2A ( AQEEL & AQEELA )

2A ( AQEEL & AQEELA )
Part 20


__ADS_3

Matahari mulai memperlihatkan cahaya pertanda jika waktu istirahat sebagian orang sudah berakhir.


Di sebuah kamar yang bernuansa gelap seperti pria sudah rapi dengan Pakaian formal nya dengan wajah yang bahagia dia akan memulai aktivitas nya pagi ini.


Jika di kamar seorang pria yang sudah rapi Dengan pakaian formal berbeda dengan di kamar sebelah yang masih bersembunyi di balik selimutnya .


Semakin cahaya matahari masuk melalui celah gorden rumah dia semakin menyembunyikan mata biar tidak silau dengan cahaya yang masuk.


Aqeel yang merasa sudah siap langsung keluar dari dalam kamar dan kebetulan dengan Ara yang juga keluar dari kamar nya.


"Morning my " sapa Aqeel.


"Morning sayang " ucap Ara.


Ara langsung melihat dari atas sampai bawah dan melihat jam dinding apa dia tidak salah lihat pikirnya Secara ini masih pagi dan Sekarang putranya sudah siap.


"Apa ada yang salah my " ucap Aqeel.


Secara mommy nya menatap seakan dia melakukan kesalahan saja.


"Tidak tapi apa tidur mu nyenyak" ucap Ara .


"Tentu saja, Aqeel akan segera berangkat by my " ucap Aqeel.


Cup ....


Tapi sebelum itu Aqeel langsung mencium pipi Ara yang pasti akan mengajukan pertanyaan pada nya .


"Sayang sarapan dulu " ucap Ara.


"Aqeel sudah telat my, Aqeel istirahat di luar saja " ucap Aqeel yang sudah menghilang dari pandangan.


"Ada apa my " ucap Devan yang juga sudah rapi Dengan pakaian kerjanya.


"Biasa dad orang sedang jatuh cinta " ucap Ara.


"Apa dengan wanita kemarin malam" ucap Devan yang juga menyadari gerak-gerik aneh pada putranya.


Ara hanya mengangkat bahu acuh dan langsung berjalan menuju kamar sebelah yang masih tertutup rapat dan Devan langsung turun ke lantai bawah setelah memberitahu istrinya.


Tok Tok


"Sayang ini mommy nak, apa kau sudah bangun " ucap Ara.


Tapi tidak ada jawaban dari seseorang yang berada di dalam kamar sekali lagi Ara mencoba.


Tok Tok ...

__ADS_1


"Sayang mommy buka ya pintu nya " ucap Ara.


Ceklek....


Kamar yang masih gelap gorden yang masih tertutup rapat dan hanya sedikit cahaya yang masuk di celah gorden yang tidak tertutup sempurna.


"Astaga Qeela ini sudah siang tapi lihat dia masih molor " ucap Ara.


Ara langsung menuju gorden dan langsung membukanya biar putri kebo bangun terkena sinar matahari.


Tapi bukan nya bangun Aqeela malah menarik selimut biar cahaya yang masuk tidak mengganggunya tidur nya .


Ara yang melihat itu dengan garam dia langsung menarik selimut putri nya .


"Qeela bangun ini sudah pagi " ucap Ara.


"Lima menit " ucap Aqeela dengan mata yang terpejam.


"Okeh " ucap Ara langsung melangkah ke arah kamar mandi.


Aqeela yang merasa jika mommy nya kesal karna dia bangun kesiangan dengan mata yang mengintip dia melihat Kemana mommy nya pergi dan dia langsung terbelalak saat Ara kembali dengan membawa satu gayung air dari kamar mandi.


"My " ucap Aqeela dengan cepat dia duduk .


"Katanya lima menit lagi " ucap Ara.


Mungkin kesabaran Ara sudah habis karna Aqeela yang sudah menguji kesabaran nya.


"Awas saja jika tidur mom kunci dari luar " ancam Ara.


Aqeela yang mendengar ancaman Ara langsung bergidik ngeri bisa-bisa dia mati kedinginan jika di kunci di kamar mandi yang dingin ini.


Walau kesal Ara langsung menuju ruangan ganti dan menyiapkan pakaian yang cocok untuk putri bekerja dan setelah menemukan pakaian yang pas Ara langsung menyimpan di atas kasur karna Aqeela belum selesai Ara langsung keluar untuk menyusul Devan yang berada di ruang keluarga.


