
"My "
Meraka langsung memandang asal suara, seorang wanita yang berjalan dengan pelan menghampiri mereka.
"Sayang, Ara langsung menghampiri putrinya dan membantunya, hati-hati " lanjutnya lagi, dan saat sudah bergabung Aqeela memandang Werren sambil memeluk tubuh mommy nya.
"Kenapa bangun " ucap Ara lembut.
"Jangan bilang Kaka " ucap Aqeela yang membuat mereka menyernyit dahi heran.
"Kenapa " ucap Ara lembut .
"Qeela tidak ingin mengganggu honeymoon Kaka " yang benar Aqeel sedang honeymoon di sana dan besar kemungkinan jika mengetahui hal ini dia akan pulang, membuat Winda kecewa.
"Baiklah, lalu kenapa Aqeela bangun " ucap Ara lagi.
"Tidak ada mommy " ucap Aqeela lemah.
"Maaf sayang, mau makan sesuatu " ucap Ara, tapi Aqeela menggeleng saat dia merasa tidak selera untuk makan.
"Yakin tidak ingin sesuatu, aunty mungkin sedang dalam perjalanan kemari " ucap Ara lagi, Aqeela langsung mendongak melihat mommy nya tanpa melepaskan pelukannya.
"Sate " ucap Aqeela lagi, Ara langsung tersenyum dan langsung mencium kening putrinya dengan sayang.
"Sebentar mom telpon aunty dulu " ucap Ara langsung mengotak-atik ponselnya dan setelah mendapat nomor seseorang yang di cari Ara langsung menempelkan benda pipih tersebut di telinga.
"Hello kak " ucap Ara pada orang di sebrang sana.
"Iya ada apa Ra, kau ingin Titip sesuatu " ucap Sasa sambil mengemudi.
"Aqeela ingin sate " ucap Ara lagi.
__ADS_1
"Baiklah, mungkin sedikit lama Karena tempat sate sangat ramai " ucap Sasa melihat tempat sate langganan keluarga mereka.
"Tidak apa-apa kak " ucap Ara dan setelah selesai panggilan berakhir.
Kembali lagi pada tema yang mereka bahas dan berhubung yang menjadi korban sudah berada di sana.
"Nak Werren boleh kami melihat Meraka yang sudah membuat putri kami begini " ucap Devan, hatinya sudah menghancurkan dunia ini saat melihat putrinya sangat lemah padahal dia sudah seperti orang hutan tapi beda dengan hari ini.
"Tentu saja, tapi pastikan sampai Aqeela sembuh total " ucap Werren.
"Kau tidak membawa mereka jauh dari sini kan " tebak Ara, Werren tersenyum sekarang dia paham dan mengerti siapa dua wanita hebat di hadapannya dan siapa yang sudah meretas identitas.
"Aku tidak akan melakukan apapun tanpa di mulai " ucap Ara yang paham dengan senyum yang Werren tunjukkan.
"Maaf jika saya sudah lancang meretas identitas putri anda tuan, nyonya " ucap Werren, akhirnya dia mengakui kesalahannya sekarang.
"Kau mencari sesuatu tentang putri ku apa kau menginginkan nya " ucap Devan to the point, jelas saja dia juga pria pasti paham bukan.
"Iya my dia jadi penguntit Lo " ucap Aqeela tersenyum tapi dia langsung berteriak kesakitan.
"Sayang mana yang sakit, sini mommy liat " ucap Ara panik, langsung membaringkan tubuh Aqeela di pangkuannya.
"My, seharusnya dia di tempel menggunakan kartu bukan kain kasa " ucap Aqeela pelan, lagi-lagi Aqeela mendapatkan jitakan di keningnya.
"Dad mana dompet mu " ucap Ara sambil mengulurkan tangannya, pria paruh baya yang di panggil Daddy langsung merogoh mengeluarkan dompetnya.
Sedangkan Werren hanya menyaksikan adegan unik dan sedikit menghibur baginya.
"Pilih mau yang mana " ucap Ara, ini momen langka saat Ara mempersilahkan putrinya memilih kartu yang di inginkan putri nya.
"Gold boleh " ucap Aqeela, dia yakin uang di sana pasti banyak, tentu saja Ara mengangguk dengan semangat Aqeela mengambil kartu bewarna gold tersebut.
__ADS_1
"Yakin hanya satu, apa itu cukup " ucap Devan lagi, kau memang baik wahai Daddy ku .
"My satu lagi ya " ucap Aqeela mana cukup hanya satu, mobilnya sudah rusak lagi .
"Silahkan " ucap Ara, membuat putrinya tersebut mengambang dan memilih kartu yang berada di atas dari kartu yang lain Karna dia yakin Daddy pasti menyusun kartu yang nilainya dari besar sampai kecil.
Sekarang sudah ada dua kartu yang ada di tangan nya dan Aqeela langsung menggenggam nya dengan erat takut di ambil lagi.
"Nanti tangan mu sakit simpan di atas meja, mom tidak akan mengambilnya " ucap Ara membantu menyimpan dua kartu di atas meja, dan saat Ara membungkukkan badan dua bukit kembar miliknya menempel di wajah Aqeela.
"My mau ***** " ucap Aqeela pelan, tapi masih di dengar oleh Werren apa lagi Devan dan Ara .
"Nanti di dalam " ucap Ara santai, Karna tidak mau menunggu Aqeela langsung masuk dalam pakaian ibunya menyembunyikan wajahnya dan ah sudahlah untung saja Ara menggunakan pakaian yang besar jadi mempermudah kepala Aqeela masuk.
Werren sampai melongo tak percaya apa wanitanya yakin dia menyusu dengan ibunya, dia tidak habis pikir jika itu terjadi.
"Bagaimana, kau masih menyukai putrimu setelah melihat segalanya " ucap Ara tersenyum miring, Aqeela akan melakukan segala cara biar seseorang ilfil dengan nya itu sudah menjadi hal lumrah bagi mereka.
"Satu dia sangat menyukai lembaran bewarna pink, kecuali kartu dan dia sangat manja dan tiga dia satu server dengan mu " ucap Devan.
"Tapi aku menyukai segalanya yang ada pada diri Aqeela " ucap Werren mantap bahkan Aqeela sampai mengeluarkan wajahnya tapi hanya beberapa saat dan kembali menyembunyikan wajahnya di balik kaos yang di gunakan mommy.
"Jika kami saja di palak, besar kemungkinan kau juga merasakan hal yang sama seperti Anggota keluarga lain " ucap Ara lagi.
"Itu tidak masalah, aku bekerja juga untuk wanita ku " ucap Werren, harta yang dia punya sangat banyak jadi dia tidak takut jika wanita ambil semua itu.
"Laku bagaimana jika dia meminta hal lebih contohnya bisnis mu di Eropa kau juga yakin " ucap Ara lagi, tidak ada yang mustahil untuk Aqeela lakukan.
"My Aqeela tidak suka baru bara Aqeela suka berlian dan benua yang cantik di Eropa " ucap Aqeela langsung mengeluarkan wajahnya.
"Bagaimana kau dengar "
__ADS_1
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya