
9 bulan kemudian.
Di mansion Ryan, heboh dengan teriakan seorang wanita yang merintih kesakitan dengan keadaan perut yang buncit dan tak lupa dress yang dia gunakan sudah basah oleh air ketuban.
"To-long " rintih seorang wanita kesakitan.
Ara yang sedang ingin ke kamar samar-samar dia mendengar seorang mi ta tolong, dan tiba-tiba dia langsung teringat dengan menantu wanitanya.
"Winda " pekik Ara langsung berlari membuka pintu, dan matanya langsung terbelalak saat melihat menantu perempuan yang sudah kesakitan.
"My to-long " lirih Winda, bahkan di sudah tak mampu menahan sakit yang dia derita.
"Sayang, bertahan lah " ucap Ara sambil membantu memapah menantunya dengan hati-hati.
"Bibik Tolong " teriak Ara menggelegar, maid langsung berlari menghampiri nyonya mereka.
"Nyonya " panik bibik, bahkan nafasnya masih memburu, Karna menaiki anak tangga dengan berlari.
"Tolong bawa tas besar itu, Winda ingin melahirkan " beri tahu Ara, kebetulan para suami mereka sedang bekerja jadi mereka panik.
"Baik nyonya " patuh nya, dengan hati-hati Ara memapah Winda di bantu dengan maid lain dan maid lain mencari kunci mobil.
"Nyonya pak Ujang sedang izin belanja dengan kepala pelayan " beritahu maid yang sudah membawa kunci mobil.
"Biar aku yang nyetir, sayang tunggu di sini mom akan ambil mobil " ucap Ara, dan langsung berlari menuju garasi mobil, dan saat sudah berhenti tepat di pintu utama Ara langsung keluar membantu maid yang kesusahan memapah menantunya.
"Hati-hati " pesan nya, saat Winda yang duduk di bangku penumpang, dan di ikuti oleh maid yang menenangkan Winda .
Setelah semua masuk Ara langsung berlari menuju kursi kemudi, dan langsung menancap gas setelah memberi perintah untuk berpegang.
Krikkk
Mobil yang di bawa oleh pak Ujang langsung rem mendadak saat melihat mobil lain keluar dengan kecepatan tinggi.
"Astaga pak Ujang hati-hati " kesal ketua pelayan.
"Maaf, itu nyonya dengan nona Winda " beritahu pak Ujang, yang melihat jelas siapa di dalam mobil tersebut.
"Nona ingin melahirkan pak " panik ketua pelayan.
"Cepat hubungi tuan muda " pak Ujang langsung putar balik mengikuti mobil yang di kendalikan oleh nyonya besar mereka.
"Pegangan, astaga nyonya cepat sekali " ucap pak Ujang tak habis pikir, bahkan ketua pelayan sudah berpegang erat dengan ponsel yang menempel di telinganya.
***
Sedangkan di ruang rapat, seorang pria tampan yang sedang mengamati penjelasan dari sekretaris, tiba-tiba ponselnya berdering.
__ADS_1
"Lanjutkan saja " titahnya, dan Aqeel melihat ID penelpon, dan menyernyit dahi bingung kenapa ketua pelayan menghubungi nya, walau bingung dia tetap menjawab panggilan tersebut.
"Tuan, nyonya, ... " panik orang di sebrang sana, bahkan Aqeel langsung berdiri dari duduk nya menyebabkan semua mata tertuju pada nya.
"Bibik ada apa, katakan pelan-pelan " ucap Aqeel dia tidak memperdulikan banyak mata yang menatap bingung.
"Nyonya Winda ingin melahirkan, tolong cepat tuan nyonya besar sedang membawanya ke rumah sakit BENATA " beritahu ketua pelayan.
"Aku akan ke sana " tanpa berkata apa-apa, Aqeel langsung keluar dari ruangan meeting dan masuk kembali Devan yang akan menggantikan putra nya.
"Maaf, menantu saya ingin melahirkan, jadi saya yang akan menggantikan putra saya " jelas Devan dan mendapat anggukan kepala oleh semua orang, mereka tahu pria tampan itu akan di karuniai buah hati yang pertama jadi mereka harap maklum.
Meeting berlanjut sampai selesai di gantikan oleh Devan yang sangat profesional tidak jauh berbeda dengan sang putra.
***
Sedangkan Aqeel yang sudah sampai di area rumah sakit langsung berlari dan melempar kunci mobilnya dengan satpam yang bertugas biar mereka yang memarkirkan mobilnya.
"Tuan " panggil pak Ujang, Aqeel semakin mempercepat langkahnya menghampiri oak Ujang
"Di mana istri ku " panik Aqeel, pak Ujang langsung menunjukkan di mana ruangan nyonya mereka.
"Mom" ucap Aqeel, rambut yang acak acakan dan dia berharap jika dia belum terlambat, belum juga Ara menjawab pintu ruang persalinan kembali terbuka keluar dokter yang sudah siap akan melakukan tugasnya.
"Maaf tuan dengan suami nyonya Winda " dan langsung di anggukkan kepala oleh Aqeel.
"Mas, sakit " rintihan Winda, Aqeel langsung sigap menggenggam tangan istri nya.
Cup
Cup
Cup
"Maaf sayang mas hampir saja terlambat " ucap Aqeel .
"Nyonya sudah saat nya mengejan " instruksi dokter yang langsung di lakukan oleh Winda.
"Aaaaarrrrrrggggggg " teriak Winda, bahkan dia sampai menggenggam dan manarik rambut suaminya menumpahkan rasa sakit nya.
"Sekali lagi nyonya " ucap dokter.
"Aaaaarrrrrrggggggg "
Oek Oek Oek
Aqeel bahkan sampai meneteskan air mata bahagia, saat pertama kali melihat bayi mungil yang lahir.
__ADS_1
"Sekali lagi nyonya " ucap dokter.
"Sayang kau pasti bisa " ucap Aqeel, dia selalu mengucapkan kata cinta pada istri ya dan hanya sekali mengejan bayi kedua lahir dengan jenis kelamin laki-laki.
Oek Oek Oek
"Selamat tuan nyonya, bayinya berjenis kelamin laki-laki " ucap dokter.
"Alhamdulillah " syukur mereka tak henti-hentinya Aqeel mengecup wajah istrinya yang berkeringat berjuang demi dua putra mereka.
Dan winda langsung di pindahkan di ruang inap, dengan Aqeel yang selalu berada di sisi istri tercinta.
"Mas maaf soal tadi " ucap Winda sedih saat sudah di pindahkan di ruang inap, secara dia menarik rambut suaminya yang semakin berantakan Karna nya,
"Tidak apa sayang, ini tidak sesakit yang kau rasakan, aku senang bisa merasakan sakit bersama mu walau aku tidak merasakan perjuangan melahirkan " ucap Aqeel yang membuat Winda terharu.
"Terima kasih sayang " lanjut Aqeel mencium sayang kening istrinya.
"Kau harus menjaga mereka dengan baik, jangan sampai cucu dan menantu mommy sedih, awas saja " ancam Ara.
"Pasti mom " ucap Aqeel yakin .
"My terima kasih sudah selalu bersama Winda, dan membantu Winda " ucap Winda bahagia.
"Tentu saja sayang, katakan saja pada mommy apa pun termasuk jika suamimu buat masalah biar mommy Potong burung nya " membuat Aqeel secara refleks menyilang kedua tangan nya menutup aset berharga nya,.
Dan tak lama pintu ruangan terbuka masuk dia suster dnegan dua bayi mungil yang mereka dorong menggunakan tempat bayi.
"Nyonya, ini bayi pertama dan ini bayi kedua, selamat tuan nyonya " ucap suster.
"Terima kasih sus " ucap Winda.
"Jika bayi sudah bangun, jangan lupa untuk di beri asi nyonya, kami permisi " pamit suster, dan di balas anggukan kepala oleh Winda dan yang lain.
"Sayang, mereka sangat tampan " puji Ara pada dua cucu nya.
"Tentu saja Mom, Aqeel kan Tampan jadi putra putra Aqeel pasti tampan " narsis Aqeel, Ara langsung memutar bola mata jengah dengan ke narsis putra nya.
"siapa nama cucu ku " ucap Devan yang baru saja sampai setelah menggantikan putranya memimpin rapat.
"Aland untuk Kaka dan Alend untuk adik " ucap mereka bersamaan.
"Welcome baby A " sambut mereka bersamaan.
Yang menunggu kelanjutan Novel Aqeela family bisa langsung di cek profil berjudul twins baby ya reader kesayangan otor 🥰 semoga puas dengan extra part kali ini 😍 di tunggu kedatangan di twins baby 🙏
__ADS_1