
Kejadian yang terjadi kemarin sore membuat hubungan antara Belle dan Wilson menjadi semakin renggang dan canggung. Atau lebih tepatnya Belle yang merasakan hal tersebut karena Wilson sepertinya tidak merasakan hal yang sama seperti cewek itu.
Pulang sekolah ini, setelah keluar dari kelasnya, Belle langsung disambut dengan Felix dan Wilson yang berada didepan kelasnya. Saat melihat Wilson, Valerie dengan ragap langsung merangkul lengan cowok itu. "Wil, jadikan ikut TFest?" Wilson mengangguk lalu melihat sejenak Felix. "Lo bilang lo ikut juga kan?"
"Iya, nanti gue palingan jelek-jelekin supaya dapet juara 3 demi boneka" Felix melirik Belle dengan tatapan mengejek dan membuat cewek itu mencibir kesal. "Kan gue bilang kalo lo menang juara satu juga tetep harus beliin gue boneka pakai uangnya"
"Iya-iya" Felix tersenyum geli melihat wajah kesal Belle.
"Kalo lo juara satu juga gue pasti lebih bangga dong" Belle tersenyum imut dan langsung dielus kepalanya oleh Felix. Wilson yang melihat Belle menerima begitu saja perlakuan manis dari Felix merasa marah bergelojak didalam hatinya.
"Mau latihan dimana? Gue mau ikut, tempat biasa aja yuk" Belle menatap Felix yang berdiri menjulang tinggi tepat dihadapannya sehingga ia harus mendongakkan kepalanya terlebih dahulu.
Felix mengacak rambut Belle. "Bareng Wilson mau?" tanyanya dengan suara pelan. Belle terdiam saat itu lalu melirik kearah Wilson sesaat dan kembali menatap Felix. "Udah janjian tadi pagi Bel" ujar Felix.
Valerie yang sedari tadi memperhatikan keduanya mulai membuka mulut. "Mau latihan bareng Felix kan?" tanyanya kepada Wilson. Saat itu perhatian Belle dan Felix teralih kearah mereka berdua.
"Iya, ikut kan?" Wilson tersenyum. Tapi jawaban Valerie cukup mengejutkan buat Belle yang berfikir bahwa 100% cewek itu pasti akan ikut bersama. "Gak bisa hari ini, capek banget lagi, ada Felix sama Belle juga kan, gapapa ya?"
Wajah Wilson tampak tidak memperlihatkan perubahan sama sekali saat itu. Cowok itu hanya mengangguk dan membelai sebentar rambut Valerie. "Hati-hati dijalan ya"
__ADS_1
Valerie berbalik dan menatap Belle serta Felix. "Gue pulang dulu, sukses latihannya" lalu cewek itu memeluk singkat Belle dan kembali menatap Wilson. "Wilson fighting!" Valerie tersenyum lucu kala itu tapi bukannya gemas dengan tingkah Valerie cowok itu malah hanya tersenyum tipis. "Telpon kalau ada apa-apa ya" Valerie mengangguk dan melambai sejenak kearah Belle sebelum benar-benar hilang dari jarak pandang mereka di balik koridor.
Setelah Valerie pergi, Belle berdiri semakin dekat dengan Felix, cewek itu bahkan sampai merangkul Felix dengan sangat erat dengan kepala yang ditelungkupkannya dilengan Felix.
Felix tidak dapat mengatakan apapun karena memang ia sudah tau tentang hal yang sempat terjadi kemarin sore diantara keduanya setelah cewek itu menceritakan kejadiannya langsung setelah ia masuk kedalam rumahnya.
Di sisi lain, Wilson hanya diam menatap Belle yang ketakutan karenanya. Hal yang ia lakukan kemarin sore ternyata malah berdampak buruk terhadap hubungan mereka padahal sejak awal dirinya hanya ingin agar Belle tau ketulusannya.
Menjauhi cewek itu untuk beberapa saat benar-benar berat untuk Wilson saat ini, apalagi ketika ia diharuskan untuk berpura-pura bahagia dengan orang yang tidak membuatnya bahagia sama sekali.
