2A ( AQEEL & AQEELA )

2A ( AQEEL & AQEELA )
Part 43


__ADS_3

Acara yang kita tunggu-tunggu akhirnya tiba di mana malam ini adalah acara puncak yang sesungguhnya masing-masing dari tamu undangan sudah mulai berdatangan untuk menyaksikan acara puncak yang sesungguhnya di mana penerus Benata grup akan melepas masa lajangnya.


"Maaf tuan nyonya bisa tunjukkan kartu undangan anda " ucap petugas saat sepasang kekasih yang ingin masuk tanpa mematuhi aturan acara.


Mendengar salah satu rekan mereka seperti mendapat masalah mereka langsung menghampiri rekan nya .


"Ada apa " ucap nya datar dan tidak lupa dengan wajah datar nya dia bertanya demikian bahkan mereka yang melihat itu langsung ciut .


"Mereka tidak memiliki kartu undangan tapi nekat ingin masuk " ucap nya mengatakan yang sesungguhnya


"Maaf jika anda tidak memiliki kartu undangan anda tidak bisa masuk dan jika tertinggal anda bisa ambil dan datang lagi " ucap nya .


"Tapi ini acara teman saya lagian ini sudah ingin mulai " ucap wanita seksi yang entah siapa nama nya .


"Iya tidak hanya itu mempelai pria juga rekan kerja saya " ucap pria itu .


"Jika benar mempelai pria rekan bisnis anda bisa anda sebutkan nama lengkap tuan kami " ucap nya .


"Emmmm ,,, itu ,,,, " ucapan terbata-bata .


Petugas keamanan langsung memutar mata jengah jelas terlihat jika dia bukan rekan kerja tuan muda mereka, jika iya bagaimana bisa nama rekan bisnis nya saja tidak tahu .


"Maaf silahkan ambil kartu undangan anda dan datang kembali nanti , permisi mereka mengantri di Belakang " ucap petugas mengusir secara halus .


"Cihhhh sombong sekali kalian " ucap nya langsung pergi dan melihat banyak tamu undangan yang sudah mengantri di belakang ingin menyaksikan hari kebahagiaan dua mempelai.


Sedangkan seorang wanita cantik yang memeriksa CCTV pintu masuk langsung menghubungi seseorang di sebrang sana.


"Perketat penjagaan " ucap nya dan setelah selesai dia langsung mengakhiri panggilan setelah mendengar jawaban dari orang di sebrang sana.


"Siapa mom " ucap Devan yang berada di sampingnya .


Ara yang mendengar suara suaminya langsung membalikan badan dan di Daan suami sudah rapi dengan jas biru tua yang senada dengan gaun yang dia gunakan.


"Biasa debu " ucap Ara walau hanya debu tapi dia tidak akan membiarkan siapa pun berani mengusik hari kebahagiaan putra nya.


Devan hanya mengangguk saat paham siapa yang istri maksud debu, siapa lagi jika bukan pengganggu .


"Sekarang ayo kita ke sana " ucap Ara Karna sekarang mereka sedang di kamar hotel yang akan di adakan acara puncak .

__ADS_1


Mereka langsung menuju ke tempat acara ternyata Anggota keluarga sudah berkumpul dan tidak lupa tamu undangan yang sangat ramai sudah berdatangan.


"Kakak di mana Aurel " ucap Vanya saat Ara yang bergabung di dengan mereka .


"Kakak kira dia sudah duluan " ucap Ara saking sibuknya mengawasi CCTV pintu masuk .


"Mungkin mereka sedang di kamar pengantin Dira dan Aqeela juga tidak ada di sini " ucap Sasa.


"Iya mereka selalu bersama bukan " ucap Vina .


Vina adalah istri dari Domani pria kaku yang berhasil menaklukkan hati seorang jaksa ternama di London dan itu sebabnya mereka jarang datang mengunjungi Dinda dan Dominic Karna mereka memiliki kesibukan masing-masing.


"Nak Vina benar mereka pasti sedang siap-siap sekarang " ucap Dinda lagi.


Dan tidak lama kemudian MC langsung naik ke atas panggung di mana acara akan di mulai dan sebenar lagi mereka akan menyaksikan hari bahagia dia mempelai.


