
Setelah selesai sarapan pagi bersama dengan bertambahnya anggota baru di mansion mereka langsung berkumpul di ruang keluarga yang tidak ada memulai bicara sejak 10 menit yang lalu.
"Emmmm " seseorang berdehem mungkin sengaja atau memang ingin menormalkan suara.
Mereka langsung menatap Aqeela yang di tatap malah dengan santai meneguk air susu yang di siapkan oleh bibik untuk nya dan demi minta susu biar tidak bikin sendiri Aqeela harus kerja keras untuk mendapatkan Tania harus mengaduk sendiri nasib anak sultan tapi harus mandiri dan itu mereka walaupun begitu uang saku tetap dapat dati Daddy tercinta dan tak lupa uang beli ponsel masuk tabungan.
"Kenapa " ucap Aqeela setelah selesai meneguk susu nya.
"Eeemmm semua nya Aqeel ingin mengatakan sesuatu " ucap Aqeel membuka suara setelah sekian lama terdiam.
"Katakan " ucap Devan.
Sedangkan Aqeela dan Ara hanya diam menyimak apa yang akan di ucapkan oleh Aqeel dan begitu pun yang Winda yang diam mungkin dia tidak nyaman berada di sana apa lagi setelah tuan rumah yang terjatuh dati kasur.
"Aqeel ingin menikah " ucap Aqeel.
Deg ....
Jantung Winda yang mendengar itu langsung berhenti berdetak untuk beberapa detik dia Bingung bleng tidak tahu apa yang harus dia lakukan di sana
Sedangkan Aqeela yang mendengar itu langsung menatap Winda yang hanya diam membisu tidak tahu harus mengatakan apa.
"Siapa wanita itu " ucap Devan lagi.
Tapi mata mereka tertuju pada wanita yang langsung menundukkan pandangan yang sudah menahan sesuatu yang ingin keluar dari persembunyiannya .
"Yang jelas dia wanita yang sangat tangguh dan Aqeel sudah mengagumi sejak lama " ucap Aqeel lagi.
Tes .....
Dengan cepat Winda menghapus air mata yang jatuh di pipi mulusnya tapi gerakan cepat Winda masih mereka sadari .
Jujur Winda juga tidak tahu kenapa dia begitu sensitif saat mendengar kata menikah apa mungkin karna kegagalan dengan pria bangsat itu atau dia sudah nyaman pada pria yang baru dia kenal tapi seperti mereka mengenal Sangat lama satu sana lain.
"Apa Aqeela mengenal nya Kaka " ucap Aqeela yang sudah tersenyum misterius.
Ara yang melihat senyum putrinya langsung menatap Winda yang menunduk dengan tangan yang memainkan Pakaian nya.
"Emmmm seperti nya sedikit " ucap Aqeel lagi.
"Sudah berapa lama kau mengenal nya " ucap Devan lagi.
"Eeeemmm tidak lama tapi Aqeel sudah memperhatikan sejak lama " ucap Aqeel lagi.
__ADS_1
Rasanya sesuatu semakin sesak di dada Winda mendengar pembicaraan yang tidka penting menurut nya dan tidak hanya itu dia juga sangat kecewa pada Aqeel yang dia kira tidak seperti pria di luar sana Tapi dia salah besar .
"Kapan kakak akan menikah dengan nya " ucap Aqeela .
"Secepat mungkin " ucap Aqeel lagi
Winda langsung bangun dari duduk nya dan berniat untuk pergi saja dari sini karena sudah tidak tahan mendengar semua ini.
"Maaf saya harus pergi sekarang " ucap Winda tapi sebuah tangan kekar langsung menahan nya.
Winda langsung menatap Aqeel yang menahan diri nya untuk pergi dengan senyum yang manis Aqeel menatap wajah Winda yang sudah berkaca-kaca apa dia begitu kejam sudah membuka wanita nya sedih .
"Kau ingin pergi ke mana " ucap Aqeel.
