2A ( AQEEL & AQEELA )

2A ( AQEEL & AQEELA )
Part 54


__ADS_3

Seorang pria yang duduk menunggu kabar dari seseorang tapi tidak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.


"Dasar payah " ucap Werren kesel.


Karna tidak mendapat jawaban dari asisten Werren langsung menghubungi seseorang di sebrang sana dan tidak butuh waktu lama seseorang di sebrang sana langsung menjawab panggilan.


"Selamat sore tuan '' ucap seseorang di sebrang sana.


"Emmm,,,cek pesan yang aku krim dan cari tahu siapa pemiliknya " ucap Werren di sebrang sana.


"Baik tuan " ucap nya, dan sambungan telepon berakhir dan saat itu dia langsung mengotak-atik laptop hanya memerlukan waktu 20 menit dia sudah mendapatkan informasi nya.


Karna sudah mendapatkan informasi dia langsung menghubungi seseorang dan tidak butuh waktu lama panggilan langsung di jawab.


"Kau sudah mendapatkan nya " ucap Werren di sebrang sana.


"Sudah tuan, apa aku perlu ke sana " ucap nya .


"Temui aku di mansion ku sekarang aku pulang " ucap Werren, tanpa menunggu jawaban dari orang di sebrang sana Werren sudah memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


"Baik tu,,,, " belum juga dia selesai bicara sambungan telepon berakhir.

__ADS_1


"Sabar, orang sabar di sayang Tuhan " ucap nya menenangkan diri dan tidak lupa dia langsung menyambar kunci mobilnya untuk segera pergi.


***


Sedangkan Werren yang akan meninggal kantor tiba-tiba asisten berada di ambang pintu.


"Ada apa " ucap Werren.


"Tuan saya sudah mendapatkan siapa pelakunya " ucap Daniel menunjukkan amplop coklat di hadapannya Werren.


"Okay, urus Kantor aku pulang lebih awal " ucap Werren langsung merampas amplop tersebut dan meninggalkan asistennya.


"Apa aku melakukan kesalahan " ucap Daniel bingung dengan sifat tuan nya kali ini.


Dan tidak perlu menunggu lama Karna jalan yang sedikit sepi mempermudah Werren untuk sampai lebih cepat dan benar saja saat dia sampai di mansion sudah ada mobil yang sangat dia kenali terparkir rapi di depan pintu utama.


"Tuan " sapa nya saat melihat Werren yang masuk.


"Langsung ke ruang kerja " ucap Werren berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh pria tersebut.


Saat sudah sampai di ruang kerja Werren yang tidak ingin berbasa-basi langsung pada inti.

__ADS_1


"Kau sudah mendapatkan pelaku nya " ucap Werren.


"Sudah tuan di sini " ucap nya langsung menyerahkan amplop yang dia bawa, Werren langsung menerima dan membukanya.


"Wanita ku " ucap Werren kemudian.


Kemudian Werren melihat hasil yang di berikan oleh asisten yang ternyata tida lengkap.


"Tidak heran " ucap Werren lagi , alat yang mereka miliki juga berbeda tidka secanggih pria yang duduk di hadapannya ini.


"Apa aku harus melakukan sesuatu tuan " ucap nya .


"Sepertinya tidak, awasi saja dia " ucap Werren.


"Jika seandainya terjadi sesuatu padanya apa aku harus membantu atau sebaliknya " ucap nya lagi, pertanyaan macam apa itu Werren bahkan sampai menatap tajam asistennya kali ini.


"Jika dia dalam bahaya tentu saya kau harus membantu " ucap Werren dengan nada kesalnya .


"Tapi sepertinya nona Aqeela tidak seperti pada wanita umumnya " ucap nya lagi, Werren diam memikirkan ucapan yang asistennya katakan Karna Aqeela sangat berani .


"Jika dia butuh bantuan bantu dia tapi jika tidak tetap awasi dan lakukan sesuatu tanpa sepengetahuan nya " ucap Werren lagi.

__ADS_1


"Baiklah " ucap asistennya, setelah selesai dia langsung pamit undur diri.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain


__ADS_2