Valerie mungkin memang pernah memberikan kebahagiaan untuknya, tapi itu dulu, jauh sebelum Wilson sadar bahwa nyatanya semua kebagiaannya datang dari orang yang ia kira akan ia benci seumur hidupnya.
•••••
Sampai di komplek rumah Belle, Felix terlebih dahulu mengantar cewek itu pulang kerumahnya, baru menyusul Wilson yang telah menunggu ditaman.
Saat tiba disana Felix dapat melihat Wilson yang tengah memetik gitarnya dengan tenang. Nada-nada lagu yang dipetik cowok itu terdengar tidak asing di telinga Felix, hanya saja cowok itu lupa dengan judulnya.
"Lagu apa nanti?" Wilson spontan langsung menatap Felix yang duduk disebelahnya. "Liat aja nanti" jawabnya setelah kembali memetik gitarnya untuk mengecek nada.
"Bisa ya rival latihan bareng" canda Felix yang juga mulai memetik gitarnya. "Lo plagiat gue sih, siapa suruh juga ikut-ikut gue ikut TFest"
__ADS_1
"Bacot Wil" Wilson terkekeh lalu menatap Felix sesaat setelah mendengar nada yang keluar dari petikan gitarnya. "Stand by you?" tanya Wilson setelah menyadari lagu yang sahabatnya itu mainkan.
"Yoi, for Bel" Wilson hanya membalas dengan anggukan singkat.
"Well, I want to make tomorrow to be one of her special day, she seem to be always sad, and that's why I want to make her happy, even just for a while" saat itu Wilson mengerti maksud dari perkataan Felix tapi ia memilih untuk tidak menganggapinya dan terus memetik gitarnya.
"Gue tau lo gak terlalu setuju dengan perasaan gue ke Belle saat ini, tapi lo tau gue Lix, sekali gue berjuang, sekali gue ngomong kalo gue cinta sama seseorang, lo tau kan kalo gue gak akan pernah main-main dengan omongan gue?"
"Valerie?" hanya itu balasan santai dari Felix, bahkan cowok itu sama sekali tidak menatap Wilson.
"Valerie adalah kesalahan yang gue buat karena keegoisan dan keangkuhan gue"
"Tapi bukannya lo sadar itu setelah lo menerbangkan dia setingi langit?" Felix menghela nafasnya lalu meletakan gitar yang tadinya berada dipangkuannya. "Gak ada bukti atau kepastian kalo lo gak akan melakukan hal yang sama ke Belle suatu saat nanti, sama seperti yang Belle bilang kan? Karena lo sendiri bahkan baru sadar kalo Val itu kesalahan setelah sekian lama, setelah lo buat dia bahagia dengan janji-janji palsu dan juga kebahagiaan palsu yang sudah lo kasih ke dia"
"Gue mau dukung lo sebagai sahabat gue, tapi kalau lo minta gue untuk dukung lo sebagai orang yang paling menginginkan kebagiaan untuk Belle, maaf gue gak bisa, karena dasarnya, tetap hanya Belle yang boleh dan bisa menentukan masa depan apa yang akan dia lalui nanti, dan juga Wil, jangan terus-terusan berusaha untuk mengokohkan hati yang udah runtuh"
Wilson mengangguk mengerti. Tangannya ia satukan lalu matanya menatap lurus kelangit, dan memori tentang dimana keduanya menghabiskan waktu bersama untuk melihat bintang malam itu kembali berputar. Lantas Wilson tersenyum dan menatap balik Felix. "Hati Belle gak pernah mati ataupun runtuh bagi gue, tapi dia sedang berada ditahap dimana dia meredupkan cahayanya untuk mendapatkan ketenangan, tapi gue gak akan pernah membiarkan dia selamanya berada dalam kegelapan itu, karena gue yang akan membawa dan menjadi cahaya untuk kehidupan dia hari ini, besok, dan seterusnya"
#?#?#?
Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗
__ADS_1