
Siang ini Belle melangkahkan kakinya kesuatu tempat dengan cepat. Pikiran gadis itu dipenuhi dengan rasa penasaran yang menghantuinya sepanjang malam tadi.
Saat sampai ditaman belakang, cewek itu dengan cepat langsung menemukan orang yang dia cari. Tidur ditempat dan posisi yang sama seperti terakhir kali mereka bertemu.
"Wilson"
Ya, akibat voice note yang dikirim cowok itu kemarin, sepanjang malam Belle memikirkan alasan yang tepat kenapa cowok itu melakukannya. Walau sampai pagi ini dia tetap tidak mendapatkan jawabannya.
"Ngapain lo?" Wilson menjawab dengan matanya yang masih tertutup.
"Kemarin..." suara Belle mengecil sesaat setelah mendengar suara tegas Wilson.
"Kenapa?" jawab Wilson tanpa ragu.
"Lo... kenapa..."
Wilson mendengus kesal dan langsung bangun dari posisi tidurnya, menatap Belle yang menundukan kepalanya. "Lo gak gagap kan? Bener dikit kalo ngomong"
Belle menarik nafasnya, mengumpulkan keberaniannya. "Voice note kemarin, kenapa lo kirim?" tanya Belle akhirnya.
"Kenapa..." Wilson menyenderkan kepalanya kepohon belakangnya dengan santai sambil terus menatap Belle yang menundukan kepalanya.
Tidak ada suara sama sekali saat itu untuk beberapa detik sampai Wilson membuka suaranya sembari menatap jengkel Belle. "Gak usah banyak tanya"
Wilson berdiri dari duduknya dan melangkah pergi. Tetapi berhenti sejenak tepat disebelah Belle. "Raise your head, and look at my eyes when you want to talk with me, or else i won't talk with you" lalu Wilson menyerahkan surat kepada Belle dengan kasar dan meninggalkannya begitu saja.
"So annoying" gumaman Wilson sebelum ia pergi terdengar keras di telinga Belle.
•••••
Belle kembali kekelasnya dan seperti biasa langsung menyerahkan surat pemberian Wilson kepada Valerie.
"Day 7" ujar Belle dengan senyumnya.
"Maacih" Valerie mengambil surat dari tangan Belle dengan sangat senang.
Belle kali ini tidak menghiraukan Valerie dan memilih untuk melanjutkan belajarnya disela-sela waktu istirahat. Saat tidak lama kemudian salah satu teman dikelasnya memanggil Valerie.
"Valerie, ada yang nyariin" mendengar itu Valerie langsung menyimpan surat pemberian Wilson dan berjalan kearah pintu.
__ADS_1
"Cieee disamperin gebetan nih kayaknya" ujar salah satu teman kelasnya yang baru saja memasuki kelas dan berpaspasan dengannya.
"Hah?" Valerie mempercepat langkahnya menuju pintu dan benar saja, ia menemukan Wilson sedang menunggunya disana.
"Wil? Ngapain?"
Wilson menggeleng dengan senyum lembut dibibirnya. "Gapapa, pengen liat lo aja, boleh kan?" pipi Valerie seketika itu juga langsung memerah.
Wilson lantas tertawa san mengelus pucuk kepala cewek itu. "Suratnya udah dibaca?"
Valerie mengangguk. "Udah" Wilson tersenyum.
Dalam diam, Belle memperhatikan kedua sejoli itu dari tempat duduknya. Ia berusaha memfokuskan diri dengan buku dihadapannya tapi tetap saja hati nya terasa sangat sakit, apalagi saat mendengar tawa bahagia keduanya.
Belle menundukan kepalanya dengan tangan kirinya yang memegang tengkuk leher, cewek itu kembali berusaha memfokuskan dirinya kepada buku dihadapannya.
"Belle!" teriakan beberapa teman cewek dikelasnya mengejutkannya.
"Kenapa?" Belle menatap mereka dengan cemas, berpikir sesuatu buruk sedang terjadi.
"Gue gak nyangka kalian berdua bisa deket sama prince charming Trevanor, astaga!!" ujar salah satu dari mereka.
"Iya, gue pengen banget deket sama mereka, tapi gila aja, selain Andrew, semuanya kayak es kutub, susah banget cairnya" timpal yang lain.
