
Dan saat Aqeela sampai di depan depan pria yang tadinya menatap dirinya yang entah itu benar atau salah itu tidak penting yang penting Aqeela menatap tajam pria yang ada di hadapannya setelah menepuk pundak pria tersebut.
"Kau menyukaiku " ucap Aqeela dengan pede nya tolong siapa pun yang di sana hentikan Aqeela yang bisa saja melakukan hal aneh di luar nalar manusia.
Sedangkan yang di tanya malah menyernyit dahi heran itu pertanyaan atau pernyataan biasanya wanita akan salah tingkah saat di tatap tadi tidak untuk wanita di hadapannya dengan berani dia mengatakan demikian.
"Maaf maaf dia sedang mabuk " ucap Dira .
"Iya jangan di pikirkan ucapan nya " ucap Aurel lagi .
"Hi aku tidak mabuk " protes Aqeela, yang benar saja sepupunya ini sudah jelas tidak ada minimum yang tidak halal di sini tapi dengan santai bicara mabuk.
"Ayo kita pergi " ucap Dira langsung menarik tangan Aqeela untuk pergi menjauh dari sana kalau tidak bisa bisa mereka akan malu sampai ke ubun-ubun Karan tingkah Aqeela.
Sedangkan seorang wanita cantik yang dari tadi memperhatikan apa yang di lakukan putrinya hanya bisa menggeleng kepala bagaimana bisa dia memiliki putri dengan tingkat kepedean yang tinggi .
Sedangkan pria tampan yang memperhatikan Aqeela pergi dari hadapan dengan dua wanita yang menyeretnya pergi tanpa sadar bibirnya terangkat sedikit tapi tak lama dia langsung mengubah ekspresi wajah.
"UNIK "
Satu kata untuk menggambarkan bagaimana Aqeela wanita cantik yang memiliki kepedean tinggi tingkat dewa .
"Tuan " ucap seorang pria yang berada di samping nya dan tanpa memandang orang yang bicara dia langsung berkata
"Cari tahu siapa dia " ucap nya sambil menatap kepergian Aqeela yang sekarang entah kemana dua wanita itu membawa pergi .
"Baik tuan " ucap nya patuh, walau sedikit bingung tapi dia tetap menjalankan apa yang di perintahkan pada nya .
Secara pria bertubuh tegap di sampingnya tidak akan mencari tahu semua tentang wanita yang lebih dulu menghampiri nya bahkan dia langsung mematahkan wanita di luar sana yang dengan lancang menyentuh nya tapi tadi lihatlah dia bahkan tidak berkutik sama sekali.
***
__ADS_1
Sedangkan tiga wanita cantik yang dengan sekuat tenaga menarik wanita yang sudah acak-acakan tidak seperti awal acara yang cantik dan rapi.
"Masuk " ucap Dira dan mereka langsung mendorong tubuh Aqeela biar masuk dalam kamar dan saat Aqeela sudah masuk mereka langsung mengunci pintu kamar Aqeela.
"Hi buka pintu nya " teriak Aqeela dari dalam sedangkan Aurel dan Dira yang sudah berhasil mengunci pintu kamar langsung duduk di lantai dengan kaki selonjoran .
"Apa yang terjadi sayang " ucap seorang wanita yang sudah berada di hadapan mereka.
Mereka yang melihat ada seseorang di hadapannya langsung berdiri dan tak lupa menghapus keringat yang ada di kening mereka.
"Aunty " ucap Dira dan Aurel bersamaan.
Iya Ara yang melihat putrinya di seret langsung menyusul dua keponakan nya dan ternyata mereka mengunci Aqeela dalam kamar why ?
"Hi buka pintu nya " teriak Aqeela di dalam .
Sedangkan Aurel dan Dira hanya menggaruk kepalanya tidak gatal karena sudah mengunci sepupu nya di kamar .
"Itu aunty bagaimana ya mengatakan " ucap Aurel bingung .
