
Siswa siswi Trevanor sekarang seakan sudah tidak terkejut lagi dengan kedekatan Felix dan Belle. Bagi mereka, terutama cewek-cewek yang termasuk dalam penggemar fanatik Felix, tidak apa-apa jika keduanya dekat asalkan mereka tidak sampai pacaran, selagi hal itu masih belum terjadi, masih ada kesempatan bagi mereka untuk memiliki Felix.
Pagi itu keduanya terlihat datang bersama kesekolah menggunakan mobil Felix. Cewek-cewek laim yang melihat hal tersebut langsung histeris tidak karuan apalagi saat melihat Felix membukan pintu mobilnya untuk Belle. "Silakan turun princess" canda cowok itu yang membuat Belle terkekeh karenanya.
"Terimakasih pangeran berkuda pink" balas Belle.
"Enak aja pink, bukan kata lo gue bencong yang suka nangkring malem-malem cari om-om mesum gak sadar diri" Belle tertawa mendengar penuturan cowok itu.
"Puas dia ketawa" Felix mengacak-ngacak rambut cewek itu dengan gemas lalu merangkul dan menariknya memasuki gedung sekolah.
Keberadaan kedua sahabat itu tentu saja menarik perhatian seluruh warga sekolah lagi dan lagi, walau mereka sudah tidak terkejut dengan pemandangan tersebut tapi tetap saja mereka penasaran dengan keduanya.
"Pulang ini gue mau beli kacamata hitam, masker sama topi hitam"
"Ngapain?" Belle menatap bingung cowok tinggi disebelahnya itu.
"Ya kan, biasanya kalo artis-artis Korea kalo ditempat umum pake kayak begituan"
"Mulai gila nih anak" Felix terkekeh melihat reaksi Belle dan lagi-lagi mengacak rambut Belle.
"Ishhh Felix, berantakan tau gak"
"Gak tau" Felix menjepit kedua pipi Belle dengan telapak tangannya dengan gemas dan membuat cewek itu meraung meminta dilepaskan.
"PEYIK-HM-LEPAS!" Belle mengeliat kesal ditempatnya, berusaha melepaskan cengkraman tangan Felix dari kedua pipinya.
Felix yang akhirnya membebaskan kedua pipi Belle dengan tawa itu medapatkan sebuah cubitan di pinggangnya. "Dasar lo! Seneng banget liat anak orang sengsara"
"Gapapa, lagian cuma lo juga"
"Dasar p**p"
"Astaga Belle! Jorok banget mulutnya"
"Bodoamat Lix, bodomat"
Felix tertawa kala Belle merengut tapi tidak lama kemudian juga ikut tertawa akibat Felix yang terus-terusan mencoel-coel cewek itu sembari menggodanya.
Tapi tanpa mereka sadari, ada seseorang yang berdiri dalam diamnya dengan hati yang sakit seolah tertusuk bilah tajam. Ia pikir ia sama sekali tidak akan pernah merasakan perasaan ini, namun dia salah karena saat ini ia sadar, bahwa dia telah melanggar sumpahnya sendiri untuk tidak mencintai cewek itu.
•••••
Ponsel bewarna rose gold milik Belle bergetar ditengah-tengah jam pelajaran. Cewek itu mengintip ponselnya untuk melihat siapa pengirim pesan tersebut dan menemukan nama Wilson disana.
Wilson Kyle: Gue tunggu pulang sekolah di taman belakang
Belle menyimpan kembali ponselnya lalu menelungkupkan kepalanya. Ia sedang tidak ingin bertemu dengan cowok itu sama sekali tapi ia tetap harus menepati janjinya seperti yang ia katakan kepada cowok itu kemarin.
"Belle!" seruan guru yang mengajar dikelasnya membuat cewek itu langsung mengangkat kepalanya dengan spontan. "Maaf bu"
"Kamu mengantuk?"
"Tidak bu"
"Ya sudah, perhatikan pelajaran dengan benar" Belle mengangguk.
__ADS_1
Valerie yang baru selesai mencatat latihannya lantas menyenggol sahabatnya itu. "Kenapa lo? Tiba-tiba lemes gitu" bisiknya.
"Gak" Valerie berdecih mendengar jawaban Belle lalu kembali bertanya. "Wilson belum kasih surat hari ini?"
"Belum, mungkin nanti pas pulang sekolah"
"Oke, gue tunggu dikelas ya" Valerie tersenyum senang. Seolah surat pemberian dari Wilson adalah sumber kebahagiaan terbesarnya. Setidaknya sampai saat ini.
•••••
Pulang sekolah dengan langah terpaksanya, Belle menuju ketaman belakang sekolah. Wajah cewek itu sama sekali tidak menampilkan ekspresi tertentu, hanya datar. Hati dan pikirannya seolah telah mati, tidak ada perasaan, juga tidak ada ekspresi, hanya ingin memfokuskan diri kepada dirinya sendiri.
Sesusai tiba disana, Belle duduk dibangku yang sama seperti biasanya tapi kali ini cewek itu hanya diam, melamun bahkan sampai tidak menyadari kehadiran Wilson kala itu.
Wilson tersenyum kala menyadari akhirnya ia mendapatkan kebenaran tentang cewek dihadapannya ini. Kala ia menyadari bahwa cewek yang selama ini dia benci dan ia hina-hina ternyata adalah orang yang berhasil membuktikan bahwa karma masih berlaku didunia ini. Karma is real.
"Belle" Belle menoleh dengan wajah datarnya saat mendengar suara Wilson memanggil namanya. Dan begitu saja langsung menyodorkan tangannya, meminta Wilson untuk segera memberikannya surat tersebut.
"Gak dulu, gue harus ngomong sama lo"
"Gue gak ada waktu, Felix udah nunggu gue"
"Sebentar Belle"
"Valerie juga udah nunggu"
"Belle..."
Belle menarik nafasnya berat lalu menatap lurus kedalam mata Wilson. "Apa?"
Dan saat itu, untuk pertama kalinya mata Belle berhasil menghipnotis seorang Wilson. Mata yang membuat cowok itu menemukan sebuah keindahan yang sama sekali tidak pernah ia lihat sebelumnya. Tapi sayangnya dalam beberapa detik Belle berhasil merengut kembali keindahan yang sempat ia berikan. Cewek itu tiba-tiba saja sudah mengambil surat yang ia simpan disaku belakangnya dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan apa-apa.
"Belle!"
"Belle! Gue bilang berhenti! Lo gak budek kan?!" saat itu Belle benar-benar menghentikan langkahnya ditengah kerumunan tersebut.
Wilson berdecih kala itu. "Harus gue hina dulu ya baru lo mau nanggepin gue?" Belle membalik tubuhnya dan menatap Wilson dengan tajam. "Atau lebih tepatnya gue gak akan pernah ngebiarin lo ngehina gue sesuka hati lo lagi kayak dulu"
Wilson terdiam sesaat lalu kembali berbicara. "Kenapa? Karena lo gak suka gue lagi? Jadi setiap orang yang lo suka boleh ngehina lo sesuka hati mereka? Pantes aja lo kelihatan rendah banget"
"Wilson!"
"Kenapa? Gak setuju? Lo bilang gak akan ngebiarin gue ngehina lo lagi kan? Tapi saat ini gue ngehina lo, jadi apa yang bakal lo lakuin?"
Tidak ada jawaban. Belle hanya diam, menatap cowok dihadapannya itu dengan marah.
"Jawab!"
Belle tetap tidak menjawab tapi malah melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat tersebut. Tidak menanggapi Wilson dengan sepata katapun.
"BELLE GUE SUKA LO!!!"
Saat itu, kalimat itu seolah berhasil menghentikan waktu. Belle terdiam ditempatnya saat itu, tidak bergerak seinci pun dari tempatnya, berusaha mencoba mencerna kata yang baru saja diteriakan Wilson.
"Gue suka lo dan itu kenyataan yang baru gue sadari, yang juga jadi bukti bahwa karma tetap berlaku didunia ini, yang jadi bukti bahwa gue sudah melangar janji dan sumpah gue dulu untuk gak pernah mencintai lo sama sekali"
Tidak ada jawaban.
__ADS_1
"Belle..."
Belle tidak membalikan badannya tapi cewek itu berbicara, "Anggep lo sama sekali gak pernah ngomong itu, anggep hal ini gak pernah terjadi, lakuin itu sebelum lo menyesal"
Belle melanjutkan kembali langkahnya. Tapi kembali terhenti saat Wilson kembali berteriak, "Gak akan pernah! Hari ini bakal gue kenang seumur hidup gue. Hari ini bakal gue jadiin hari dimana untuk pertama kalinya gue tau bagaimana mencintai seseorang yang sesungguhnya. Dan itu semua karena lo, Annabelle Clarine!"
"Wilson... Belle..."
Itu suara Valerie dan ya, Valerie disana. Menonton dan mendengar semuanya sejak awal.
