
Bukan Aqeela namanya jika tidak mendapat apa yang dia mau apa lagi merampok itu sudah kebiasaan waktu kecil, dia tidak membiarkan uang pink dalam dompet anggota keluarga dia pasti datang dengan memeluk tabungan pink nya untuk segera di isi.
"Sepertinya kau sudah mendapatkan semua informasi tentang ku nona " ucap Werren tersenyum, bukan nya marah Werren malah menunjukan senyum termanis yang tidak pernah dia tunjukan pada siapapun.
"Jika penguntit berani mengawasi ku kenapa aku tidak bisa melakukan semua nya " ucap Aqeela tersenyum, Karna sepertinya dia akan kaya mendadak setelah ini.
"WILL YOU MARRY ME "
"Apa ini ada proses lamaran " ucap seorang wanita cantik yang menenteng kantong kresek di tangan nya tentu saja isinya pasti sate yang di inginkan keponakan nya
"Kakak ayo periksa bahu Aqeela " ucap Ara, mendengar itu Sasa langsung mendekat dan Ara langsung menyingkap pakaian putrinya yang memperlihatkan bahu jenjang putih milik Putri.
"Aunty sakit " adu Aqeela.
"Maaf sayang " ucap Sasa saat menyentuh luka Aqeela, tepatnya dia Sasa membuka jasa tersebut.
"Sudah bisa jadi dokter " ucap Sasa melihat jahitan yang rapi.
"Ini lagi " ucap Ara langsung melihat di perut putrinya.
"Malu my " ucap Aqeela, lah giliran minta susu tidak malu dasar Aqeela.
"Adik kakak memang terbaik " ucap Sasa langsung menutup kembali pakaian Aqeela, Sasa langsung duduk bergabung setelah menyerahkan sate pada maid.
"Maaf nona ini sate nya '' ucap maid.
__ADS_1
"Makasih bik, aunty " ucap Aqeela langsung duduk di lantai karpet bulu untuk menikmati sate yang sudah dia hidangkan.
"Seharusnya kau tidak boleh makan itu " ucap Sasa.
"Sekali aunty " ucap Aqeela, dia tahu dia habis di jahit tapi tidak apa-apa ada dokter di sini.
Sasa langsung menatap tamu dan adiknya secara bergantian.
"Dia sudah membantu Aqeela " ucap Ara menjelaskan apa yang terjadi.
"Nanti aku jawab, soalnya sate nya nikmat mau " ucap Aqeela menawarkan pada Werren tapi Werren sudah kenyang melihat wanitanya makan dengan lahap.
"Bagus kalau tidak, mau Daddy mommy aunty mau " ucap Aqeela .
"Makasih makasih " ucap Aqeela, sudah terluka saja masih seperti Aqeela yang dulu.
Setelah menyelesaikan makan nya Aqeela langsung Duduk kembali sambil memeluk tubuh mommy tercinta.
"Oh iya tadi apa yang kau ucapan penguntit " ucap Aqeela, rasanya mereka ingin tertawa mendengar itu tapi mereka menahan nya biar tidak membuat tamu mereka Malu.
Werren mengambil sesuatu di dalam saku celananya seakan dia menyiapkan semuanya cincin berlian sudah ada di hadapan mereka.
"WILL YOU MARRY ME " ucap Werren.
__ADS_1
"Wow amazing " Aqeela berbinar melihat cincin indah di hadapannya apa lagi begitu banyak taburan berlian di sana.
"Jangan pernah menyentuhnya jika tidak menerima lamaran ku " ucap Werren penuh penekanan, bahkan tanpa takut dia mengancam wanitanya.
"My liat calon mantu mommy tembak dia my " ucap Aqeela langsung merampas cincin berlian tersebut.
"Okay, aku tidak akan menjawab tapi bagaimana jika cincin ini menjadi jawaban dari segala nya, jika cincin ini pas di jari manis ku maka berarti aku menerima lamaran mu dan begtu sebaliknya " ucap Aqeela seakan ada nada meremehkan di sana.
"Siapa takut" ucap Werren dengan senyum misterius nya.
Ara yang melihat itu langsung mengusap pundak putri nya biar sabar menerima semuanya.
"What " pekik Aqeela .
"Bagaimana nona sepertinya kau memang milik ku " ucap Werren tersenyum puas saat melihat cincin berlian itu pas dan sangat cantik di jari manis Aqeela.
"Ya ya kau menang penguntit " ucap Aqeela, tapi tak hayal dia sangat menyukai cincin berlian ini simpel dan sangat manis di jarinya.
"Eh jangan senang dulu aku masih memiliki satu syarat lagi " ucap Aqeela .
Nah kira-kira apa lagi yang Aqeela ingin kan kali ini ?
Ayo simak terus keseruan cerita Aqeela kali ini !!
Happy reading reader kesayangan otor 🥰
__ADS_1