
Pagi hari tiba, pelan-pelan Aqeela membukanya tapi tunggu kenapa beda, Aqeela langsung mengucek matanya tapi masih sama ini pasti kerjaan Daddy nya.
"Huaaaaaa,,,, mommy " teriak Aqeela menggema, dan benar saja pintu kamar nya langsung di buka dan masuk sepasang paruh baya di kamar nya dan tidak lupa seorang wanita yang masih menggunakan celemek dan dia menebak pasti habis masak.
"Sayang ada apa, luka mu berdarah " ucap Ara panik langsung melihat perban luka Aqeela tapi tidak ada apa-apa.
"Huaaaa,,,,mommy, daddy jahat pindahkan Aqeela " tangis Aqeela, sekarang mereka baru paham kenapa putrinya menangis.
"Mom kira apa, jangan nangis malu di bawah ada nak Werren " ucap Ara yang mampu membuat Aqeela diam menutup mulutnya, seriously?
"Iya, ayo sini biar mommy bantu mandi " ucap Ara langsung memaksa putrinya bangun, dasar kebo jam tujuh pagi baru bangun.
Sedangkan Devan uang melihat dua wanita kesayangan masuk dalam kamar mandi langsung mengusap dada aman, dia tidak kena amuk oleh putrinya bisa-bisa hilang kartunya.
***
Benar saja Werren sudah berada di sana mungkin dia sudah menunggu setengah jam tapi dia tak kunjung melihat orang yang membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak itu.
Ternyata begitu besar pengaruh Aqeela dalam hidupnya menyebut namanya saja sudah membuat jantung ini berdetak kencang.
"Nak Werren maaf ya nunggu lama Aqeela baru bangun " ucap Devan yang datang setelah naik mendengar teriakan Aqeela.
"Tidak apa tuan, mungkin saya terlalu pagi datang ke mari " ucap Werren, dia sengahja datang lebih awal Karna tepat pukul sepuluh pagi dia akan berangkat ke Eropa Karna terjadi sedikit masalah di sana.
"Pukul berapa kau berangkat nak " ucap Devan.
"Sepuluh, Masih ada waktu tiga jam tuan " ucap Werren lagi.
***
Sedang Aqeela yang sudah menyelesaikan acara mandi dan bersiap siap langsung melihat dirinya di pantulan cermin dan tidak lupa dia mengambil gambar nya.
"Gini ni kalau orang mau ketemu calon suami " sindir seseorang yang merapikan tempat tidur si pemilik padahal yang punya hanya santai saja.
"Cantik banget sih Qeela my " ucap Aqeela memuji kecantikan dirinya sendiri, kalau nunggu yang Sono entah kapan jadi lebih baik dia memuji dirinya sendiri biar wow gitu.
Pede sekali putrinya satu ini, tapi memang Ara akui Putri memang cantik persisi seperti dirinya waktu muda dulu.
"Tentu saja, situ kan nurut mommy " ucap Ara, ah ternyata wanita paruh baya ini tidak mau kalah jadi it's okay dia juga akui kecantikan yang menurun dari mommy tercinta dan begitu pun dengan saudara kembar nya ketampanan yang mengikuti gen Daddy nya.
"Sudah berkaca nya, ayo turun , astaga ternyata mommy masih menggunakan celemek " ucap Ara baru sadar jika celemek masih melekat sempurna di tubuhnya.
__ADS_1
"Biar pakai celemek mommy cantik kok, kan kita sama " ucap Aqeela lagi.
"Ayo ayo nanti mommy terbang ini " ucap Ara.
Saat mereka menuruni anak tangga Werren dan Devan yang sedang berbincang bincang langsung mengalihkan pandangannya pada asal suara.
"Cantik " Werren membatin.
"Sorry kebo baru bangun " ucap Ara, bukan nya malu Aqeela malah santai duduk di samping mommy nya.
"Oh iya kita mau ke mana " ucap Aqeela, secara dia sudah cantik awas saja jika tidak di ajak jalan.
"Nanti akan aku beri tahu " ucap Werren lagi.
"Oh iya, sebelum itu sarapan dulu masih sempat kan " ucap Ara, tunggu Aqeela yang tidak paham menatap mom dan Werren bergantian.
"Ayo tidak boleh menolak rezeki " ucap Devan padahal Werren belum menjawab.
"Memangnya mau ke mana " bisik Aqeela pada Werren di samping nya tapi Werren malah tersenyum tidak mengatakan apapun pada nya.
"Silahkan, maaf hanya seadanya " ucap Ara, padahal meja makan mereka sudah mau penuh oleh makan, kue, buah.
