
Sejak pagi, Wilson menemukan kejanggalan dalam sikap Belle. Cewek itu tidak mengeluarkan sepata katapun sejak ia menjemputnya ke sekolah. Dan bahkan saat jam istirahat pun, cewek itu sama sekali tidak menemui Wilson, dan selalu menghindar saat Wilson berusaha menemuinya.
"Wil, latihan dulu" Felix menepuk pundak sahabatnya itu, mengajaknya untuk latihan.
"Nanti gue bantu lo, gue tanyain dia nanti, dia pasti mau cerita sama gue masalahnya, lo tenang dulu, sekarang lebih baik lo latihan yang bener dulu untuk ngebuat dia bangga sama lo nantinya" ujar Felix yang memang telah mengetahui tentang keanehan sikap Belle.
Wilson menatap Felix, memberikan sinyal lewat matanya dan dijawab Felix dengan tepukan di pundak sahabatnya itu. "Ayo latihan"
•••••
"Ada Belle nya bi?" setelah pulang latihan, Felix langsung pergi menuju rumah Belle. Felix tau, Wilson bisa melakukannya, namun ia tidak yakin, cewek itu akan mengungkapkan semua unek-uneknya kepada Wilson. Dan hal tersebut menjadi salah satu alasan kedatangannya saat ini.
Belum sempat bibi tersebut menjawab, suara Belle terdengar dari dalam rumah. "Ada siapa bi?" dan tidak lama wajah Belle tertampang dari balik pintu. "Felix?"
"Belle, lagi ngapain?" Felix tersenyum. "Ayo, jalan-jalan"
•••••
"Ngapain kesini Lix?" keduanya kini telah duduk ditaman komplek, tempat keduanya sering menghabiskan waktu mereka bersama.
"Gue langsung to the point boleh?" Belle memberi jawabannya dengan anggukan kecil.
__ADS_1
"Belle, gue tau gue gak bisa maksa lo, gue juga tau banyak yang sudah lo lalui selama ini dan itu semua gak mudah, banyak pengorbanan, luka, dan semua hal menyakitkan, dan dengan semua itu apa lo pantes untuk ngerasa kayak gini? Apa lo kira lo pantes untuk ngerasa gak pantes dengan cinta yang diberikan Wilson saat ini?"
Belle mengangguk lalu menatap Felix dengan senyumannya. "Lix, saat ini gue cuma butuh waktu untuk berfikir, banyak hal yang harus gue pertimbangkan, karena gue takut kalau sampai gue salah mengambil langkah dan itu semua merugikan orang yang gue sayang pada akhirnya"
Belle tersenyum senduh dengan kepala yang tertunduk. "Gue tau kedatangan lo kesini pasti karena Wilson, tapi gue baik-baik aja, saat ini gue cuma mau ngasih space buat diri gue sendiri supaya gue bisa berfikir jernih tentang apa yang harus gue lakukan kedepannya, gue juga gak bermasuk nyakitin Wilson, rasanya juga sakit ngeliat dia sedih karena gue, tapi..."
Keduanya terdiam untuk sesaat saat itu. Bergelut dengan pikiran mereka sendiri.
"Maaf selama ini gue gak ngertiin lo, gue ngerasa gagal dengan janji dan misi gue sendiri untuk lo" Belle menggeleng dengan lembut lalu menatap Felix. "Lo udah ngelakuin semua yang terbaik yang bisa lo lakuin Lix, you did your best already"
"Tapi kenapa lo masih terus-terusan sedih dan dibenci orang kalau memang gue udah ngelakuin yang terbaik? Apa gue selemah dan seenggak berguna itu?" Felix memalingkan wajahnya dengan kecewa juga amarah yang meliputi dirinya.
"Bukan gitu Lix, saat ini pun kalau memang ada yang harus disalahkan itu bukan lo tapi diri gue sendiri, gue terlalu labil dan gak punya komitmen untuk sekedar menentukan apa yang seharusnya gue lakukan, gue juga gak punya keberanian untuk ngelawan mereka-mereka yang merendahkan gue dan ingin mengambil kebahagiaan gue"
"Dengar Lix, gue udah anggap lo sebagai salah satu orang yang paling berarti dihidup gue, jadi jangan pernah menganggap kalo lo gagal dalam merubah hidup gue, karena jadinya lo seolah bilang kalo gue terlalu keras kepala dan gak tau diri untuk dinasehati, bahkan untuk diri gue sendiri"
"Ya, makanya jangan pernah lagi lo ngomong kayak gitu, ya?" Belle tersenyum manis menatap cowok dihadapannya lalu mengacak gemas rambut Felix untuk pertama kalinya, dan berhasil menampilkan wajah syok Felix kala itu. "Sekali-laki, kan lo juga sering gituin gue" Belle menyegir imut.
"Astaga, udah berani ya dia" saat itu dengan cepat Belle langsung berlari tatkala menyadari cowok itu akan segera menangkap dan mengelitiknya hingga menangis seperti yang pernah Felix lakukan dulu-dulu.
"BELLE, JANGAN LARI!!"
"TANGKAP AJA KALAU BISA" balasan teriakan dari Belle semakin memanaskan keinginan Felix untuk segera menangkap gadis itu dan mengelitiknya hingga menangis. Dan ya, keinginannya terwujud, hanya dalam beberap detik saja Felix telah berhasil menagkap dan mengelitik Belle hinga cewek itu berteriak minta ampun berkali-kali tanpa henti.
__ADS_1
"Minta ampun gak?!" tanya Felix masih sembari mengelitik cewek itu dengan tawa khasnya.
"IYA UDAH-HAHAHAHAHA, KAN UDAH MINTA-HAHAHAHA- KAN UDAH MINTA AMPUN DARI TADI" jawaban Belle dengan diselingi tawa geli menggelegar membuat Felix memilih untuk melepaskan Belle. Terlihat Belle akhirnya daat mengambik nafasnya dengan tenang setelah Felix tidak lagi menggelitiknya.
Felix tertawa geli melihat Belle yang terlihat kesusahan mengambil nafas namun perasaan bersalah juga menyelimutinya saat melihat kondisi Belle tersebut. "Maaf ya" tutur Felix sembari mengelap keringat didahi Belle.
Belle memukul lengan Felix sebagai balasannya. "Sesek tau!"
"Iya maaf, gak lagi deh"
"Gak lagi, gak lagi, besok ngulang lagi pasti" siru Belle.
Felix menyengir sembari mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tau aja si embul"
Belle tidak lagi mengubris perkataan Felix dan membaringkan tubuhnya diatas rerumputan taman tersebut dan memejamkan matanya dengan tenang. Selang beberapa detik Felix juga ikut berbaring disebelah cewek gembul itu.
"Belle, apa nantinya keputusan lo itu akan membahagiakan semua pihak?"
Pertanyaan Felix yang tiba-tiba tidak langsung dijawab oleh Belle. Hening sempat menyelimuti keduanya selama beberapa saat hingga akhirnya Belle menjawab. "Gue gak yakin, gue juga gak janji, tapi akan gue usahakan untuk tidak menyakiti banyak orang, karena itu keinginan terbesar gue"
"Walau itu harus menyakiti diri lo lagi untuk kesekian kalinya?"
Belle tersenyum lalu menatap Felix yang terbaring disebelahnya dan juga telah menatapnya sedari tadi. "Gue minta waktu karena gue pengen supaya gue kali ini juga ikut merasakan kebahagiaan itu Lix, jadi lo jangan khawatir, karena gue akan memastikan untuk melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan itu"
__ADS_1
#?#?#?
Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