisi " ucap Winda tiba-tiba .
Setelah memikirkan dnegan matang dia harus melaporkan semua ini dia akan mencari siapa pelakunya dan jika pria brengsek itu maka dia tidak akan memberi ampun .
"Kau yakin " ucap Aqeel .
"Iya tentu saja tapi jika boleh kau menemaniku " ucap Winda.
"Tentu saja tapi sekarang kau istirahat kah lebih dahulu kau pasti lelah dan saat kita sampai di kantor polisi aku akan membangun mu " ucap Aqeel.
Winda mengangguk dan jujur dia juga lelah dengan semua ini dan benar saja hanya Winda langsung terlelap .
__ADS_1
Sedangkan Aqeel fokus menyetir dengan tenang membawa Winda ke tempat yang aman.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya