2A ( AQEEL & AQEELA )

2A ( AQEEL & AQEELA )
Part 41


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba di mana Winda dan Aqeel akan segera sah menjadi suami istri.


Di sebuah kamar seorang wanita yang sudah di make up dengan sedemikian rupa membuat nya tampil cantik .


"Kaka cantik deh " puji seorang wanita yang dari tadi memperhatikan Winda di make up.


Winda yang mendengar itu pipi nya langsung bersemu merah Karna malu di puji begitu adik ipar nya , siapa lagi jika bukan Aqeela .


"Aqeela juga cantik " ucap Winda, jika wanita lain di puji akan malu maka tidak untuk Aqeela dia langsung tersenyum bangga toh memang benar dia cantik sejagat raya .


"Iya dong Aqeela kan memang cantik " ucap Aqeela dengan percaya diri nya Aurel dan Dira yang mendengar itu rasanya ingin muntah secara bagaimana bisa mereka memiliki sepupu yang begitu narsis .


Dira adalah kembaran dari Derren putra putri dari Domani dan istrinya yang kebetulan istri Domani juga memiliki saudara kembar mungkin itu sebabnya dia memiliki peluang yang besar saat sama-sama memiliki keturunan kembaran bahkan mereka memiliki saudara kembar.


Dira yang datang Beberapa hari yang lalu setelah kedua orang tua nya datang lebih dahulu ke di tempat kediaman keluarga besar mereka .


"Kaka kami harap Kaka tidak seperti Aqeela suatu saat nanti " ucap Dira yang sudah hafal di luar kepala sifat Aqeela yang di luar nalar manusia..


Karena bukan Aqeela namanya jika tidak melakukan hal aneh yang membuat mereka kehabisan stok Sabar.


"Jangan denger mereka Kaka " ucap Aqeela tidak terima jika kaka ipar nya di hantui oleh saudara sepupu nya dia kan tidak nakal paling dikit saja nakal nya.


Sedangkan di lantai bawah semua tamu undangan sudah hadir ingin menyaksikan acara pernikahan penerus Benata grup yang memiliki perusahaan di mana-mana.


Tidak hanya para tamu undangan pak penghulu juga sudah hadir di sana ingin menyaksikan acara sakral antara dua mempelai .


"Bagaimana boleh kita mulai " ucap pak penghulu Karna sekarang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi .


"Sebentar kami akan memanggil calon pengantin wanita nya dulu " ucap Devan langsung menghampiri Ara istrinya untuk memanggil calon menantu mereka.


Langsung saja Ara menuju lantai atas untuk memanggil calon mempelai wanita Karna pernik akan segera di mulai.


"Apa sudah selesai " ucap Ara saat sudah berada di dalam ruangan di mana Winda sedang di make up oleh petugas makeup ternama.

__ADS_1


"Sudah nyonya " ucap petugas makeup .


"Kalau begitu ayo kita turun acara akan segera di mulai " ucap Ara .


Winda yang mendengar itu langsung bangun dari duduknya entah lah tiba-tiba dia berkeringat dingin apa semua wanita merasakan hal yang sama seperti nya jika akan menikah dengan pilihan mereka .


Ini saja dia sudah berkeringat dingin lalu bagaimana saat dia melakukan tugas nya nanti dia tidak bisa membayangkan hal itu apa dia siap.


Sedang Aqeela dan Dira yang merasakan telapak tangan Winda berkeringat dingin mereka paham jika Winda gerogi dengan semua ini .


Saat mereka menuruni anak tangga semua mata tamu undangan langsung tertuju pada seorang wanita cantik yang menggunakan gaun putih hasil desainer Vanya dan tidak hanya Winda yang menjadi pusat perhatian tiga dara yang mengiringi calon pengantin wanita yang tidak kalah cantik dengan Winda.


Aqeel yang melihat Winda tampil sangat cantik sampai tidak sadar jika Winda sudah berada di samping nya .


"Kaka ingat ngedip kak " ucap Aqeela dan benar saja Aqeel langsung mengedipkan mata saat sudah sadar dari kekaguman nya.


Devan yang melihat putra nya jadi mengingat dirinya saat pertama kali bertemu dengan wanita yang sudah mencuri perhatian nya siapa lagi jika bukan istrinya Ara .


"Bisa di mulai sekarang " ucap pak penghulu .


Berhubung Winda tidak memiliki orang tua dengan terpaksa harus menggunakan wali hakim.


Pak penghulu mengulurkan tangannya dan dengan senang hati Aqeel menerima uluran tangan pak penghulu.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan saudara Aqeel putra Ryan dengan ananda Widia Ningsih binti Angga Wijaya dengan mas kawin 50 gram dan uang 5 triliun di bayar tunai " ucap pak penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Widia Ningsih binti Angga Wijaya dengan mas kawin tersebut tunai " ucap Aqeel dengan lantang .


"Bagaimana para saksi sah " ucap oak penghulu .


"SAHHHH " ucap Aqeela dengan lantang semua tamu undangan langsung memandang ke arah Aqeela sedangkan yang di tatap acuh tak acuh saja dan tak lama kemudian akhirnya semua para tamu undangan langsung berkata .


"SAHHHH " ucap mereka semua .

__ADS_1


"Alhamdulillah " ucap pak penghulu dan langsung mendoakan dua mempelai yang sekarang sudah sah menjadi suami istri.


Dan saat kata sah terucap dengan lantang saat itu juga air mata Winda berjatuhan dia menangis bukan sedih tapi bahagia akan memiliki keluarga yang utuh setelah semua itu hilang dan sudah lama tidak dia rasakan kehangatan kelembutan dan kasih sayang dari orang tua.


Sekarang proses pemasangan cincin berlian di jari manis Winda yang sangat pas dan cantik yang sudah sempurna melingkar di jari manis Winda .


Dan setelah acara demi acara di lewati akhirnya sekarang saatnya tamu undangan Menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh pemilik acara .


Saat mereka menikmati hidangan pria yang duduk di pojok depan sejak tadi memperhatikan seorang wanita yang sedang menikmati hidangan bersama dua wanita lain di sisi nya saat salah satu dari mereka yang menyadari itu dia langsung dnegan cepat mengalihkan pandangannya dan pura-pura fokus dengan makanan .


"Aqeela " ucap Dira .


Aqeela yang semuanya fokus menyantap makanan langsung mengangkat pandangan dan tidak lupa dengan mulut penuh dia berkata .


"Ada apa " ucap Aqeela


Mereka memang sepakat tidak memanggil Aqeela Kaka Karna Aqeela tidak ingin terlihat lebih tua dari sepupu nya walau itu memang kenyataannya tapi Aqeela tetap pada pendiriannya tidak ada yang memanggil Kaka diri nya.


"Apa kau mengenal nya " ucap Dira menunjuk seorang pria yang duduk di ujung sana dengan garpu nya .


Aurel langsung dengan cepat menurunkan garpu yang Dira tunjukkan ke arah nya .


"Dira turunkan garpu mu " ucap Aurel


"Di mana " ucap Aqeela langsung melihat seorang pria berkulit putih hidung yang Mancung dan ah sudah lah.


"Cih biasa saja kau menatap nya " ucap Dira saat Aqeela menatap pria tersebut dnegan mata tajamnya .


Tapi bukan nya menghentikan Aqeela malah langsung mendekati pria yang memperhatikan nya ?


Mereka yang melihat itu langsung panik Secara itu belum tentu benar bukan mereka langsung menyusul Aqeela yang menghampiri pria tersebut.


Kira-kira apa yang akan Aqeela lakukan di sana ?

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon dukungan nya 🙏


__ADS_2