
Sedangkan seorang wanita paruh baya yang sedang sibuk menyiapkan semua perlengkapan pernikahan putra sulungnya tiba-tiba ponsel bergetar dengan cepat dia menghentikan pekerjaannya dan melihat pesan masuk dari seseorang .
Tanpa pikir panjang Ara langsung membuka pesan tersebut dan setelah membaca pesan dari seseorang Ara langsung menyimpan kembali ponselnya.
"Siapa Kak " ucap Vanya , secara dia mendengar Ara yang menghembuskan nafas kasar pasti terjadi sesuatu.
Ara yang tadinya fokus pada kegiatannya langsung menghentikan kegiatan dan menatap Vanya yang sudah menarik turun alis nya.
"Mereka ke markas " ucap Ara singkat padat dan jelas Vanya uang mendengar itu hanya ber oh ria saja tapi tunggu .
"Maksud Kak Aurel ikut sekali " ucap Vanya astaga jangan sampai yang dia pikirkan terjadi putri nya masih kecil .
"Menurut mu " ucap Ara , bukan nya menjawab Ara malah membuat Vanya harus berpikir sendiri siapa pun tolong bantu Vanya untuk berfikir apa putri nya ikut oh my God .
"Kakak " ucap Vanya merengek sudah seperti anak kecil saja Vanya saat membayangkan putrinya ikut dan bahkan memberi pelajaran pada lawan nya , astaga kedatangan mereka kemari untuk liburan bukan untuk mencari musuh
"Vanya ada apa " ucap Dinda yang dari tadi tidak ingin mencari tahu tapi mendengar Vanya yang merengek membuatnya berubah pikiran.
"Aurel bunda " ucap Vanya .
"Aurel kenapa " ucap Dinda lagi, wanita satu ini memang harus sabar menghadapi tingkah laku Vanya .
Sedangkan Ara sibuk untuk cek semua perlengkapan persiapan pernikahan Aqeel yang sekarang sedang sibuk pada pekerjaan masing-masing .
"Kakak " ucap Vanya lagi tapi belum juga Ara menjawab terdengar suara yang riuh dari arah pintu masuk Vanya yang mendengar itu langsung berlari menghampiri asal suara.
__ADS_1
"Aqeela kau memang hebat " ucap Aurel kagum pada wanita barbar satu ini, jika di mansion dia akan bertingkah seperti anak kecil yang merengek seperti meminta permen tapi semua itu akan hilang saat seseorang berani mengusik hidupnya .
"Aurel " ucap seorang wanita yang berjalan menghampiri mereka dnegan langkah yang tergesa-gesa , mendengar itu mereka langsung menghentikan ucapannya dan melihat ke asal suara.
"Mommy ada apa " ucap Aurel dengan polos nya, astaga tolong sudah seperti dirinya saat remaja bertingkah seperti tidak tahu apa-apa padahal sebaliknya.
"Dari mana kau " ucap Vanya walau dia bisa menebak tapi dia ingin mendengar langsung ucapan dari putri nya ini.
"Dari main my ,ih pokoknya Aqeela keren " ucap Aurel sedangkan yang di puji malah tersenyum dengan bangga nya .
"Jangan bilang kalian datang ke markas " ucap Vanya yang di jawab anggukan kepala oleh mereka semua.
"Kabur " ucap Aqeela dan di ikuti oleh yang lain saat melihat Vanya yang ingin melempari mereka dnegan bantal sofa yang dia bawa sejak tadi .
Ara dan yang lain yang mendengar itu langsung berlari menghampiri keberadaan masing-masing mommy mereka dan bersembunyi sedangkan Aurel langsung bersembunyi di belakang Dinda .
"My ada monster ngamuk " ucap Aqeela sambil mengintip di belakang Ara yang dia jadikan temang biar tidak kena lemparan bantal sofa.
"Apa kau bilang monster " ucap Vanya Tidak terima jika di panggil monster oleh keponakan bagaimana bisa Vanya yang cantik jelita sejagat raya di panggil monster .
Sedangkan dua orang sepasang kekasih yang menuju halal melihat itu langsung saling tatap secara Vanya yang kesal di panggil monster .
"Nak Winda sudah sampai " ucap Ara saat melihat kedatangan calon pengantin dengan wajah lelah nya .
Jelas saja lelah yang satu lelah karena berkas berkas yang menumpuk satu lagi lelah Karna mengurus laporan dan sekaligus menjadi chef itu tidak mudah untuk nya.
__ADS_1
"Iya my Sekarang silahkan istirahat dan apa tidak ada yang mencurigakan " ucap Ara setidaknya dia ingin tahu bagaimana cara menantunya menyadari sekitar .
"Sepertinya tidak " ucap Winda mengingat dirinya yang tidak melihat orang aneh mengawasi.
"Syukurlah tapi setelah ini kau harus hati-hati sayang " ucap Ara berpesan dia tidak ingin saat hari pernikahan itu tiba mereka datang menghancurkan segalanya .
"Baik my " ucap Winda walau dia tidak tahu bagaimana caranya tidak apa-apa baginya.
"Sekarang kami istirahat dulu my " pamit Aqeel langsung menuju lantai atas tapi maafkan kali ini semua tidak berjalan seperti keinginan mu .
"Ikut " ucap Derren dan Lucas bersamaan Aqeel yang mendengar itu langsung memutar mata jengah ya ampun bisa di pastikan dia tidak akan bisa istirahat .
Jika kulkas saja bertingkah menyebalkan kalau kenapa dua wanita barbar tidak melakukan hal yang sama mereka langsung menyantap mangsanya dengan senyum misterius.
"Nak Winda istirahat lah " ucap Ara sambil melihat dua wanita yang sudah ingin melakukan aksinya.
"Wind permisi " pamit Winda baru saja Winda melangkah beberapa langkah sudah terdengar teriak dua wanita barbar.
"Kaka ikut " teriak Aqeela langsung menggandeng tangan Winda Aurel yang melihat itu tidak ingin kalah dia juga ingin ikut enak saja dia di tinggal .
"Aurel juga " ucap Aurel Tidak mau kalah dengan senang hati Winda mengizinkan dua wanita cantik ikut bersamanya toh dia hanya numpang di sini .
Gara-gara apartemen yang di bobol membuat dirinya harus meninggalkan apartemen dan tinggal di mansion orang asing menurut nya tapi akan menjadi bagian dalam hidupnya.
Dan dia bersyukur sudah di pertemuan dengan pria yang tanpa sengaja dia temuin dan yang jelas penguntit .
__ADS_1
Bahkan acara pernikahan sudah di urus oleh keluarga Aqeel tugas mereka hanya menyiapkan diri dan sebagainya , apa ini yang di rasakan oleh orang-orang terpandang .
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya