
Hari ini Belle memutuskan untuk masuk sekolah. Karena cewek itu sadar, cara apapun yang dia lakukan untuk menghindari hinaan-hinaan serta caci makian orang-orang, mereka tetap akan mehalalkan segala cara untuk melakukan hal tersebut kepadanya. Seperti kemarin, akun SNS nya benar-benar di penuhi oleh chat-chat yang penuh hinaan dan cacian terhadapnya. Sehingga ia terpaksa menonaktifkan salah satu akun sosmed nya untuk sementara atas saran Felix. Dan juga sejak kemarin, ia telah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi apapun yang mungkin nantinya akan terjadi.
Pagi ini Felix sudah menunggu cewek itu sejak jam 6 pagi. Jelas saja, ia sangat ragap saat mendengar Belle memutuskan untuk masuk sekolah, padahal dia sudah khawatir kalau-kalau Belle memutuskan untuk pindah sekolah karena masalah kemarin.
"Udah sarapan Lix?" tanya Belle sembari mengambil sepatunya yang ia simpan di rak.
"Belum, nanti dijalan kita makan yuk"
"Iya" Belle terlihat kesusahan saat memakai sepatunya kala itu, Felix yang melihatnya langsung menghampiri cewek itu dan membantunya memakai sepatu. "Sekolah udah dari TK, pakek sepatu aja masih belum bener"
Belle menatap kesal Felix tapi tidak melakukan hal kejam seperti biasanya terhadap cowok tersebut karena ada hal lain yang ingin dia katakan. "Lix"
"Hm?"
"Felix"
"Apa Belle?" Felix mendongakan kepalanya setelah selesai mengikat tali sepatu Belle.
"Gimana kalo gue diapa-apain?"
"Diapa-apain gimana?" Felix bangkit dari posisinya dan duduk tepat dihadapan Belle. "Kayak sinetron maksud lo gitu?" Belle mengangguk dengan lugu.
"Disiksa di toilet? Disiram air bekas pel? Meja lo dicoret-coret? Apa lagi?" Felix terkekeh melihat Belle yang sadar bahwa cowok itu tengah menyindirnya.
"Lix, gue serius ih!"
"Astaga Belle, halu-halu, masih pagi padahal" Felix menyentil jidat Belle dengan gemas lalu mengambil tas cewek itu. "Ayo berangkat"
__ADS_1
Ditengah-tengah perjalanan, suara Felix terselip diantara deruman motor dan mobil pagi itu. "Gak akan pernah ada yang berani nyentuh lo, karena gue akan selalu ada disisi lo" Saat itu terdengar nada tegas dalam suara Felix yang entah mengapa membuat hati Belle terasa lega pagi itu.
•••••
Hampir saja Belle dan Felix telat jika cowok itu tidak ngebut dalam perjalanan mereka kesekolah. Dan untung saja juga, satpam tersebut mengenal baik Felix sehingga memperbolehkan keduanya untuk tetap masuk.
Seharusnya mereka memang tidak telat asalkan Felix tidak gila dalam memakan sarapan nya. Bagaimana tidak, cowok itu menghabiskan 3 mangkok bubur ayam, 10 cakwe, gorengan, donat dan makanan lainnya yang bahkan Belle tidak dapat menghitung lagi berapa banyak sarapan yang sudah cowok itu konsumsi.
"Mau muntah Lix, sumpah" Belle dengan sangat cepat berlari menuju wastafel sekolah. Felix menyusul cewek itu dari belakang dan menepuk-nepuk punggungnya.
"Felix gila ih, orang baru makan udah diajak ngebutan oleh dia"
"Sorry embul, namanya juga udah mau telat, segala cara ya dihalalkan" Felix mengacak pucuk kepala Belle dengan gemas sebagai permintaan maaf kepada cewek itu. "Yang penting imut" Belle mengembulkan pipinya untuk beberapa detik lalu tertawa geli dengan sikapnya sendiri. "Lagian ya lo makan gak kira-kira, kayak udah gak makan 10 tahun aja"
"Lebay dia lebay, eh tapi udah mulai pede ya si embul sekarang" Felix mencubit pipi Belle dengan gemas tapi tetap lembut.
"Kenapa? Bagus dong kalau lo udah mulai pede, jangan anggap diri lo rendah terus" keduanya mulai berjalan menuju arah kelas Belle.
"Sama aja kan? Mau gue pede atau gak juga tetap bakalan di hate sama banyak orang"
"Gak lah, gini Belle, semakin lo pede, semakin juga lo berani, dan ketika lo udah berani, itu berarti lo udah bisa melawan mereka yang ngerendahin lo" Belle tidak menjawab, cewek itu hanya tersenyum tipis karena saat itu ia menyadari perhatian seisi koridor yang keduanya lewati mulai perlahan-lahan berpusat kepadanya.
Felix yang baru menyadari hal tersebut langsung merangkul Belle saat itu juga. Sembari melewati kerumunan tersebut, satu kalimat yang keluar dari mulut Felix berhasil membuat mereka semua mundur beberapa langkah. "Berani lo nyentuh dia, habis lo semua ditangan gue"
•••••
Sepanjang hari tidak ada satupun orang yang mengajak Belle berbicara, bahkan saat cewek itu masuk kedalam kelasnya, semua mata yang tertuju padanya menatapnya seolah dia adalah seorang pembunuh berantai yang baru saja keluar dari penjara.
Tidak ada satupun dari mereka yang berani menyakiti Belle secara fisik karena mereka tau bahwa keempat prince charming mereka berada disekeliling Belle untuk melindungi cewek itu. Tapi dengan cara mereka mengabaikan serta menatap rendah Belle, mereka dengan mudah telah menyakiti hatinya, bahkan lebih sakit daripada ribuan tamparan yang seharunya ia terima.
__ADS_1
Valerie, sahabatnya itu bahkan memilih untuk berpindah tempat duduk dan tidak lagi duduk bersama dengan Belle. Meninggalkan Belle sendirian tanpa seorangpun teman untuk cewek itu ajak bicara. Hari ini, berkali-kali Belle berusaha mengajak Valerie untuk berbicara, namun cewek itu selalu menghindarinya, bahkan menatap matanya seperti biasa pun tidak lagi Valerie lakukan.
Dengan tubuhnya yang lemas karena masalah yang ia hadapi, Belle keluar dari kelasnya, menunggu kehadiran Felix diatas motor cowok itu dan terus menerus meneriman bisikan serta tatapan tidak mengenakan kepadanya disana. Sampai cewek itu mendengar suara seseorang memanggil namanya dan mendapatkan Wilson yang berlari menuju kearahnya dengan Felix, Jason, dan Andrew yang berlari mengejar dibelakangnya.
"Wil, berhenti!" Felix berhasil menarik cowok itu menjauh dari Belle ketika jarak keduanya hanya tinggal beberapa meter lagi.
"Gue udah bilang kan kalo gue gak bakalan ngapa-ngapain Belle, gue cuma mau ngomong sama dia, can you please understand that!?"
"Tapi dia butuh waktu, kasih dia waktu kalo lo memang cinta sama dia, everything and everyone need time to heal" Andrew berusaha mengubah pola pikir sahabatnya itu meski ia tahu hanya kemungkinan kecil bagi Wilson untuk menuruti perkataanya.
Belle menatap keempat cowok tersebut dari jauh. Ia tidak menyangka, cewek jelek dan gendut sepertinya ini bisa menjadi penyebab dari pertengkaran mereka. Belle mengusap wajahnya yang lelah dengan kasar, turun dari motor Felix dan mendatangi keempat cowok tersebut.
"Felix" keempatnya langsung menoleh dan saat itu Felix langsung melepaskan Wilson dan menarik Belle kebelakang tubuhnya.
"Belle" Wilson memanggilnya namun tidak cewek itu pedulikan.
"Ayok pulang Lix, gue capek, mau istirahat" Felix dengan sigap langsung mengangguk dan menghidupkan motornya. Selang beberapa detik Belle langsung naik keatas motor cowok itu.
"Belle we really have to talk! Can you please at least listen to me for one minute?!" nada bicara Wilson meninggi, seolah cowok tersebut sudah benar-benar frustasi dengan keadaannya.
"Woi, sudah Wil, jangan kayak orang gila" Jason menarik mundur Wilson yang ingin menarik paksa Belle untuk turun dari atas motor Felix.
Belle menatap Wilson dari atas motor Felix. "Wil, soon lo akan sadar kalau semua kata cinta yang selalu lo ucapkan 2 hari terakhir ini hanyalah rasa bersalah lo terhadap cewek jelek dan gendut kayak gue ini, jadi tolong berhenti bilang kalo lo cinta sama gue, cukup gue aja yang pernah cinta sama lo, dan juga cukup buat itu jadi experience buat lo dan kehidupan lo yang akan datang, dan gue mohon sama lo untuk perbaiki hubungan lo dengan Valerie, karena sebenarnya dari awal, lo cuma pernah cinta sama Val"
"Dan juga menurut gue, bertemu lawan jenis cuma akan berujung dengan 2 pilihan, menjadi pelajaran hidup atau menjadi teman hidup, dan menurut gue lo adalah pelajaran hidup buat gue saat ini dan diri gue dimasa yang akan datang"
#?#?#?
Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗
__ADS_1