30 Days Love Letter

30 Days Love Letter
Day 11 (2)


__ADS_3


Setelah Felix pulang, Belle dengan sigap langsung masuk kedalam rumahnya, mengambil tas dan juga surat yang diberikan Wilson kepadanya untuk Valerie kemarin dan langsung bergegas pergi menuju rumah Valerie.


Tiba di rumah Valerie, Belle langsung mengetuk pintu rumah sahabatnya itu dengan tidak sabar. Ketukan keras beruntun itu tentu saja membuat penghuni dalam rumah tersebut segera membukakan pintunya. Saat itu wajah mama Valerie muncul dan langsung tersenyum kala melihat Belle.


"Oalah Belle, tante pikir siapa"


"Siang tante, maaf kalo ganggu"


"Gak dong, masa ganggu sih, udah lama ya kamu gak kesini, tante pikir kamu kenapa-kenapa loh, barusan aja tante tanya sama Val, eh kamunya dateng"


"Iya, belakangan lagi banyak tugas sekolah tan, maaf jadi jarang dateng"


"Gapapa, yang penting kamu sehat, yaudah ayo masuk, Val nya ada diatas"


Mama Valerie menuntun Belle masuk kedalam rumahnya lalu membiarkan Belle naik sendiri kekamar anaknya. Sedangkan wanita paruh baya dengan rambut pendeknya itu kembali melanjutkan kegiatannya tadi.


Belle yang langsung membuka pintu kamar Valerie begitu saja, membuat cewek itu terkejut dan hampir saja melempar laptop yang berada di pahanya. "ASTAGA BELLE!!!"


Belle menyengir menyadari kesalahannya. "Ketok dulu kalo mau masuk itu! Untung gak bener-bener gue lempar ni laptop" Valerie menatap kesal sahabatnya yang masih menyengir.


"Mana?" tanya Valerie setelah Belle berbaring tepat disebelah cewek itu. Belle tidak mengatakan apa-apa dan begitu saja langsung memberikan surat dari Wilson kepadanya.


Segera setelah menerima surat tersebut, Valerie langsung membuka dan membacanya dengan senyum yang merekah hebat dibibirnya. Belle tidak memperhatikan temannya itu, tatapannya mengarah lurus keatas plafon kamar Valerie, berfikir untuk mengatakan atau tidak kalimat yang sudah berada diujung bibirnya itu.


"Val"


"hm?"


"Val"

__ADS_1


"Apa?"


"Valerie"


"IYA APA BELLE?" Belle menatap Valerie yang  sedang menatapnya dengan kesal. "Sorry" tawa Belle.


"Tapi Val"


"Apa lo?"


"... lo baik-baik aja kan sama Wilson?"


"Iya dong"


"Gak berantem kan?"


"Gak"


"Gak ada Belle, kenapa emangnya?"


Belle tidak menjawab, tapi Valerie dapat melihat ekspresi lega cewek itu. "Kenapa emangnya?"


"Gapapa, nanya aja"


Valerie menatap aneh Belle untuk sesaat lalu memegang jidat cewek itu. "Panas, pantesan"


"Pantesan apa?"


"Pantesan gila" detik itu juga tendangan mendarat di badan Valerie. "Dasar lo, anak manusia"


"Emang iya, wleeee, emangnya lo?"

__ADS_1


"Gue apa!?"


"Gapapa" Valerie tersenyum lugu, melihatkan wajah mengejeknya kepada Belle.


"Ishh, untung temen"


"Kenapa emangnya kalo bukan temen?"


"Gue tenggelemin lo"


"Belle psikopat, ihh takut" Valerie menunjuk-menunjuk Belle, seolah cewek itu benar-benar psikopat dan sedetik kemudian kedua sahabat itu tertawa dengan puas akibat candaan garing mereka sendiri.


Puas tertawa dan lelah karena terus-terusan saling melempar bantal kearah satu sama lain. Dua sahabat itu terkulai lemas diatas kasur, mengatur nafas mereka yang tidak beraturan akibat terlalu lelah.


"Val, you happy?"


Valerie mengangguk dengan semangat. "Gak pernah selama gue hidup gue sebahagia saat ini"


"Ada keluarga gue yang tiap saat selalu sayang sama gue, ada lo sahabat gue yang selalu berada disamping gue, dan terakhir ada Wilson sebagai penyemangat gue yang selalu menampilkan senyum dibibir gue, sejak gue punya semua itu, gue gak butuh hal lain lagi, gue gak butuh apa-apa lagi, dan cukup kalian yang selalu berada disamping gue, kebahagian itu akan selalu ada mengelilingi gue"


"I'm glad you feel like that"


"Yups, tapi kalo bukan karena lo, hal-hal indah ini gak akan pernah terjadi dihidup gue"


"Bukan karena gue, tapi karena diri lo sendiri, lo yang buat kami ingin jaga lo, pengen sayang sama lo lebih dari apapun, pengen ngelindungin lo dari segala sesuatu. Lo penyebabnya Val, lo yang menarik, jadi semua ini gak ada hubungan apapun sama gue. Just you and only for you"


Belle tersenyum. Senyum penyimpan seribu satu luka yang hanya dirinya sendiri ketahui. Setidaknya itula yang dia yakini.


#?#?#?


Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗

__ADS_1


__ADS_2