
Saat Winda sibuk berperang dengan pikiran dan tiba-tiba ponsel bergetar ..
Drrrrrr Drrrrrr
Winda langsung melihat siapa yang menghubungi dan saat dia lihat seseorang yang tidak dia kenali Winda mengabaikan panggilan itu dan langsung menuju kamar mandi.
Saat Winda sedang di kamar mandi lagi-lagi ponsel Winda bergetar tapi kali ini hanya notifikasi pesan masuk dari seseorang yang entah apa isi nya.
****
Sedangkan seorang pria yang duduk di kursi kebesaran yang sudah selesai mengirim pesan pada seseorang di sebrang sana hang mengabaikan panggilan langsung menyimpan kembali ponsel di meja kerja nya tapi baru juga dia membaca berkasnya tiba-tiba pintu ruangan di ketuk oleh seseorang.
Tok Tok Tok
"Masuk " ucap Aqeel .
Iya dia Aqeel yang memang sudah berkerja di salah satu cabang perusahaan milik keluarga Benata berbeda dengan Aqeela yang mengambil jurusan arsitek jadi dia bekerja di perusahaan berbeda sebelum perusahaan yang mereka bangun sempurna.
Tentu saja keluarga Benata menyiapkan perusahaan arsitek untuk penerus mereka tapi untuk beberapa bulan Aqeela harus membuktikan tanggung jawab dan kinerja yang dia punya untuk keluarga nya.
"Tuan " ucap seseorang yang masuk dalam ruangan Aqeel.
Aqeel yang mendengar suara seseorang langsung menutup berkas yang dia pelajari dan langsung bangun dari duduk nya menuju sofa yang sudah di sediakan.
"Silahkan duduk " ucap Aqeel.
"Terima kasih tuan " ucap pria tersebut.
Dia adalah asisten kepercayaan selama di berada di Jerman maka asisten yang akan menggantikan jika setiap urusan perusahaan.
"Kau sudah mendapatkan informasi yang ku minta " ucap Aqeel.
"Benar tuan " ucap nya langsung mengeluarkan sesuatu dalam tas kerja nya dan langsung menyerahkan pada Aqeel.
Aqeel langsung menerima amplop coklat dan tanpa pikir panjang dia langsung membuka amplop tersebut dan setelah mengetahui informasi yang dia dapat Aqeel tersenyum kecil.
"Dasar debu tapi bertingkah seperti sultan " ucap Aqeel.
"Ada satu lagi yang terjadi tuan " ucap pria di samping Aqeel.
Aqeel langsung melirik asisten dan langsung memberi Kode pada pria di sampingnya untuk mengatakan apa yang terjadi.
"Nona Winda si pecat dari perusahaan " ucap nya .
"Lalu bagaimana keadaan dia baik-baik saja " ucap Aqeel khawatir.
"Perusahaan macam apa yang keluar sebentar langsung di pecat apa ini semua ulah pria brengsek itu " ucap Aqeel lagi.
"Iya benar tuan " ucap nya.
"Cihhhh,,,,dasar pria tidak guna " ucap Aqeel.
"Tuan ingin saya mengawasi nona Winda " ucap nya .
"Cukup awasi Winda dari kejauhan ingat jangan sampai dia menyadari akan hal itu " ucap Aqeel.
__ADS_1
"Baik tuan " ucap nya .
"Sekarang kau boleh keluar " ucap Aqeel lagi.
Sebelum dia keluar dia menunduk badan pada Aqeel dan setelah itu baru dia keluar dan setelah kepergian asisten kepercayaan Aqeel langsung melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda dan tidak terasa sampai waktu pulang tiba dan langsung membereskan semua berkas yang sudah dia selesaikan.
****
Sedangkan wanita cantik yang sudah menyelesaikan pekerjaan langsung langsung membuka ponselnya yang sudah sejak tadi tidak dia sentuh dari banyaknya pesan hang masuk Winda lebih tertarik pada pesan dari seseorang yang menghubungi sejak tadi dan saat sudah dia buka betapa shock nya dia saat mengetahui siapa.
"Astaga bodoh sekali aku " ucap Winda .
Bagaimana bisa dia tidak menyadari jika yang menghubungi orang yang sudah membantu tadi dan dengan rela menemani saat di taman lagi .
08*****
Hi Winda bagaimana keadaanmu apa pria brengsek itu mengganggu mu lagi jika iya cepat hubungi aku
08****
Apa kau sibuk maaf jika aku mengganggu mu .