"Selamat malam saya ucapkan pada tamu undangan yang Tidak bisa saya sebutkan satu persatu " ucap MC untuk memulai acara nya .


Dan setelah sambutan sambut yang dia ucapkan dan tidak lupa Devan juga memberikan sambutan pada semua tamu undangan.


Sedangkan para pria masing-masing menyapa rekan bisnis mereka yang ikut hadir meluangkan waktu untuk menghadiri acara kebahagiaan dua mempelai.


"Kini saat nya yang kita tunggu-tunggu kepada dua mempelai untuk menunjukan diri nya " ucap MC ( anggap saja seperti itu lah ya )


Saat MC yang sudah memberi aba-aba tiba-tiba lampu hotel mati dan hanya menerangi pintu masuk di sana sepasang pengantin yang berjalan bergandengan di bawah sorot lampu dengan langkah pelan menuju pelaminan .


"Mereka memang pasangan yang serasi "


"Iya yang satu cantik dan satu tampan "


Dan masih banyak lagi pujian yang para tamu undangan ucapkan untuk dua mempelai di saat hari bahagia mereka kali ini.


Dan tidak lupa tiga orang wanita yang juga menjadi sorotan yang berjalan di belakang pengantin.


"Cantik "


Satu kata menggambarkan wanita yang berjalan beriringan dan saat sudah berada di kursi depan mereka langsung berbelok menuju kursi dan dua mempelai langsung naik ke atas pelaminan.


"Kenapa baru datang " ucap Vanya saat melihat putrinya baru hadir bergabung bersama mereka.

__ADS_1


"Ya kan pengantin nya juga baru hadir " ucap Aurel langsung mengambil makanan yang membuatnya tergiur .


"Ya ampun lihatlah " ucap Vanya kesal .


Acara demi acara mereka lewati dan akhirnya acara berakhir yang hanya menyisakan anggota keluarga yang masih tinggal di sana.


"Ayo kita istirahat " ucap Dinda yang merasa sangat lelah .


"Ayo " ucap mereka .


Sedang di kamar pengantin Winda yang duduk di depan meja hias menghapus sisa make up yang masih melekat di wajahnya sedangkan Aqeel memilih mandi terlebih dahulu Karna merasa tubuhnya sangat lengket.


"Sayang " ucap seseorang .


Winda langsung menghentikan pergerakan saat mendengar panggilan sayang yang terdengar begitu merdu di telinga nya .


"Mas " ucap Winda .


"Mas udah siapkan air hangat untuk mu " ucap Aqeel .


"Terimakasih mas " ucap Winda langsung menuju kamar mandi dan saat di dalam Winda kesusahan saat membuka kancing yang ada di gaun yang dia gunakan dan dengan terpaksa Winda keluar kembali .


Aqeel yang melihat itu langsung menyernyit dahi seakan dari tatapan bertanya kenapa .


"Tolong lepaskan kancing ini mas Winda tidak bisa menggapai nya " ucap Winda langsung memutar tubuhnya biar Aqeel Segala melepas kancing gaun nya .


Aqeel langsung membantu membuka kancing gaun istrinya dan saat itu ujian baginya melihat tubuh Winda yang putih mulus dengan susah payah dia menelan ludah bak batu besar yang ada di tenggorokan.


"Sudah " ucap Aqeel dia tidak ingin sesuatu bangkit saat melihat tubuh istrinya .


Sedangkan Winda yang merasa gaun nya sudah terbuka langsung kembali menuju kamar mandi setelah mengatakan terima kasih.


Sedangkan di luar kamar hotel wanita cantik yang sudah rapi dengan pakaian tidur nya langsung keluar dan melihat sekeliling dan saat merasa aman dia langsung keluar dan tidak lupa untuk mengunci pintu kamar nya .


Dengan senyum misterius dia menuju kamar yang berada tidak jauh dari kamar nya dan saat sudah sampai di depan pintu dia akan memulai aksinya tapi belum juga tangan menyentuh pintu sudah di tahanan oleh seseorang.


"Apa yang kau lakukan "


Next part selanjutnya KK siapa yang datang kali ini mari kita saksikan part selanjutnya ?

__ADS_1


__ADS_2