
Saat Aqeela berjalan dengan cepat ingin masuk ke restoran kembali menyusul saudara kembarnya tiba-tiba dari arah berbeda seseorang menabrak nya
Bughhhh .....
Bukan nya minta maaf pria yang menabrak Aqeela langsung pergi begitu saja.
"Hi" ucap Aqeela .
Enak saja sudah menabrak diri nya bukan nya minta maaf telah menabrak tubuhnya dia malah pergi tapi tunggu dia sempat mendengar sesuatu yang sebelum dia berbalik badan.
( Flashback on )
Saat Aqeela dengan langkah bahagia ingin masuk dalam restoran dia melihat seorang pria yang berada depan pintu masuk restoran sambil memperhatikan seseorang di bangku paling pojok saat Aqeela memperhatikan arah pandang dan saat Aqeela ingin menegur pria tersebut dia langsung mengurung niat saat mendengar ucapan pria tersebut.
"Aku akan pastikan kau akan hancur ini masih awal dari segala " ucap pria tersebut.
"Akan ku pastikan dia akan mati " ucap nya langsung membalikan badan dan
Bugh .....
( Flashback off )
"Maksud siapa yang akan mati " ucap Aqeela sambil memperhatikan arah yang dia perhatian dan tiba-tiba matanya terbelalak saat melihat arah pandang pria yang tidak dia kenali itu.
"Kaka " ucap Aqeela.
Aqeela langsung mencari seseorang berbaju hitam dan tidak lupa dia menggunakan topi untuk menutup wajahnya yang jika Aqeela lihat dia cukup tampan dan bukan orang biasanya Karna dia wajahnya cukup bersih jika di bilang pria berandalan.
Karna tidak menemukan pria yang dia cari Aqeela langsung masuk untuk menghampiri dia sejoli yang sekarang mulai asik entah apa yang mereka bahas itu.
"Qeela kau sudah selesai " ucap Aqeel yang melihat Aqeela berjalan mendekati mereka tapi sesekali dia melihat ke arah lain dan hal itu membuat Aqeel menyernyit dahi bingung.
"Qeela kau sudah kembali " ucap Winda lagi.
Bukannya menjawab pertanyaan dari salah satu antara mereka Aqeela malah mengajukan pertanyaan lain pada Winda.
"Kaka pulang sendiri " ucap Aqeela Dengan wajah bingung Winda mengangguk kepala.
"Aqeela kau baik-baik saja " ucap Aqeel secara dia melihat jika Qeela aneh saat kembali dari membeli ponsel baru.
Jelas dia tahu secara Aqeela sudah membawa paper bag bertuliskan ponsel D dan dia menebak jika dia mendapatkan secara gratis Aqeel tidak akan mau keluar uang walau sudah di beri satu kartu oleh Daddy yang selalu menuruti apa kemauan Aqeela itu.
"Kakak ini sudah larut bagaimana jika kita pulang saja " ucap Aqeela .
Lagi-lagi Aqeela tidak menjawab dia malah mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Iya benar juga besok aku harus datang ke perusahaan biar aku bayar dulu " ucap Winda saat melihat jam tangannya yang sudah larut malam.
"Biar aku saja yang bayar " ucap Aqeel langsung bangun dari duduk nya menuju kasir untuk membayar makanan mereka
__ADS_1
"Tapi .... " ucapan Winda langsung terpotong oleh Aqeela.
"Tidak apa-apa calon kaka ipar uang kaka banyak jadi harus Kaka yang bayar " ucap Aqeela .
Walau dia merasa setelah ingin akan tidak baik-baik saja tapi sebisa mungkin dia akan tenang.
Saat sudah selesai Aqeel langsung kembali di mana Aqeela dan Winda berada.
"Kakak pulang ke mana " ucap Aqeela.
"Apartemen " ucap Winda.
"Kakak mengendarai mobil sendiri bukan " ucap Aqeela .
Lagi-lagi Winda mengangguk membenarkan apa yang di ucapkan oleh Aqeela.
"Mana kunci mobil Kaka biar bersama kak Winda Aqeela biar mengikuti dari belakang " ucap Aqeela sambil meminta kunci mobil mommy nya .
"Jangan-jangan Tidak apa jika aku pulang sendiri " ucap Winda menolak apa yang Aqeela katakan.