Aqeel .
Tanpa membalas pesan dari Aqeel Winda langsung menghubungi nomor Aqeel.
"Apa dia marah pada ku " ucap Winda.
Tunggu khawatir jika Aqeel marah karna dia sudah mengabaikan panggilan dari nya secara Karna dirinya dia Aqeel pasti terlambat masuk kerja .
"Selamat datang kembali tuan muda " sambut maid .
"Terima kasih bik " ucap Aqeel.
"Yuhuuuu Aqeela yang cantik jelita putri mommy dan Daddy sampai " ucap Aqeela yang juga baru sampai dari kerja nya.
"Eh kakak batu pulang " ucap Aqeela .
"Astaga Qeela kau sudah seperti orang hutan " ucap Aqeel
Tidak jauh berbeda dengan wanita cantik yang datang dari arah belakang dengan celemek di tubuhnya dan mereka menebak jika wanita cantik kesayangan mereka sedang bergelut dengan bumbu dapur.
"Mommy masak apa " ucap Aqeela.
"Masak menu kesukaan Kaka " ucap Aqeel menjahili adiknya.
"Ih mommy Aqeela ingin makan sup " ucap Aqeela.
"Ada apa ini berisik berisik " ucap seseorang yang juga baru sampai dengan wajah lelah karena pekerjaan yang tiada henti walau sudah Aqeel bantu tapi pekerjaan tiada henti.
"Daddy pasti capek ini biar Qeela bantu bawa tas nya " ucap Aqeela.
Mereka yang melihat itu pasti si Aqeela ada maunya pada Daddy tercinta.
"Apa yang kau inginkan sayang " ucap Devan.
__ADS_1
Ah Daddy memang the e pokok nya tahu saja jika dia menginginkan sesuatu dari Daddy tercinta.
"Daddy tapi ponsel Qeela jatuh dan lihat dia retak " adu Aqeela sambil memperlihatkan layar ponsel yang retak .
"Astaga bagaimana bisa retak " ucap Ara Secara yang dia tahu Aqeela sangat hati-hati dan dari sekian banyak ponsel yang Aqeela gunakan tidak ada yang retak seperti ini.
"Tadi saat Qeela di restoran Aqeela di tabrakan seseorang " ucap Aqeela .
Ara melihat wajah kesal putri nya menyernyit dahi bingung secara ini bukan masalah ponsel yang retak tapu ada penyebab lain.
Sedangkan Aqeel langsung menyadari jika ponsel selalu bergetar dan setelah melihat siapa tanpa sadar dia tersenyum kecil.
"Aqeel ke kamar dulu dad Mom " ucap Aqeel lagi.
"Aqeela juga " ucap Aqeela langsung mengejar Aqeel yang membuatnya penasaran siapa yang menghubungi kakak nya .
Sedangkan Ara dan Devan gang masih di sana hanya memperhatikan dua putra putri mereka yang sekarang sudah tumbuh dewasa.
"Sini dad tas nya biar mom bantu bawa " ucap Ara.
"Terima kasih mom " ucap Devan.
Sedangkan Aqeel yang sudah masuk dalam kamar nya dan langsung menekan tombol hijau .
"Hello Winda maaf jika aku lama menjawab panggilan mu " ucap Aqeel.
"..... "
"Bagaimana keadaanmu " ucap Aqeel lagi dan tidak menyadari jika seseorang yang masuk dakan Kamar nya.
"....."
"Nanti malam baiklah .... " belum selesai Aqeel bicara seseorang sudah merampas ponsel.
"Hello siapa di sana "
Deg...
Sedang seseorang di sebrang sana yang mendengar suara wanita langsung diam mencerna dan berusaha berfikir positif karna saat di khianati dirinya sangat sensitif.
"Hello ini Aqeela kembaran Aqeel yang cantik jelita Bertanya siapa di sana " ucap Aqeel lagi
"Qeela kembalikan ponsel kakak " ucap Aqeel berusaha menggapai kembali ponsel miliknya.
"Ini dia tidak menjawab " ucap Aqeela mengembangkan ponsel kembarannya dan langsung keluar dari kamar Aqeel.
Saat melihat sambungan telepon masih tersambung Aqeel bersyukur.
"Hello Winda maaf tadi kembaran ku " ucap Aqeel.
"......"
"Baiklah nanti malam kita akan bertemu " ucap Aqeel dan setelah itu sambung berakhir.
Next part selanjutnya kak dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya .
__ADS_1