30 Days Love Letter

30 Days Love Letter
The End


__ADS_3


Suara gemuruh riuh memenuhi aula utama SMA Trevanor. Murid-murid angkatan 2016 akhirnya berhasil lulus 100% dari SMA Trevanor. Walau beberapa berhasil lulus dengan nilai pas-pasan namun ini bukan waktu yang tepat bagi mereka untuk bersedih karena nilai tersebut bukan?


Namun, disela-sela hebatnya gemuruh farewell party yang dilaksanakan, sepasang sejoli terlihat duduk dibawah pohon rindang taman belakang sekolah yang dulunya sempat menjadi tempat favorite mereka. Ya, lebih tepatnya setahun yang lalu.


Baik itu yang laki-laki maupun perempuan, keduanya tidak mengucapkan sepata katapun, terhanyut dalam pikiran mereka masing-masing ditemani sejuknya angin malam dan bintang-bintang yang berkelap-kelip seolah juga ikut merasakan mirisnya keheningan hampa yang mengelilingi keduanya.

__ADS_1


Banyak kata yang ingin diucapkan oleh mulut, namun sayang, keduanya sama, sebanyak apapun kalimat yang ingin mereka ungkapkan, semuanya tertahan. Perasaan takut menyakiti dan takut mengulangi kejadian dan kesalahan yang sama menjadi momok bagi keduanya untuk mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya.


"Andai aja gue gak terlambat dulu, apa kita masih akan seperti ini? Atau kita akan merasakan kebahagiaan yang sudah lama kita impikan?" suara Wilson memecahkan keheningan diantara mereka. Seolah memberikan sedikit kehangatan diantara dinginnya malam yang menyelimuti mereka.


Belle balas dengan tersenyum saat itu. Cewek itu tau pertanyaan itu pasti akan dilontarkan oleh Wilson cepat atau lambat kepada dirinya. "Lo gak bisa ngerencanain masa depan, dan lo juga gak bisa mengulang masa lalu Wil, karena itu, apa yang pernah terjadi dimasa lalu jangan pernah lo sesali, dan apa yang akan terjadi dimasa depan kelak, jangan pernah lo takuti"


"Karena hidup itu seperti roda Wil, akan ada saatnya lo berada diatas, merasa senang, merasa memiliki semuanya, tapi akan ada juga saatnya bagi lo untuk berada dibawah, saat itu lo akan menghadapi kehilangan, kesedihan, tapi hal itu gak bisa lo jadiin alasan buat lo untuk menyerah, karena cepat atau lambat lo akan berada diatas lagi, dan akan seperti itu seterusnya"

__ADS_1


"Ya, karena lo terbiasa menyakiti diri lo sendiri demi kebahagiaan orang lain, selalu seperti itu dari dulu kan?" Wilson menyeringai penuh luka.


Belle menghela berat nafasnya. Ia tau, bahkan sangat tau tentang betapa kecewanya sosok cowok dihadapannya itu. "Maaf Wil, gue gak bisa ngebahagiain diri gue sendiri dan juga lo, maaf karena gue dengan mudahnya ngehancurin hubungan yang sudah kita bangun dengan susah payah, maaf kalau gue terkesan egois, maaf juga kalau gue terkesan labil, tapi gue yakin, suatu hari nanti, lo pasti akan menemukan cewek lain yang akan menyadarkan lo tentang pesan dibalik semua tindakan dan keputusan yang gue buat saat itu, and you'll be happy with her"


Saat itu sebuah pelukan berhasil meluluhkan semua amarah yang tersimpan didada Wilson. Cowok itu seakan langsung terjatuh begitu saja dalam dekapan hangat Belle. Dan tanpa sadar, air matanya berjatuhan sembari memeluk balik tubuh gadis itu dengan erat. "Lo harus bahagia kali ini Bel, janji sama gue lo harus bahagia, dan suatu saat nanti, saat kita bertemu lagi, gue pengen ngeliat senyum indah lo selalu merekat dibibir manis itu, gue mohon sama lo, tolong kabulin permintaan gue yang satu ini"


Dengan pipinya yang basah karena air mata, cewek itu mengangguk penuh keyakinan. "Ya Wil, gue janji, let us meet again later when we're both already feel that happiness"

__ADS_1


#?#?#?


Hola-hola semuanya, para readers yang udah mau setia nungguin dan ngebacain my very first story ini hehehehe. So, as you see, sesuai judulnya, cerita ini sudah resmi selesai. Maaf sebelumnya kalau kalian ngerasa kecewa, tapi jalan cerita nya yang aku rencanain sejak awal memang kayak gini. Karena I can't make it to be happy ending, even if I want it, and there's a reason behind it 😊 Banyak alur dari cerita ini yang sebenarnya udah mengalami banyak perubahan dari rencana awalnya, tapi aku tetep gak bisa ngubah endingnya, karena aku tau mau sebahagia apapun cerita ini aku buat, tapi cerita nyata yang menjadi inspirasi dari cerita ini sendiri bahkan gak memiliki akhir yang menyenangkan bukan? Jadi aku bener-bener minta maaf dengan ending yang menurut kalian gak menyenangkan kayak gini, oleh karena itu, sebagai permintaan maaf dari aku, aku akan buatin kalian 1 episode special yang nantinya bakal aku kasih judul "Epilog". So, wait for 30 Days Love Letter last episode oke? And once again thank you for being a loyal reader of this story. See you on our last episode. Bye-bye 🤗


__ADS_2