"Valerie" Belle dengan cepat menghampiri cewek itu dan lantas ingin memegang tangannya saat langsung ditepis dengan kasar oleh Valerie.
"Ada apa?" Valerie menatap sahabatnya itu dengan dingin.
"Denger gue, tolong jangan langsung buat kesimpulan"
"Gue gak pernah buat kesimpulan apa-apa, tapi apa yang gue lihat dan dengar sudah cukup ngejelasin semuanya tanpa harus lo jelasin lagi"
"Val..."
"Jelasin kalo gitu apa yang belum gue tahu"
"Ayo, jangan disini" Belle berniat mengajak sahabatnya itu untuk menjauh dari kerumunan tapi tidak Valerie hiraukan. "Disini aja, biar yang lain dengar" mata Valerie menatap Wilson kala itu, seolah ada pesan tersembunyi dibalik tatapan dingin cewek itu.
Belle menarik panjang nafasnya. "Kami sama sekali gak punya hubungan apapun, gue selama ini cuma ngebantu dia untuk nyampein surat itu ke lo dan lo tau semua hal itu kan Val? Jadi gue mohon tolong percaya sama gue"
"Kasih gue jaminan kalo lo sama dia gak punya hubungan sama sekali dan akan pernah punya hubungan apapun"
Belle tertegun. Seolah mengerti maksud dari perkataan Valerie yang memintanya untuk menjauhi Wilson. "Val... Tapi surat lo..."
"Gue gak peduli lagi sama surat itu, kasih gue jaminan dan gue bakal percaya sama semua omongan lo tadi"
"Oke, gue bakal jauhin dia.... selamanya"
"Belle!" Wilson mendatangi kedua cewek itu lalu menatap Valerie. "Gue pernah suka lo Val, tapi itu dulu sebelum gue sadar kalo gue suka sama Belle bukan sama lo, saat gue sadar kalo gue cemburu ketika ngeliat dia berduaan sama Felix, cemburu ngeliat dia bisa ketawa dengan cowok lain tapi gak dengan gue, cemburu ketika gue tau cowok lain tau semua tentang dia tapi gue gak, gue cemburu dan akhirnya gue sadar kalo gue cinta sama Belle"
"Wilson!" Belle berniat untuk menghentikan cowok itu.
"Belle!" kini Valerie menatap kedua orang dihadapannya itu lalu matanya tertuju kepada Wilson. Mata penuh luka yang untuk pertama kalinya Belle melihat hal tersebut dalam diri Valerie.
"Wil, that easy huh? LO BILANG LO GAK AKAN PERNAH SUKA BELLE! LO BILANG LO CUMA CINTA SAMA GUE! LO BILANG LO JANJI UNTUK SELALU BUAT GUE TERSENYUM! TAPI LIAT SEKARANG!? BARUSAN LO NGOMONG APA WILSON!? APA!!" Valerie menangis saat itu. Tangisannya terdengar sangat pilu ditelinga semua orang yang berada disana. Tapi tidak satupun dapat berbuat apa-apa.
Andrew, Jason, dan bahkan Felix sudah berada disana. Tapi mereka bertiga tahu bahwa ini bukan masalah dimana mereka memiliki hak untuk ikut campur. Bahkan Felix yang tergolong sangat dekat dengan Belle.
"Val... tolong ngertiin gue"
"Kalo gue ngertiin lo, terus siapa yang bisa ngertiin gue!? Siapa Wil!? SIAPA!?"
"Val, let us talk about it later, oke?"
"Later? Setelah lo berhasil dapetin dia dan ngancurin hati gue berkeping-keping kan?" Valerie mendorong Wilson menjauh lalu berlari keluar dari kerumunan tersebut.
Belle berniat menyusul sahabatnya itu sebelum tangan Wilson mencegatnya. "Stay here, we need to talk"
"Gak ada yang harus perlu diomongin, karna dengan cara lo ngebuang Valerie cuma karena lo bilang lo cinta sama gue, itu sudah cukup jadi bukti kalo suatu saat nanti lo juga bisa ngelakuin hal yang sama ke gue kalo lo bertemu cewek yang menurut lo lebih dan lebih"
Dan dengan begitu Belle meninggalkan Wilson begitu saja ditengah kerumunan tersebut. Membiarkan cowok tersebut melihat kerumunan yang perlahan-lahan menghilang dari pandangannya dan meninggalkan dia disana sendirian dengan segala penyesalan dan rasa sakit dihatinya.
__ADS_1
#?#?#?
Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