"Ini kunci nya, mana kunci mobil mu " ucap Aqeel meminta kunci mobil Winda.
Karna Sekarang Aqeel mengerti kenapa Adiknya berubah karena saat dia berada di kasir dia melihat seorang pria yang bertingkah laku aneh sambil memperhatikan seseorang dan saat dia melihat ke arah pandangan ternyata arah Winda.
"Ini " ucap Winda sambil menyerahkan kunci mobilnya dengan ragu.
"Jangan khawatir kan Qeela Kaka tenang saja Aqeela akan aman " ucap Aqeela dengan percaya diri nya
"Ayo kita pulang " ucap Aqeela .
Rasanya dia tidak sabar melihat wajah asli pria penguntit yang menggunakan masker itu jika tampan dia akan buat wajah nya jadi tambah tampan dan jika jelek dia akan membuat wajah pria itu semakin jelak .
"Silahkan masuk " ucap Aqeel sambil membuka pintu mobil untuk Winda Masuk.
Sebelum Aqeel masuk dalam mobil Aqeel memperhatikan seseorang yang sudah berada dalam mobil hitam yang siap untuk mengikuti mereka.
Saat Aqeel sudah masuk dalam tiba-tiba ponselnya bergetar satu notifikasi masuk Aqeel langsung membuka nya.
Aqeela
Kakak arah kiri Qeela arah kanan kita lihat siapa yang dia incar.
Aqeel
Okeh hati-hati jangan melakukan hal ceroboh saat kakak tidak bersama mu jika kau sayang kakak.
Aqeela
Okeh
__ADS_1
Dan setelah mengirimkan pesan sesuai dengan apa yang mereka rencanakan jika Aqeel belok kiri dan kanan untuk Aqeela
Sedangkan mobil hitam yang mengikuti mereka dari tadi langsung belok ke arah kiri dan benar dugaan Aqeela jika yang di incar adalah Winda dan Aqeel.
Aqeela yang melihat itu langsung putar balik mengikuti mobil hitam yang mengikuti mobil Aqeel dan Winda.
"Kau yang memaksa jadi siap siap lah wahai pemirsa " ucap Aqeela sambil mengikuti mobil hitam .
Sedangkan Aqeel yang menyadari jika dia yang di ikuti langsung mengirim pesan pada adiknya .
Aqeel
Bagaimana
Aqeela
Persimpangan nanti belok saja tanpa beri aba-aba setelah itu cepat putar balik saat dia tidak memiliki akses untuk putar balik dan Aqeela yang urus sisa nya .
Aqeel
Okeh
Tapi Aqeel tidak akan membiarkan adiknya seorang diri dia langsung menghubungi seseorang dan tanpa menunggu lama seseorang di sebrang sana langsung menjawab panggilan dari nya.
"Hello sayang" ucap Ara di sebrang sana.
"My Aqeela " ucap Aqeel .
Sebenarnya Aqeel ingin mengatakan segala nya tapu dia tidak ingin jika Winda di sampingnya akan khawatir.
"Coba lihat kaca spion mu " ucap Ara dan benar saja jika mom dan dad sudah berada di belakang mobil Aqeela.
Aqeel langsung tersenyum setidaknya dia lega jika Aqeela tidak sendiri sekarang.
"Jaga wanita mu biar mom dan dad yang jaga adikmu " ucap Ara sebelum panggilan berakhir.
Sedangkan Winda yang melihat Aqeel tersenyum langsung mengatakan mengatakan sesuatu yang dari tadi membuat bingung.
"Aqeel apa semuanya baik-baik saja " ucap Winda tenang Karna tidak menyadari jika mereka sedang di ikuti oleh seseorang yang tidak mereka tahu identitas nya.
"Tentu saja " ucap Aqeel langsung belok kiri.
"Aqeel kenapa harus belok " ucap Winda langsung panik dia takut jika Aqeel berbuat jahat padanya dia masih belum siap untuk kehilangan segalanya.
Sedangkan mobil hitam yang mengendarai mobil yang lumayan tinggi tidak bisa mengikuti Aqeel yang belok tanpa aba-aba dan saat itu tiba Aqeela langsung langsung menabrak mobil hitam di depan nya yang membuat mobil hitam tersebut terseret
"Astaga putri ku "
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya
__ADS_1