
7 tahun kemudian.....
Kala itu, ditengah-tengah teriknya matahari siang bolong, sekelompok wartawan datang bergerumbulan tanpa henti. Berdesak-desakan memaksa masuk kedalam sebuah aula besar. Para security yang menjaga merasa kewalahan mengatur wartawan-wartawan tersebut, suara ricuh bak demo benar-benar menghiasi aula gedung tersebut.
"Semuanya dimohon tenang" saat itu tiba-tiba saja dari speaker aula mengema sebuah suara lembut seorang perempuan yang berhasil meredamkan kericuhan tersebut untuk sejenak, sebelum akhirnya mereka malah semakin ganas dan memaksa masuk kedalam gedung dan berhimpit-himpitan tanpa takut terluka, demi menemui perempuan tersebut. Sembari Meneriakan berbagai pertanyaan kepadanya tanpa henti.
"Semuanya tolong bersabar dan tenang, kalian semua pasti akan mendapatkan tempat didalam aula ini, tenang saja ruangan ini masih cukup besar, jadi tolong jangan berdesak-desakan dan melukai diri kalian sendiri" tapi sayangnya suaranya tidak digubris sama sekali oleh para wartawan tersebut, seolah hilang ditelan keramaian itu. Gadis itu menghela nafasnya dengan sabar dan kemudian mulai bersuara lagi. "Maaf, tapi jika kondisi semakin tidak kondusif seperti ini, maka dengan terpaksa press conference ini akan sayang batalkan dan kalian semua boleh pulang kerumah masing-masing"
Saat gadis itu melangkahkan kakinya hendak masuk kembali kedalam backstage, seruan seorang laki-laki diantara kericuhan itu berhasil menghentikan langkah perempuan itu begitu saja dan membuatnya membeku ditempat.
Suara yang sudah sangat lama tidak kunjung ia dengar. Suara yang dulu sempat menjadi lantunan melody indah ditelingannya. Suara yang pernah ia dambakan untuk mengucapkan kata cinta. Suara itu kembali hadir dalam hidupnya setelah bertahun-tahun lamanya sejak kali terakhir mereka mengucapkan kata perpisahan.
__ADS_1
Perempun itu membalikan badannya dan mendapati wajah sosok tersebut diantara ratusan wartawan itu. Sosok itu perlahan melangkahkan kakinya keluar dari kerumunan itu, berusaha medekati perempuan itu sebelum langkahnya terhenti oleh seorang security berbadan besar yang menghalanginya untuk melangkah lebih jauh.
Perempuan itu tersentak melihat langkah laki-laki itu terhenti. Sebelum seruan lantangnya berhasil mengema diaula tersebut.
"Let them in!"
••••
"'30 Days Love Letter' adalah sebuah kisah nyata yang saya sendiri sebagai penulis alami, mungkin bagi kalian terkesan dibuat-dibuat namun nyatanya cerita ini dapat hadir dari perasaan yang dulu sempat tumbuh dalam diri saya kepada seorang laki-laki yang kini hadir diruangan ini" mata perempuan itu mengarah ketempat duduk paling pojok belakang. Laki-laki dengan kaos hitam ketatnya itu menatap balik perempuan itu dengan tulus.
"Kami mungkin tidak mendapat akhir yang bahagia, namun nyatanya akhir yang tidak bahagia itu memberikan kebahagian lain dalam diri kami masing-masing" perempuan itu tersenyum tulus.
"Manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan, dan kami berdua sadar akan hal tersebut, sulit memang awalnya bagi kami berdua untuk menghancurkan hubungan itu, hubungan yang bahkan sudah sejak lama saya harapkan, hubungan yang kami harapkan akan bertahan selamanya, namun nyatanya Tuhan tidak menghendakan hal yang sama, dan kami tidak dapat melakukan apapun"
__ADS_1
"Saya disana memang terkesan egois karena menghancurkan hubungan setelah membuatnya jatuh cinta dengan saya, tapi percayalah, menjadi seseorang yang harus memilih bukan hal yang mudah, seandainya juga kalian tau melepas yang hampir tergenggam bukanlah hal yang mudah"
"Karena itu, dari buku ini saya mengharapkan setiap orang yang membaca buku ini dapat mengerti, bahwa sebesar apapun harapan kalian akan sebuah hubungan, jangan terlalu menjatuhkan diri kalian terlalu dalam, karena sekalinya Tuhan menginginkan hal yang berlawan, akan sulit bagi kalian untuk keluar dari lubang itu"
"Mencintai itu boleh, namun jika itu hanya menjadikan kalian bodoh, berarti itu bukan cinta dan hanya sekedar obsesi belaka, maka dari itu, jangan pernah menjadikan cinta sebagai alasan bagi kita untuk berlaku bodoh"
"Kalau begitu, sekian press conference hari ini, maaf jika ada salah kata dari saya dan juga saya yang tidak menjawab pertanyaan kalian satu persatu, tapi saya harap press conference hari ini dapat menjadi sesuatu yang berharga bagi semua orang kedepannya dan menjadi deskripsi sempurna bagi novel saya"
"Terimakasih untuk semua yang telah menyempatkan waktu untuk meliput press conference novel saya hari ini, termasuk kamu yang hadir disini..."
"Wilson..."
#?#?#?
__ADS_1
THE END