2A ( AQEEL & AQEELA )

2A ( AQEEL & AQEELA )
Part 21


__ADS_3

Sedangkan seorang pria tampan yang sedang berada di tepi jalan sambil memperhatikan satu persatu mobil yang masuk ke perusahaan.


"Apa dia tidak bekerja " ucap Aqeel.


Baru saja Aqeel berkata demikian sebuah mobil yang sangat dia kenali masuk ke arah perusahaan dan hal itu membuat Aqeel tersenyum akhirnya dia bertemu dengan wanita pujaan hatinya.


Aqeel langsung keluar dari dalam mobil dan dengan percaya diri Aqeel menghampiri seseorang yang baru saja keluar dari mobil putih nya.


"Selamat pagi " sapa Aqeel.


Winda yang merasa seseorang berbicara dengan nya langsung membalikan badan dan setelah melihat siapa yang berbicara Winda hanya datar saja.


"Permisi " ucap Winda .


"Winda " ucap Aqeel.


Jelas dia mengingat siapa nama wanita yang sudah mencuri perhatian saat pertama kali dia datang ke perusahaan ini dan dia jug yang membuatnya menerima tawaran kerja sama bersamanya.


"Jika tidak ada hal yang penting saya permisi " ucap Winda langsung meninggalkan Aqeel yang masih berdiri terpaku di sana.


Tanpa menoleh lagi winda langsung pergi meninggalkan Aqeel yang masih berdiri di sana mungkin Aqeel Bingung dengan sikapnya yang kasar tapi mulai sekarang dia harus melakukan itu demi dirinya sendiri.


Apa yang menyebabkan Winda menjadi dingin padahal sebelumya dia pernah melihat jika Winda adalah wanita yang ceria tapi tidak sampai satu bulan mampu merubah semua itu.


Dengan langkah perasaan kecewa Aqeel langsung pergi meninggalkan area perusahaan tersebut.


Sedangkan Winda yang sudah berada dalam ruangan dia langsung duduk di kursinya sebelum dia mengerjakan tugasnya dia melihat ponsel yang dari tadi terus bergetar.


Dimas


Aku tunggu di taman


08xxxxx


Kau memang bodoh kenapa kau begitu polos percaya pada pria yang sudah jelas tidak menyukai mu.


Aku harap kau tidak gila karna pria mu lebih memilih ku dan kau harus sadar diri kau hanya staf biasa kita beda level ibarat kau bumi aku Langit cihhhh menjijikkan


"Kurang ajar " geram Winda.


Seseorang yang dudu di samping Winda bahkan sampai terkejut secara Winda yang terkenal lemah lembut tapi sekarang dia berkata kasar .


"Winda apa aku tidak salah dengar " ucap Siti rekan kerja Winda .

__ADS_1


Bahkan dia sampai mencubit pipinya sendiri ingin membuktikan jika dia tidak salah dengar dan ...


"Auuuu " pekiknya


Kata orang jika kau menyakiti diri mu sendiri berarti dia tidak sedang mimpi dan ini nyata jadi dia tidak salah dengar jika wanita yang di kenal lemah lembut berubah menjadi kasar hanya dalam hitungan detik.


"Winda kau baik-baik saja " ucap Siti khawatir.


"Aku ada urusan mendadak jika oak Heru bertanya katakan padanya jika aku keluar sebentar " ucap Winda.


"Tapi kau ingin pergi kemana Winda " ucap Siti


Tanpa menjawab kemana dia pergi winda langsung pergi tanpa peduli jika dia akan di pecat jika keluar kantor tanpa izin terlebih dahulu.


"Astaga Winda aki harap kau tidak terkena masalah " ucap Siti melihat kepergian Winda yang tergesa-gesa.


Sedangkan winda yang sudah berada di perkirakan langsung masuk dalam mobilnya dan tanpa menunggu waktu lama winda langsung Menancap gas.


Dengan kondisi jalan yang senggang Winda menyetir mobil dengan Kecepatan tinggi bahkan banyak mobil yang kesal dengan winda yang nyetir secara ugal-ugalan.


"Maaf " ucap Winda Walau pengemudi lain tidak mendengar ucapan maaf darinya tapi Winda tidak peduli hal itu.


Sedangkan mobil sport yang melihat mobil putih yang di kemudi dengan kecepatan tinggi dia langsung mengejar karna dia sangat mengenal jelas mobil itu.


Tapi saat sudah sampai di area taman mobil putih langsung menghentikan mobilnya dengan langkah cepat dia memasuki area taman tanpa dia sadari jika seseorang mengikutinya.


Dan setelah menemukan seseorang yang dia cari winda langsung menghempiri nya.


"Cepat juga kau sampaikan padahal aku baru mengirim pesan 10 menit yang lalu " ucap seorang pria yang melihat kedatangan Winda.


"Apa yang kau inginkan , apa tidak cukup semua yang kau lakukan " ucap Winda .


"Hoooo,,,, santai Winda apa sekarang kau sedang pms " ucap Dimas.


"Itu tidak penting bagimu apa yang kau inginkan aku tidak ada waktu untuk mu " ucap Winda.


"Aku tahu itu kau sibuk kerja seperti orang gila tapi lihat apa yang kau dapatkan " ucap Dimas lagi.


Winda masih diam dengan menggenggam tangan sebisa mungkin dia menahan amarahnya.


"Ups,,, maaf maksud ku kau wanita pekerja keras yang dengan bodohnya aku mau dengan wanita seperti mu hang hanya staf biasa ya ampun mau di taruh di mana wajahku jika istriku seperti mu " ucap Dimas.


"Apa sudah selesai bicara " ucap Winda.

__ADS_1


"Dan satu lagi seharusnya memperhatikan diri mu " ucap Dimas.


"Sayang " ucap seseorang.


Mereka langsung melihat ke arah Suara dan di sana seorang wanita seksi sedang berjalan mendekati mereka.


"Sayang aku sudah menyuruhmu menunggu di mobil kenapa harus datang turun " ucap Dimas pada wanita yang berpakaian seksi.


"Tapi baby Kita tidak tenang di dalam sini mungkin dia tahu jika Daddy nya bertemu dengan wanita miskin " ucap wanita tersebut.


"Jaga ucapan mu " ucap Winda sambil menunjuk wajah sahabat nya .


"Hiks,,,, Hiks sayang mata ku " ucap nya sambil menutup mata nya .


"Sayang " ucap Dimas panik.


"Buka mata mu sayang " ucap Dimas.


Winda yang melihat itu sangat geram secara jarinya tidak menyentuh sedikit pun tapi lihat si wanita ulat akting seakan-akan jika matanya di tusuk oleh Winda.


" Kau " geram Dimas langsung melayangkan tangannya dengan refleks Winda memejamkan mata tapi Winda tidak merasakan tamparan apapun .


Pelan-pelan Winda membuka matanya dan sebuah tangan kekar yang menghentikan Dimas untuk menamparnya dan saat dia melihat siapa Ternyata pria yang dia temui di parkiran tadi


"Jika kau tidak menyukai jangan sakiti hatinya apa kau melukai fisik nya " ucap seorang pria .


"Siapa kau beraninya kau mengajariku " ucap Dimas langsung menarik tangan nya kembali.


"Itu tidak penting tapi aku akan mengingatkan satu hal pada mu kau akan menyesal sudah menyia-nyiakan wanita yang tulus demi wanita ulat seperti nya " ucap Aqeel.


"Dan kau sahabat macam apa kau dengan tega merebut pria sahabat mu sendiri demi kepentingan mu sendiri " ucap Aqeel pada wanita yang berpakaian seksi berbeda dengan Winda yang selalu berpakaian sopan .


"Ayo kita pergi " ucap Aqeel sebelum itu Aqeel menggenggam tangan Winda yang sudah menahan tangis.


"Kalian akan menyesal aku akan memastikan jika kalian akan datang berlutut di hadapan ku " ucap Dimas


Dan ucapan itu mampu menghentikan langkah kaki Aqeel yang ingin meninggalkan area taman Aqeel langsung berbalik dan tersenyum sebelum mengatakan sesuatu.


"Kita lihat saja nanti " ucap Aqeel tanpa menolah Aqeel langsung pergi menjauh dari sana.


Dimas semakin geram saat mendengar ucapan Aqeel yang seakan menantang nya siapa sebenarnya dia dengan berani meremehkannya .


Next part selanjutnya kak dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain dan mohon masukan dan saran nya

__ADS_1


__ADS_2