
Tidak ada yang spesial dengan hari Jumat, hanya kegiatan yang sama yang dilakukan oleh orang yang sama. Dengan Belle yang mengambil surat dari Wilson untuk diberikan dengan Valerie dan kegiatan biasanya, pulang sekolah, dan menetap didalam rumah sepanjang hari menonton drama korea sampai tertidur.
Malam harinya pukul 9, Belle terbangun karena merasa lapar setelah seharian hanya mengkonsumsi satu gelas susu dan 2 buah apel. Cewek itu keluar dari kamarnya untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan didapur tapi dia tidak menemukan apa-apa disana. 'Mungkin bibi lupa stock makanan' begitu pikirnya. Karena memang pembantu rumah tangga Belle tidak menetap dan tinggal dirumahnya, dia datang pagi dan akan pulang setelah Belle pulang dari sekolahnya.
Karena itu setelah mengambil jaket untuk menghangkat tubuhnya dari dinginnya malam, Belle berjalan sendirian keluar dari rumahnya untuk mencari makanan dipinggir jalan dekat rumahnya. Mata Belle menelusuri satu persatu deretan stan yang menjual berbagai jenis makanan. Dan akhirnya setelah mengelilingi seluruh stan tersebut, Belle memutuskan untuk memesan sepiring mie tek-tek.
Selagi menunggu Belle hanya menatap jalan raya didepannya, mobil-mobil serta motor-motor yang masih sibuk berlalu lalang dijalanan. Saat tiba-tiba sebuah pesan masuk dihpnya. Dan menemukan nama Wilson disana.
Wilson Kyle: Woy tidur lom?
Belle sempat kebingungan sesaat melihat cowok itu mengiriminya pesan malam-malam seperti ini.
Annabelle.C: Belum
Wilson Kyle: Send location lo ke gue sekarang
Belle terkejut membaca pesan dari Wilson. Saat tiba-tiba mie tek-tek yang ia pesan tadi datang, Belle langsung membayar pesannya saat itu baru kembali melihat ponselnya dan menemukan satu pesan baru lagi dari Wilson.
Wilson Kyle: JAWAB CHAT GUE!
Melihat isi pesan Wilson, Belle buru-buru mengirimkan lokasinya kepada Wilson saat itu juga.
Selang 10 menit saat sedang menyantap mie tek-tek nya sembari bermain ponsel, seseorang dengan tiba-tiba duduk dihadapan Belle tanpa mengucapkan apapun. Seketika itu Belle langsung menolehkan kepalanya dan mendapati Wilson dengan wajah datarnya.
"Surat untuk besok dan lusa, warna krem untuk besok, warno biru muda untuk lusa, jangan ketuker, atau kepala lo yang gue tuker" Wilson menyerahkan surat tersebut kepada Belle dan diterima cewek itu dengan anggukan.
Tidak ada yang berbicara setelah itu. Belle dengan rasa gugupnya karena keberadaan Wilson berusaha untuk tetap tenang dan menyantap makanannya seperti biasa dengan menggunakan ponselnya sebagai pengalihan.
Disisi lain Wilson bersikap biasa saja, sesekali mencuri pandang kearah Belle yang sedang makan. Melihat cewek itu makan entah megapa terasa begitu imut, apalagi dengan pipinya yang mengembung karena mulutnya yang dipenuhi makanan. 'SADAR WILSON, DIA BELLE SI ****!' tanpa sadar cowok itu menampar pipinya sendiri dengan keras. Belle yang terkejut dengan aksi Wilson spontan langsung menatap cowok itu dengan bingung. Wilson yang juga menyadari Belle terus-terusan menatapnya langsung menatap balik cewek itu.
__ADS_1
"Kenapa lo liat-liat?" Belle langsung menundukan kepalanya saat itu tanpa mengatakan apapun.
Lagi-lagi keheningan mendatangi kedua insan tersebut. sampai saat Belle telah menyelesaikan makanannya dan akan beranjak pergi, Wilson mengehentikan cewek itu. "Mau kemana lo?"
"Pulang"
"Gila ya lo, gue duduk disini nungguin lo selesai makan terus lo seenaknya aja ngomong mau pulang? temenin gue!" Wilson menatap tajam Belle dan memaksa cewek itu untuk kembali duduk.
"Kenapa?" tanya Belle setelah duduk kembali dikursinya. Gadis itu memasang tampang datar, berusaha memberi pengertian kepada dirinya sendiri bahwa Wilson hanya sedang berbasa-basi yang akhirnya berujung menghina dirinya.
Tidak ada jawaban dari cowok yang sedang duduk didepannya itu. Cowok itu hanya sibuk memandang langit diatasnya, seolah benar-benar menikmati langit tersebut walau dengan suasa yang bising dan aroma asap disekelilingnya. Melihat hal tersebut, terlintas sebuah tempat yang Belle rasa mungkin akan sangat disukai oleh Wilson.
"Wilson, lo mau kesuatu tempat?"
Wilson menoleh kearah Belle dengan tatapan tanya. "Gue pikir lo mungkin suka ngeliat langit, jadi..."
"Dimana?"
"Hah?"
"Itu... gue gak tau nama tempatnya, tapi gue tau jalannya" takut perkataanya membuat Wilson salah paham, Belle dengan cepat langsung menimpali perkataanya. "Bukan, gue gak bermaksud untuk pergi sama lo, mungkin sekarang gue bisa coba cari nama jalannya di google ma-"
Belle melihat Wilson yang berdiri dari kursinya dan berjalan menuju motonya dengan bingung. Setelah menaiki motornya, Wilson menatap Belle. "Nunggu apa lagi lo? cepet naik"
"Hah?"
"Hah-hah, naik cepetan, keburu makin malem"
Belle lantas langsung bergegas menaiki motor Wilson. Setelah itu dengan kecepatan sedang Wilson membawa motornya menerobos kendaraan-kendaraan lainnya dengan mengikuti pentujuk dari Belle.
2 jam diperjalanan, motor Wilson akhirnya berhenti disebuah desa yang sedikit jauh namun juga tidak terlalu dekat dari kota, mereka memasuki sebuah hutan kecil didesa tersebut yang dipenuhi perpohonan pinus. Belle langsung menelusuri jalan setapak disana diikuti oleh Wilson setelah keduanya turun dari motor. 5 menit berjalan, Belle tiba-tiba berhenti, membuat Wilson yang tadinya berjalan dengan senter ponselnya sambil melihat sekitar untuk mengawasi kalau-kalau ada hewan buas, spontan langsung menabrak punggung Belle, membuat cewek itu meringis kecil.
__ADS_1
"Lo gapapa?" Wilson yang menyadari ia menabrak Belle, spontan mengelus punggung Belle. Membuat wajah Belle berubah merah, tapi untungnya cowok itu tidak melihatnya karena keadaan yang cukup gelap.
Menyadari keduanya sebenarnya telah berhenti, Wilson langsung menatap kearah didepannya.
"Ini..." Wilson benar-benar terkejut saat tidak menemukan apapun dihadapannya kecuali rumput-rumput liar yang sangat tinggi.
"Lo bohongin gue?!" Wilson langsung menatap Belle dengan marah, walau cewek itu tidak dapat melihat ekspresi Wilson dengan jelas, tapi ia dapat mengetahuinya dari nada bicara cowok itu.
"Gak Wil, kita belum sampai"
"Lo gila, belum sampai kata lo? Jelas-jelas didepan kita penuh dengan rumput liar tingi kayak gini"
Tidak menghiraukan perkataan Wilson, Belle menggunakan kedua tangannya langsung membuka rumput liar tinggi tersebut dan masuk diantaranya, diikuti oleh Wilson yang masih diliputi rasa marah dan juga bingung.
Saat telah melewati rumput-rumput liar tersebut, Wilson terkejut dengan pemandangan yang ia dapati dihadapannya. Sebuah danau kecil yang memantulkan cahaya bulan serta langit indah diatasnya yang sedari tadi tidak ia sadari selama perjalanan mereka menuju tempat ini.
"Langit disini belum terlalu tercemar karena berada cukup jauh dari perkotaan, karena itu bintang-bintang nya masih terlihat jelas dan juga udaranya masih bersih, apalagi suasananya juga gak bising" ujar Belle sambil tersenyum saat sambil melihat pemandang langit dihadapannya.
Wilson lantas menatap kearah Belle. Melihat cewek itu yang masih terus tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya. Saat tiba-tiba perhatiaan Wilson teralih melihat luka lecet yang cukup banyak ditangan Belle. Mengingat saat cewek itu tadi makan, tangannya tidak ada luka sama sekali.
"Tangan lo kenapa?" Belle langsung menatap tangannya sesaat setelah Wilson bertanya.
"Gapapa kok, cuma kena rumput-rumput tadi aja" jawab Belle sambil tersenyum santai.
"Rumputnya tajam?"
"Hmm"
Wilson tidak mengatakan apa-apa setelahnya. Tapi wajahnya dapat mengatakan ada perasaan cemas melihat tangan Belle yang dipenuhi luka lecet. Bahkan dirinya sendiri tidak sadar dengan perubahan wajahnya.
Tiba-tiba Belle mengalihkan perhatiaannya kearah Wilson lalu tersenyum menatap cowok itu dengan lembut. "Kadang Wil, lo harus mengorbankan sesuatu yang lama untuk sesuatu baru yang menurut lo lebih baik dimasa depan, sulit dan berat memang, tapi terkadang ketika senyum itu tampil dibibirnya, walau itu bukan untuk kita, percayalah kalo lo juga akan tersenyum karenanya"
__ADS_1
#?#?#?
Thank you for reading my first story. Hope you guys like it. Please like my story to support me to keep writing this story. See you in the next chapter 🤗