"Ini sangat banyak nyonya " ucap Werren.
"Iya mommy " bukan nya Werren tapi Aqeela yang mewakilkan dan langsung mencomot makanan.
"Silahkan di makan " ucap Devan.
Setelah selesai makan mereka langsung pamit pergi ke suatu tempat dan di sinilah mereka di dalam mobil .
"Kita akan pergi kemana " ucap Aqeela saat melihat jalan sekitar yang mereka lewati pohon pohon besar, tapi dia tidak takut Karan jalan sebelah sudah markas mereka jadi tidak terlalu jauh lah.
"Nanti akan tahu sayang " ucap Werren, eh sekarang sudah panggil sayang saja pak.
"Aku tidak dengar dengan jelas honey " ucap Aqeela .
"SAYANG " ucap Werren dengan penuh penekanan, malu tidak malu lah masa tidak di panggil sayang.
"Mereka siapa " ucap Aqeela saat melihat barisan pria pria jelek iya jelek lah mana sangar gitu mukanya tidak seperti pria di sampingnya ini yang hot tapi bukan hot Daddy ya.
"Dia yang jaga sampah itu sayang " ucap Werren, langsung keluar dan berlari membuka pintu di mana Aqeela berada .
"Selamat datang tuan " sambut mereka serempak.
__ADS_1
"Honey apa kau seorang king " bisik Aqeela yang di balas senyuman oleh Werren.
"Sepertinya kau mengenal jelas dunia mafia sayang " ucap Werren yang sudah menduga sebelumnya tepatnya saat dia melihat Aqeela mampu melumpuhkan segala dan mengetahui siapa yang meretas identitas nya.
"Ya ya begitulah kah " ucap Aqeela dan sekarang mereka sudah memasuki gedung tua yang ternyata di dalam nya sangat bagus sudah di rekap dengan bangunan kokoh.
"Honey semua ini kau yang lakukan " ucap Aqeela, yang dapat anggukan kepala oleh Werren, mereka sampai di sana tepat pukul delapan jadi masih ada waktu dua jam untuk mereka bersama.
"Wow akhirnya kita bertemu lagi mantan bos ku " ucap Aqeela saat melihat deretan pria pria jelek dan satu wanita seksi astaga.
Werren hanya diam melihat bagaimana lincahnya calon pengantin satu ini.
"Honey aku boleh kan main-main " ucap Aqeela memasang wajah imutnya.
"Masih ada dua jam, lakukan sayang aku akan menunggu mu " ucap Werren.
"Terima kasih honey, tolong aku mau minjam benda itu " ucap Aqeela saat matanya menemukan benda kecil tapi bisa membuat mereka kesakitan pastinya.
"Ini nona " sambil menyerahkan Keris yang sudah di panaskan.
"Sayang hati-hati " ucap Werren dia tidak ingin tangan wanita terluka apa lagi tergores.
"Ini sambutan terakhir ku untuk mu bos sombong " ucap Aqeela langsung menusukkan keris itu di tangan mantan bos nya menyebabkan dia berteriak nyaring Karna kesakitan, tidak satu kali tusukan Aqeela menusukan keris panas itu sampai berulang-ulang dan setelah puas Aqeela berganti posisi pada pria tengik.
"Ih sudah jelek bergaya lagi, demi ondel-ondel Tidka berkelas melepas wanita baik-baik " ucap Aqeela jijik .
"Jaga ucapan mu bodoh " teriak Dimas, tidak perlu Aqeela yang mengotori tangan nya Werren sudah lebih dulu memberikan pukulan di wajah nya.
"Kau yang bodoh sudah salah cari lawan " ucap Werren seram .
"Asal kau tahu wanita rubah, Winda adalah pemilik restoran sekaligus Chef tempat kalian makan Minggu lalu, bagaimana lezat bukan " ucap Aqeela yang mempu membuat Dimas dan wanita menegang.
"Tidak itu tidak mungkin " ucap mereka .
"Jelas kak winda ku lebih pintar dari mu yang bodoh, dia hanya menutupi identitas aslinya untuk melihat kalian " ucap Aqeela lagi.
"Sayang waktu kita tidak banyak " ucap Werren karana keberangkatan tidak lama lagi.
"Baiklah aku akan memberi sedikit ukiran di tubuh Kalian, aku hanya ingin membuat kalian mengingat sampai kalian mati " ucap Aqeela langsung mengambil pisau kecil dan tanpa ba-bi-bu Aqeela langsung menggoreskan pisau kecil itu di lengan mereka .
"WINDA "
Next part selanjutnya KK otor harus nafas menyaksikan Aqeela bereaksi.
__ADS_1