2A ( AQEEL & AQEELA )

2A ( AQEEL & AQEELA )
Part 60


__ADS_3

Aqeela yang masih tersadar langsung membuka matanya.


"My " ucap nya lirih .


"Cepat bawa masuk " ucap Devan langsung membuka lebar pintu utama biar memudahkan Werren untuk membawa Aqeela masuk.


"Kamar tamu, bibik Tolong bawa siapkan peralatan " teriak Ara menggema.


Dia cemas dia ini resiko jika ponsel putrinya mati dia tidak bisa mengakses apa pun untung saja dia mendapat kabar tapi Tuhan sangat menyanyi mereka, saat mereka lengah seseorang datang untuk menyelamatkan putri mereka.


"Hati-hati " ucap Ara saat mereka sudah berada di kamar tamu.


"My sakit " ucap Aqeela.


"Nyonya ini " ucap maid .


"Dad tolong bantu mommy " ucap Ara langsung menggunakan sarungnya dan begitu pun dengan Devan .


Werren berniat ingin pergi tapi tangannya di tahan oleh Aqeela yang meremas tangannya dengan kuat saat mom dan dad mulai bereaksi.


"Tahan sayang ini sedikit sakit " ucap Ara memberi aba-aba dan itu Aqeela semakin mempererat pegangan yang di ganti dengan lengan kekar Werren bahkan Werren rela berjongkok membiarkan wanita meremas lengan kekar nya.


"Tahan sayang " ucap Ara, dia tidak punya waktu untuk menghubungi Kaka nya atau siapa pun putrinya sudah sangat kesakitan.


"Sakit " ucap Aqeela dengan mata yang bercucuran, di baik kekuatan yang dia punya Aqeela sangat lemah lembut, Werren yang kasian melihat wanita kesakitan langsung mengusap tangan wanitanya seakan memberikan kekuatan dan tidak lupa dia menghapus air mata Aqeela yang bercucuran menahan sakit.


"Akhirnya " ucap Ara saat sudah menemukan peluru yang di masuk di tubuh putrinya.

__ADS_1


"Tolong tutup mata putriku " ucap Ara saat dia akan menjahit bahu putrinya, Werren langsung menutup mata Aqeela menggunakan tangannya.


Dengan lihai Ara menjahit luka tembakan tersebut, seakan Ara memang memiliki bakat di bidang kedokteran.


Werren yang memperhatikan itu bahkan sampai kagum saat dia menginjak kaki untuk yang pertama kalinya di mansion ini dia tidak menemukan sesuatu yang berbau rumah sakit tapi lihat kah wanita patuh baya di sampingnya melakukan dengan rapi dan bersih hati-hati .


Saat jarum kecil itu masuk dan menusuk satu persatu kulit Aqeela, Sampai sudah tidak ada luka Ara langsung menggunting benang tersebut yang sudah di serahkan oleh suaminya.


"Coba mom lihat di sini " ucap Ara langsung menyingkap pakaian Aqeela ternyata dia mendapat luka goresan panjang di bagian perut datar nya.


"Ya ampun, maafkan mommy sayang " ucap Ara Karan sudah lalai melindungi putrinya yang mendapat banyak luka dan memar di tubuhnya.


Wajar saja jika hal itu terjadi satu banding tim bola bahkan lebih walau terluka tapi Aqeela mampu mengalahkan mereka semua.


"Sakit " ucap Aqeela .


Memerlukan Waktu yang cukup lama untuk Ara mengobati putrinya dan setelah selesai Ara langsung menutup kembali baju putrinya.


"Sudah, sayang " ucap Ara, dan saat itu Aqeela langsung membuka Matanya tanpa harus melepaskan pegangan erat pada lengan kekar Werren.


"Maaf mommy terlambat " ucap Ara, Aqeela hanya mengangguk dia yang salah saat sudah memutuskan sambungan telepon dari mommy tanpa Sengaja dia menekan tombol off.


"Bisa kita bisa di luar " ucap Devan yang mampu membuat pria asing di sana menatap ke arah pria paruh baya di hadapannya.


"Baiklah, Aqeela aku harus bicara pada Daddy mu " ucap Werren tenang, dengan berat hati Aqeela melepaskan genggaman yang bisa di bilang pelukan erat tapi sebelum itu.


"Terima kasih " ucap Aqeela pelan, Werren tersenyum sambil mengangguk dan mengikuti Devan yang lebih dulu keluar.

__ADS_1


pelan-pelan mata Aqeela mulai redup dan benar saja dia langsung terlelap, Ara yang melihat itu minta maid untuk membawa pakaian ganti untuk putrinya dan dengan hati-hati Ara mengganti nya.


Ara langsung menghubungi Kaka nya untuk segera datang ke mansion nya dia tidak memberi tahu kenapa dan Sasa juga tidak bertanya dia akan datang 30 Menit lagi.


"Maafkan mommy sayang, mom akan membunuh mereka yang sudah melukai mu " janji Ara pada dirinya sendiri, sebelum meninggal putri nya Ara mencium kening putrinya dengan sayang dan tidak lupa dia menyelimuti tubuh putrinya.


***


Sedangkan Devan dan Werren yang berada Ir yang keluarga mereka saling pandang tidak ada yang mulai bicara seakan-akan mereka akan makan satu sama lain.


"Maaf tuan ini minumnya " ucap Maid bahkan dia sampai takut melihat tatap dua pria beda usia ini.


"Terima kasih bik " ucap Devan, sebelum maid untuk pergi.


"Sama-sama tuan " ucap maid, dan saat dia ingin ke dapur dia berselisih dengan Ara yang mungkin akan menanyakan dengan detail apa yang terjadi sebenarnya.


"Sebelumya maaf jika aku datang terlambat " akhirnya Werren membuka suara saat Ara juga sudah bergabung di sana.


"Walau kau datang terlambat tapi kau sudah menyelamatkan putri kami, terima kasih " ucap Ara lagi .


"Bisa kau ceritakan apa yang terjadi sesungguhnya " ucap Devan, percayalah dia sedih saat melihat putri kesayangannya terluka dia merasa gagal menjaga putrinya.


Werren menarik nafas dalam-dalam sebelum menceritakan apa yang terjadi dan setelah itu dia menceritakan dengan detail.


"Tenang saja semua sudah aku amankan " ucap Werren lagi.


"My "

__ADS_1


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain


__ADS_2