"Itu aunty saat kami sedang makan seorang pria memperhatikan Aqeela dan saat Dira mengatakan hal itu Aqeela langsung menghampiri pria tersebut dan Sampai di sana dengan pede nya Aqeela bertanya jika pria itu menyukainya itu sebabnya kami bawa Aqeela pergi dari sana " ucap Dira menjelaskan apa yang terjadi .
Ara hanya bisa menghembuskan nafas kasar putrinya memang ajaib dan untung saja cantik jika tidak entah pria mana yang menginginkan.
"Buka saja pintu nya " ucap Ara dan benar saja Dira langsung membuka kunci pintu dan saat itu Aqeela sedang duduk selonjoran sambil menikmati Snack yang dia simpan di dalam kamar nya .
"Kalia... " belum selesai Aqeela bicara sudah dia hentikan saat melihat sosok wanita cantik yang berdiri di sana .
"Eh mommy " ucap Aqeela cengengesan ternyata dia takut juga dengan wanita cantik yang selalu sabar menghadapi tingkah lakunya .
"Mom tidak ingin hal ini terjadi di acara inti " ucap Ara , walau dengan nada lembut tapi Meraka sangat takut dengan patuh mereka mengangguk kepala.
__ADS_1
"Bagus , sekarang istirahat acara sudah selesai lanjut nanti malam " ucap Ara sebelum meninggal putri nya .
"Siap Queen " ucap Aqeela dasar anak satu ini takutnya hanya sebentar saja sekarang dia sudah mulai bercanda lagi pada Queen yang sudah meninggal mereka .
Setelah kepergian mommy tercinta Aqeela langsung melempar sepupu dengan bantal tidur yang dia ambil secepat kilat yang berada di dekat nya.
"Dasar sepupu durjana enak saja menyeret ku begitu " kesal Aqeela dan untung saja Dira dan Aurel langsung menghindar jika tidak bisa di pastikan mereka kesakitan.
"Bilang aunty kau " ancam Aurel yang masuk dalam kamar Aqeela dan langsung menghempaskan tubuhnya di kasur king size milik Aqeela.
"Dasar pengadu tapi dia boleh juga " ucap Aqeela yang mengingat wajah pria tampan pria tersebut bahkan dia sampai tersenyum membayangkan mereka sedang ***
"Otak mu kotor sekali " ucap Dira langsung menepuk kening Aqeela biar sadar dari halu yang berlebihan kasian nanti bisa gila .
"Cihhhh dasar sepupu tidak ada akhlak ingat kau lebih muda dari ku jadi patuh pada yang lebih tua okay " ucap Aqeela.
Mereka yang mendengar rasanya ingin muntah giliran situasi begini bilang nya lebih tua eh giliran di panggil Kaka tidak mau aneh bukan, dia bilang mereka tidka jauh beda lah, lebih asik panggilan nama lah dasar Aqeela menyebalkan memang .
Dari pada darah merah naik lebih baik mereka istirahat setelah mengganti pakaian mereka dan langsung tidur di kasur king size milik Aqeela yang sudah melambaikan tangan untuk segera di tiduri.
"Hi itu tempat ku " ucap Aqeela saat kasur nya penuh oleh dua sepupu.
"Sini muat " ucap Aurel menggeser tubuhnya tanpa berniat ingin pindah dari sama .
"Cihhhh aku akan ganti kasur ku yang lebih besar " kesal Aqeela ikut berbaring dengan sepupu nya yang mengacuhkan dirinya dan mungkin sudah tidur sekarang secara terdengar dengkuran halus dari salah satu sepupu.
Jadilah mereka tidur dengan satu kasur bertiga untung kasur Aqeela besar jadi mereka tidak terlalu susah untuk bergerak saat tubuh mereka merasa pegal .
Sedangkan wanita cantik yang berada di ambang pintu langsung masuk memberi selimut pada tiga wanita hebat penerus Benata selanjutnya dan setelah selesai dia langsung keluar dan menutup pintu kamar dengan pelan biar tidak mengganggunya tidur mereka.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain jangan lupa untuk dukung terus karya otor yang lain
__ADS_1