"Restoran, apartemen , kantor polisi " ucap Aqeel lagi
"Apartemen " ucap Winda asal
"Kau yakin Ingin ke apartemen bagaimana jika mereka datang lagi kau tidak ingin tinggal di sini dan menjadi anggota keluarga kami " ucap Aqeel.
Blengggg ...
Bukan nya paham Winda malah bleng otak nya tidak bisa mencerna apa yang terjadi sekarang.
"Nak Winda duduk lah mari kita bicara baik-baik nak " ucap Ara.
"Winda Will you marry me " ucap Aqeel langsung berjongkok di hadapan Winda dan tidak lupa sebuah cincin berlian berada di tangan nya pertanda jika dia serius.
"Apa-apa ini kenapa tidak menunggu kedatangan kami " ucap seseorang yang datang dari arah pintu utama dan di ikuti oleh anggota keluarga yang lain.
"Yuhuuuuu Vanya mommy Aurel yang cantik jelita sejagat raya sampai " teriak Vanya.
"Aunty ,,,, Aurel " teriak Aqeela langsung berlari menghampiri sepupu nya.
"Dari dulu sampai sekarang barbar tidak hilang " ucap Ara .
"Bunda daddy " ucap Ara dan di ikuti oleh Devan.
"Aurel kenapa kau tidak bilang jika akan datang kemari " ucap Aqeela .
"Mom yang berencana ini secara ada yang lamaran dadakan untung saja kami tidak terlambat iya kan grandma " ucap Aurel .
"Iya jadi kita bisa menyaksikan semua ini " ucap Dinda lagi
__ADS_1
"Cucu grandpa sudah ingin menikah ternyata " ucap Dominic.
"Jangan bilang jika kalian baru sampai " ucap Ara .
"Iya dong kami rindu dengan ponakan ku " ucap Vanya .
Sedangkan Winda hanya bisa tersenyum saat seorang wanita paruh baya yang di panggil grandma menatap nya dengan kelembutan.
"Tuhan aku rindu dengan semua keluarga nya "
Mereka semua langsung duduk di sofa keluarga yang ada di mansion utama keluarga Ryan tapi baru juga merek duduk seseorang datang lagi.
"Sorry sorry apa kami terlambat " ucap seorang .
"Uncle D " ucap Aqeela.
Siapa lagi jika bukan Demian dan Domani yang datang bersama keluarga kecil mereka masing-masing.
"Hy ponakan cantik uncle " ucap mereka.
Sekarang mereka sudah berkumpul di mansion mereka tanpa sepengetahuan mereka tapi Aqeela langsung menatap seseorang yang duduk tenang di sana siapa lagi jika bukan mom tercinta.
"Apa mommy ku yang menghubungi kalian " bisik Aqeela pada Aurel.
"Sepertinya iya " ucap Aurel.
Kembali lagi pada Aqeel dan Winda yang masih belum menjawab lamaran dadakan ini.
"Winda di hadapan semua anggota keluarga ku aku Aqeel putra Ryan ingin menjadikan mu istri ku menemani hidup dan mati " ucap Aqeel .
"WILL YOU MARRY ME " ucap Aqeel dengan lantang .
Tes ....
Jika dulu dia berpikir semua pria sama brengsek maka kali ini dia mencabut ucapan nya Karna dari seribu ada satu yang tidak brengsek seperti sebelumnya dan dia ada di hadapannya Sekarang.
"Winda " ucap Aqeel Karna dia tidak mendapat jawaban atau penolakan tapi hanya air mata yang terus menetes membasahi pipi Winda.
Apa itu tangis bahagia atau sedih ?
"Kau bisa memikirkan itu terlebih dahulu sayang kami tidak memaksa Karna kami yakin apa pun keputusan mu kami akan terima " ucap Ara lembut .
Winda langsung menatap Aqeel yang masih berada di posisi nya semakin dalam dia memperhatikan mata Aqeel tidak ada kebohongan yang dia dapat seperti seseorang sebelum nya.
__ADS_1
"Aku mohon maaf "
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya