
Jika di mansion pria tampan bernama Werren sedang bahagia maka berbanding balik dengan di mansion utama Ryan seorang wanita yang kesal bukan main tak henti-hentinya wajahnya di tekuk tapi tiba-tiba pintu kamarnya di buka oleh seseorang tanpa permisi.
"Putri mommy masih marah " ucap seorang wanita yang berjalan dengan tangan yang dia sembunyikan di belakang.
Aqeela masih betah membelakangi seseorang yang masuk siapa suruh membuat kesal.
"Dad dan mommy punya sesuatu Lo tapi sepertinya Aqeela marah pada mommy baiklah mom kembali saja pada Daddy " ucap Ara, ingin berbalik badan tapi ..
"Mommy " teriak Aqeela langsung memeluk tubuh mommy nya enak saja mau di kembali kan itu milik nya.
"Qeela kan masih marah sama mommy " ucap Ara dengan senyum yang mengembang dari kecil sampai dewasa memang tidak pernah berubah, kalau masalah hadiah uang hilang sudah semua nya bahkan yang sedang merajuk pun hilang entah kemana.
"Mana ada Aqeela marah " ucap Aqeela.
"Terus tadi apa dong " ucap Ara lagi, dan saat itu Devan uang sudah rapi dengan pakaian santai melihat di wanita kesayangan saling pelukan terutama Aqeela.
"Sepertinya Daddy ketinggalan " ucap Devan yang melihat itu.
"Daddy liat mommy katanya ada hadiah tapi mommy nakal " adu Aqeela
"Sudah, sudah ayo kita makan malam dulu " ucap Ara masih menahan sesuatu yang dia sembunyikan, sedangkan Devan hanya tersenyum melihat itu.
__ADS_1
Saat mereka di meja makan Aqeela dengan lahap makan yang ada di pikirannya secepat mungkin dia harus menghabiskan makanan.
"Pelan-pelan tidak ada yang merebut hadiah mu " ucap Devan yang tahu betul sifat putrinya ini.
Dan bener saja saat sudah menyelesaikan acara makan mereka langsung berkumpul di ruang keluarga.
"Mom dad " ucap Aqeela .
Karna tidak ada yang mulai bicara malah asik nonton televisi yang tidak menatap sekali menurut Aqeela.
"Ha iya sayang tunggu sayang ini asik sekali " ucap Ara, ternyata membuat putri kesal menyenangkan.
"Baiklah " ucap Aqeela langsung bangun dari duduk nya lebih baik dia tidur nyenyak saja.
"Buka lah " ucap Ara .
Aqeela langsung duduk kembali di sofa dan langsung membuka amplop tersebut sedangkan Devan dan Ara melihat respon Putri.
"Huaaaa,,, mommy daddy " teriak Aqeela langsung memeluk tubuh kedua orang yang sangat dia sayangi.
"Kurangi merajuk mu, bersikap dewasa mulai Karna nasib mereka ada di tangan mu " ucap Devan .
__ADS_1
"Jangan ceroboh musuh ada di mana-mana " ucap Ara, setiap seseorang memiliki kekuasaan tinggi maka banyak yang ingin menghancurkan diri kita.
"Siap bos, nona Aqeela yang cantik jelita tidak akan nakal lagi, akhirnya jadi bos juga " ucap Aqeela.
Iya, amplop coklat berisi sebuah penyerahan jabatan yang di pimpin oleh Aqeela seterusnya setelah kantor cabang tidak memiliki pemimpin yang nyata dan ternyata itu di khususkan untuk Aqeela.
"Sejak kapan mom and dad menyiapkan segalanya " ucap Aqeela.
"Sejak kau dari Jerman " ucap Devan .
"Bener itu mom " ucap Aqeela, tentu saja Ara mengangguk jadi kenapa saat Aqeela pulang malah menjadi karyawan di perusahaan lain dan tidak di perusahaan Daddy tentu mereka akan melibatkan kinerja Aqeela mereka tidak sembarangan memberikan jabatan.
"Terima kasih mom dad, Aqeela akan menjaga semampu yang Aqeela bisa " ucap Aqeela .
"Itu harus " ucap Ara.
"Sekarang istirahat lah, besok kau harus mulai bekerja pengangguran " ucap Ara.
"Daddy liat mommy, sorry queen Ara yang cantik jelita nona Aqeela tidak pengangguran lagi " ucap Aqeela dengan bangga.
"Iya, iya iya baiklah nona Aqeela " ucap Ara.
__ADS_1
Next part selanjutnya KK dan berakhir pengangguran Aqeela hari ini