30 Days Love Letter

30 Days Love Letter
Day 14


__ADS_3


Sepanjang hari ini, Wilson benar-benar kesal dengan Belle. Cewek itu dari kemarin terus-terusan mengacuhkannya begitu saja, seharusnya memang Wilson tidak usah peduli, tapi melihatnya asik ngobrol dengan Felix, emosi Wilson seakan meluap-meluap tidak karuan karenanya.


Bahkan sekarang, saat ia ingin menyerahkan surat titipannya untuk Valerie.


"Nih" Wilson menyerahkan surat tersebut setelah keduanya bertemu tanpa sengaja di lapangan saat Wilson sedang pelajaran olahraga dan Belle yang melewati lapangan tersebut untuk balik kekelasnya.


Belle meraih surat tersebut tapi belum sampai cewek itu menyentuh suratnya, Wilson menarik tangannya secara tiba-tiba dan membawanya ketaman belakang dengan paksa. Cowok itu juga sedikit terkejut dengan refleknya sendiri. Ia sendiri tidak tau alasan mengapa ia menarik tangan Belle seperti ini.


"Wilson! Apaan lo! Gue gamau! Lepasin!" Tidak ada respon sedikitpun dari Wilson, cowok itu tetap menarik paksa Belle.


"Wilson!"


"Wilson!"

__ADS_1


"Wilson Kyle! Gue benci lo!" kala itu Wilson langsung mehempaskan tangan Belle dengan kasar. Kini kedua orang tersebut telah berada ditaman belakang sekolah. Hanya berdua, saling menatap satu sama lain dengan penuh rasa benci. Setidaknya, begitulah kelihatannya.


"Kenapa?" Wilson menatap Belle yang kini berdiri dihadapannya. Tapi Belle tidak menjawab dan akan segera melangkahkan kakinya sebelum Wilson kembali menahan tangan cewek itu.


"Gue tanya kenapa, ya dijawab, bukannya diem terus pergi, lo gak bisu kan?"


Tidak ada jawaban.


"Belle"


"Woi Annabelle Clarine!!"


"PEDULI APA LO!? Gue diem, gue bisu, gue buta, gue budek, gak ada sedikitpun hubungannya sama hidup lo!"


"Lo-!"

__ADS_1


Belle mengangkat kepalanya, menatap tajam cowok dihadapannya itu untuk kedua kalinya setelah kejadian 2 hari lalu. "Hidup gue, dari dulu sampai sekarang, gak ada sedikitpun hubungannya sama lo, perasaan yang pernah gue punya dulu untuk lo, rasa cinta, rasa sayang, sekarang gak ada tersisa sedikitpun, jadi lo gak perlu khawatir gue bakal hancurin hubungan lo sama Valerie. Karena gue juga gak pernah punya niat sebusuk itu ke sahabat gue sendiri. Dan gue juga akan tetap penuhi janji gue untuk terus dukung lo dan Valerie, puas!?"


Belle berlalu begitu saja setelah mengucapkan kalimat panjang yang membuat Wilson terdiam selama berjam-jam ditaman tersebut.


Satu pertanyaan yang terus berputar diotak cowok tersebut. "Kenapa sakit rasanya pas tau kalau dia udah gak suka lagi sama gue?"


Wilson mengusap wajahnya dengan kasar. Langit sudah mulai memerah dan matahari akan segera kembali kesinggasannya. Wilson berdiri dan berjalan menuju parkiran motor. Sekolah sudah sangat sepi, hanya tersisa beberapa murid yang masih melakukan penelitian dilapangan dan beberapa lainnya yang Wilson sendiri tidak tahu apa kerjaan mereka.


Saat tanpa sengaja matanya menangkap wujud seorang perempuan yang disinari oleh cahaya merah sang mentari. Wilson dalam diam menatapnya dari belakang. Merasakan sesuatu bergejolak didalam dadanya dan itu adalah percampuran dari rasa sedih sekaligus kagum yang cowok itu sendiri tidak sadari.


Beberapa saat kemudian seorang cowok yang ia kenal menghampiri cewek tersebut. Mereka mengobrol sesaat sebelumnya keduanya pergi menggunakan motor sang cowok menembus ramainya lalu lalang kendaraan jalan raya.


Meninggalkan Wilson dengan pertanyaan lainnya yang tanpa sadar keluar dari mulut cowok itu. "Lo... bener-bener udah lupain gue Bel?"


#?#?#?

__ADS_1


Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗


__ADS_2