"Dad ingin minum " ucap Ara saat sudah berada di samping Devan.


"Tidak dad ingin susu " ucap Devan.


Ara yang mengerti arah pandangan Devan langsung menepuk kening Devan yang sekarang tingkat ke mesum yang tinggi.


Bugh....


"Auuuu mom sakit " ucap Devan


"maaf tadi ada nyamuk " ucap Ara asal.


"Mana ada nyamuk mom yang ada dad dan mom di sini ayolah mom ini sakit obati nanti dad pusing " ucap Devan.

__ADS_1


Sebelum berangkat kerja Devan harus mendapat semangat dari istrinya ini tapi yang di tunggu-tunggu tak kunjung dia dapatkan .


"Sayang " ucap Devan.


Dia sudah seperti bayi yang ingin permen tapi tidak mendapatkan permen itu Ara langsung melihat sekitar karna tidak ingin ketahui oleh maid yang sedang bekerja dan saat tidak menemukan maid dengan gerakan cepat Ara mencium kening Devan yang sudah dia tepuk tadi .


Devan yang mendapat ciuman dari Ara langsung dengan cepat dia menahan kepala Ara dan dengan gerakan cepat Devan ******* benda kenyal yang bewarna pink muda salah satu bagian favoritnya.


Tanpa mereka sadari jika seorang wanita yang baru saja turun dari anak tangga menyaksikan lumutan yang secepat kilat itu.


"Mata Aqeela,,,,, Aqeela tidak lihat " ucap Aqeela sambil menutup mata nya dengan kedua tangan nya tapi karna jiwa kepo nya tinggi dia mengintip dari celah-celah jari kecilnya.


Sedangkan Ara Malu karna ketahui langsung memukul dada Devan karna main nyosor di tempat umum .


"Masih sama seperti dulu Manis " ucap Devan bukan nya takut di pelototi atau malu Devan malah dengan santai mengatakan jika bibir Ara manis seperti pertama kali dia merasakan nya.


"Lain kali jangan di tempat umum dad kan mommy malu " ucap Aqeela mulai menjahili Ara.


"Sudah sana sarapan mom ingin ke kamar mandi " ucap Ara langsung bangun dari dudi nya tapi langsung tertahan saat tangan halus yang menyentuh tangan.


"Bukan nya mom sudah mandi " ucap Aqeela.


"Iya kita kan ingin sarapan bersama " ucap Devan lagi.


Dasar anak dan suami sama apa mereka tidak tahu jika dia sedang mode malu tapi dia generasi ini malah menjahili.


"Tidak ada penolakan ayo sarapan nanti mommy sakit, Aqeela sudah sering melihat itu di Jepang " ucap Aqeela jujur .


Karna semua temannya berpacaran yang ciuman tanpa tahu tempat jika sudah nafsu mereka tidak mempedulikan tempat dan sekitar mereka jika masih ada orang lain di sekitar mereka.


"Apa kau juga seperti mereka " ucap Ara bahkan dia sudah melototi Aqeela karna hal tersebut hanya di lakukan oleh orang yang halal saja dan jika Putri melakukan itu akan dia pastikan dia akan memberikan hukuman.


"Tidak tidak Aqeela tidak pernah melakukan hal itu " ucap Aqeela dengan cepat


"Awas saja jika kau berbohong pada mommy kau akan tau akibat nya " ucap Ara.


Tak hanya Aqeela yang takut akan ancaman Ara Devan juga bergidik ngeri secara yang mereka tahu Ara wanita yang licin tapi sangat lincah saat menjatuhkan lawan dan tidak jauh berbeda dengan Vanya yang diam-diam menghanyutkan Tidak ada yang mengira jika Vanya adalah gadis yang kejam jika sudah menyakiti orang yang dia sayangi maka siap-siap nyawa akan melayang.


"Tidak my, Aqeela ingat pesan mommy " ucap Aqeela.


"Sekarang ayo kita sarapan my dad sudah lapar " ucap Devan mengalihkan topik pembicaraan.


Mereka langsung menuju meja makan dan saat sudah di sana mereka langsung sarapan bersama tanpa kehadiran Aqeel yang sudah berangkat lebih pagi tanpa sarapan terlebih dahulu.


Kemana Aqeel pergi sepagi ini sampai meninggalkan sarapan bersama ?


Saksikan part selanjutnya dan Jangan lupa untuk mampir di Karya otor yang lain

__ADS_1


__ADS_2