
한 여자가 그대를 사랑합니다
han yeojaga geudaerul saranghamnida
Seorang perempuan mencintaimu
그 여자는 열심히 사랑합니다
geu yeojaneun yeolshimi saranghamnida
Dia mencintaimu dengan sepenuh hatinya
매일 그림자처럼 그대를 따라다니며
maeil geurimjacheoreum geudaereul ddaradanimyeo
Setiap hari dia mengikutimu seperti bayangan
그 여자는 웃으며 울고있어요
geu yeojaneun ooseumyeo oolgoisseoyo
Dia tertawa tapi ternyata menangis
얼마나 얼마나 더 너를
uhlmana uhlmana deo nuhreul
Harus seberapa lama lagi
이렇게 바라만 보며 혼자
ireokae baramahn bomyuh honja
Harus aku menatapmu seperti ini sendirian
이 바람같은 사랑 이 거지같은 사랑
ee baramgateun sarang ee geojigateun sarang
Cinta yang tak berarti ini, cinta yang menyedihkan ini
계속해야 니가 나를 사랑 하겠니
gyaesokhaeya niga nareul sarang hagaetni
Haruskah aku melanjutkannya agar kamu mencintaiku
조금만 가까이 와 조금만
jogeumman gakkai wa jogeumman
Mendekatlah sedikit lagi
한발 다가가면 두 발 도망가는
__ADS_1
hanbal dagagamyun doo bal domangganeun
Ketika aku mengambil selangkah lebih dekat, kamu berlari dengan kedua kakimu
널 사랑하는 난 지금도 옆에 있어
nul saranghaneun nahn jigeumdo yeopae isseo
Aku yang mencintaimu, bahkan sekarang berada disampingmu
그 여잔 웁니다
geu yeojan oomnida
Perempuan itu menangis
"Ketika aku mengambil selangkah lebih dekat, kamu berlari dengan kedua kakimu" gumaman Belle yang hampir seperti rintihan itu terdengar saat lagu tersebut dihentikannya tiba-tiba. Lalu sebuah senyum putus asa muncul dibibirnya.
Cewek itu tengah menghabiskan waktunya ditaman belakang sekolah setelah mengantar surat pemberian Wilson kepada Valerie hari ini. Wilson memberikan surat tersebut sedikit terlambat hari ini, sehingga Belle harus belarian mengejar Valerie untuk memberikan surat tersebut karena Valerie hampir saja pergi dari sekolah. Dan lagi, melihat senyum manis yang muncul dibibir temannya itu.
Tapi saat tengah berjalan untuk pulang, kakinya seolah bertolak untuk segera pulang kerumah dan membawanya ketaman. Tempat sekarang ia sibuk memutar lagu yang sama berulang kali di playlistnya.
Belle menghela nafasnya dengan berat. Entah sudah berapa kali dia melakukan hal tersebut sejak kejadian 6 hari ini. Bahkan semua yang terjadi saat ini jauh lebih berat dari kejadian 1 tahun lalu. Rasanya seolah sedang menukarkan kebahagiaan diri sendiri demi kebahagiaan orang lain. Dan lucunya, Belle tau bahwa itulah konsekuensi yang harus dihadapinya dan dia tetap melakukan hal menyakitkan tersebut.
"Nafas lo ganggu tidur gue sumpah, dari tadi narik nafas mulu, kayak orang sesek nafas aja lo" suara Wilson yang tiba-tiba muncul berhasil membuyarkan lamunan cewek itu. Belle yang terkejut, langsung menoleh dan mencari keberadaan cowok itu. Dan menemukan Wilson yang sedang berbaring di kursi yang tepat berada dibelakangnya.
"Sorry" ujar Belle dengan cemas yang langsung mengambil tasnya untuk pergi tapi Wilson menahan tangannya. "Duduk"
Belle terdiam beberapa saat melihat Wilson yang kini sudah berpindah dan duduk ditempat dia tadi. Wilson yang jengah melihat Belle masih terdiam ditempatnya tanpa melakukan apapun, tanpa aba-aba langsung menarik cewek itu dengan paksa dan duduk di sebelahnya.
Belle yang terkejut, reflek menatap mata coklat tajam milik Wilson yang kala itu juga sedang menatapnya. Tapi dengan cepat Belle langsung memutuskan kontak matanya. Tatapan tajam Wilson adalah hal yang paling dia hindari sebenarnya. Walau terkadang, tanpa sadar, ia tetap terkesima dengan mata coklat indah milik Wilson.
"Hah?" Belle lagi-lagi reflek menoleh kearah Wilson yang juga sedang melihat kearahnya. Dengan cepat Belle langsung menundukan kepalanya lagi.
"Lagu yang tadi lo puter, apa judulnya?"
Belle diam. Tidak, dia tidak ingin memberitahu Wilson judul lagu tersebut, karena jika Wilson tau arti dari lirik lagu tersebut, bisa-bisa Wilson akan menghinanya lagi karena berfikir bahwa dia masih berharap kepada Wilson.
"Bisu ya lo?" Belle tersadar akibat hinaan yang keluar dari mulut Wilson lalu menggeleng.
"Gue tanya lo judul lagu yang dari tadi lo puter berulang kali itu, bukan nyuruh lo geleng-geleng gak jelas"
"Lupa"
"Lo-" belum sempat Wilson menyelesaikan ucapannya, Belle sudah berlari meninggalkannya tanpa mengucapkan sepata katapun. Karena cewek itu tau Wilson akan kembali memarahi serta menghinanya.
•••••
"Gue udah kirim tadi, lo denger trus cari judulnya, sekarang juga, gue tunggu 5 menit" Wilson lalu menutup telponnya.
Dia benar-benar penasaran dengan lagu yang terus-terusan diputar oleh Belle sedari tadi saar dia sedang tiduran ditaman tersebut. Sampai cewek itu bahkan tidak menyadari keberadaanya disana. Lagu itu entah mengapa terdengar sangat menyedihkan sampai-sampai lagu itu terus-terusan berputar dikepalanya. Ditambah dengan gumaman Belle yang tanpa sengaja juga berhasil tertangkap indra pedengarannya itu malah semakin membuatnya pensaran dengan lagu tersebut.
Dan untungnya, dia sempat merekam lagu tersebut menggunakan ponselnya. Sehingga dia bisa meminta Jason untuk mencari judulnya dengan mudah karena Belle yang tidak ingin memberi tau judul lagu tersebut kepadanya.
Tidak lama kemudian sebuah pesan notifikasi terdengar dari ponselnya. Wilson dengan segera mengeceknya dan mendapati Jason yang mengirimkannya sebuah screenshot lagu dari salah satu platform musik.
Jason: *foto*
__ADS_1
Jason: Lagian untuk apa sih lo nyari lagu korea galau kayak gini? Alay banget jadi cowok tumbenan
Wilson memilih untuk tidak menghiraukan pesan dari Jason dan langsung mengetik judul serta penyanyi lagu tersebut di salah satu platform musik. Lalu diputarnya lagu tersebut sambil melihat lirik serta arti yang tertera dilayar ponselnya itu. Dan cowok itu langsung terdiam.
"Pantes gak mau ngasih tau" ujar Wilson setelah selesai mendengar lagu tersebut.
Setelahnya, Wilson langsung merekam serta mengetik sesuatu diponselnya sebelum mengambil jaket denim miliknya dan melesat pergi meninggalkan taman tersebut.
•••••
"Gak dibales" ujar Jason yang lalu melempar ponselnya sembarangan diatas sofa setelah menunggu balasan dari Wilson selama 10 menit tapi tidak juga menerimanya.
Felix, Andrew, dan Jason memang memutuskan untuk berkumpul dicafe milik Andrew. Tadinya mereka mengajak Wilson untuk bergabung tentu saja, tapi cowok itu menolak dengan alasan mengantuk.
"Tumben-tumbenan sumpah tuh cowok, mana lagu galau korea lagi" ujar Andrew sambil meneguk soda miliknya.
"Pernah gak lo berdua mikir kalo mungkin bentar lagi dia bakal kena karma akibat omongan dia sendiri" Felix menatap kedua temannya dengan serius.
Mendengar perkataan Felix, Andrew dan Jason lantas saling melihat satu sama lain lalu kembali menatap Felix.
"Baru 6 hari memang, tapi bukan cuma 6 hari ini dia nyakitin Belle, dari tahun lalu bahkan, kalo lo berdua inget" lanjut Felix.
"Tahun lalu bukan hal yang bisa lo jadiin bahan untuk pembuktian kalo Wilson nyakitin Belle, karena kalo lo jadi dia juga, lo pasti gak mau kan nerima cewek yg lo gak cinta bahkan kenal aja gak, ya walaupun kita juga tau alasan lain kenapa Wilson nolak dia, well... semua orang tau" balas Jason.
"Tapi gak berarti lo berhak menolak orang itu dengan kata-kata menyakitkan, dan coba gue pake kata-kata lo, kalo lo jadi Belle, lo pasti gak nyangka kan kalo perasaan lo akan menjadi bumerang menyakitkan untuk kehidupan lo kedepannya"
"Gue gak bilang kalo kejadian yang saat ini juga bukan salah Wilson, karena gue juga setuju dengan lo tentang siapa yang salah dengan kejadian saat ini, tapi gue rasa pandangan lo dan gue tentang kejadian 1 tahun lalu sedikit beda"
Andrew yang sedari tadi diam memutuskan untuk melerai kedua temannya itu. "Udahlah, jangan saling ribut, lagian ini masalah Wilson, kita sebagai teman cuma bisa bantu ngarahin dia kejalan yang bener, dan sisanya dia yang memutuskan"
•••••
Belle baru saja sampai dirumahnya saat mendapati sebuah pesan masuk diponselnya.
Wilson Kyle: *Voice Note*
Wilson Kyle: That Woman - Baek Ji Young
한발 다가가면 두 발 도망가는
hanbal dagagamyun doo bal domangganeun
Ketika aku mengambil selangkah lebih dekat, kamu berlari dengan kedua kakimu
널 사랑하는 난 지금도 옆에 있어
nul saranghaneun nahn jigeumdo yeopae isseo
Aku yang mencintaimu, bahkan sekarang berada disampingmu
그 여잔 웁니다
geu yeojan oomnida
Perempuan itu menangis
Suara Wilson. Itu suara Wilson.
__ADS_1
#?#?#?
Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