"Itu, Felix ada didepan, nyariin lo katanya"
"Hah?" Belle terkejut.
"Valerie sama Wilson, lo sama Felix, gila-gila, goals banget!!" teriakan mereka mengema dikelas sehingga terdengar oleh Felix, Wilson, dan juga Valerie yang langsung menoleh kearahnya.
Belle lantas langsung berdiri, meninggalkan cewek-cewek tadi dan langsung mandatangi Felix. "Kenapa Lix?" tanya Belle tanpa menghiraukan Valerie dan Wilson yang menatapnya.
"Lagi ngapain?" tanya Felix dengan senyumnya.
"Baca ulang materi aja"
Felix mengangguk mengerti. "Kantin yuk, lo belum makan kan?"
"Gak deh kayaknya, Valerie lagi diet juga" Belle menoleh kearah Valerie.
"Makan aja Belle, gue gapapa" ujar Valerie
__ADS_1
"Gakla, gak enak gue"
"Kan dia yang diet, kenapa lo yang gak makan?" timpal Felix.
"Kan dia yang gendut, kenapa lo yang diet?" ucap Wilson balik sambil menatap Valerie, seolah sedang menyinggung kedua insan disebelahnya itu.
Felix menatap Wilson dengan tajam dan balik menatap Belle.
"Kan sekalian juga ikut" jawab Belle masih berusaha tersenyum manis.
Wilson dan Felix yang kala itu melihat senyum manis Belle seketika itu juga terenyuh karenanya. Dan senyum itu seolah menjadi bumerang bagi Wilson atas kata-kata hinaannya sendiri.
"Manis" ceplos Felix dan Wilson bersamaan. Belle dan Valerie langsung terkejut mendengar kedua cowok itu.
"Gak, gak, maksudnya mau makan yang manis-manis" Felix menyengol Wilson, meminta bantuan cowok itu.
"Iya, iya, dikantin belakang ada es campur kesukaan si Jason" ujar Wilson dengan canggung.
"Ayo Bel, makan bareng, makan es aja gapapa" ajak Felix masih dengan sedikit gugup.
Seolah sudah melupakan kejadian barusan, Belle menoleh kearah Valerie. "Mau?"
Valerie mengangguk. "Yaudah, ayo" serunya dengan semangat.
•••••
Belle, Valerie, Wilson, dan juga Felix menghabiskan waktu istirahat mereka dikantin belakang tempat prince charming Trevanor biasa berkumpul.
Dan kala itu, Wilson yang tanpa sadar terus-terusan memperhatikan Belle, menyadari bahwa cewek itu sangat murah senyum. Tawa nya bahkan terdengar sangat teduh ditelinga Wilson. Seperti lullaby bagi seorang bayi.
"Wilson!" teriakan Valerie menyadarkan cowok itu.
"Hah?"
"Lo kenapa bengong sambil ngeliatin Belle gitu?" suara Valerie terdengar kesal tapi masih ditahan cewek itu.
"Gak ngeliatin dia kok, ngapain lagian gue ngeliatin dia, mending ngeliatin lo" elak Wilson dengan menggoda Valerie dan membuat wajah cewek itu lagi-lagi memerah dan melupakan amarahnya dalam sekejap.
Belle dan Felix tidak mengatakan apapun Hanya anggukan atau senyum paks yang ia lakukan disana.Hanya anggukan atau senyum paksa yang ia lakukan ya anggukan atau senyum paksa yang ia lakukan disana.Hanya anggukan atau senyum paksa yang ia lakukan disana.sampai saat Bel masuk berbunyi. Valerie dan Belle memutuskan untuk masuk kekelas mereka terlebih dahulu. Sedangkan Felix menyusul dibelakang mereka dengan Wilson. Tapi tiba-tiba Felix menghentikan langkah sahabatnya itu lalu menatapnya dengan senyum menyeringai. Lalu meninggalkan Wilson dengan satu kalimat yang membuat cowok itu tertegun.
"Senyum dia tuh kayak hujan, kadang menganggu, kadang juga menjadi rindu, dan itu keputusan lo sendiri, untuk menjadikan senyum dia kayak apa"
__ADS_1
#?#?#?
Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