
Hari ini mata pelajaran pertama kali adalah
"Pendidikan Agama Islam" dan kami di bagi menjadi beberapa kelompok.
Aku tidak satu kelompok dengan Arsyad, Tapi aku tidak merasa sedih karena saat kelompok Arsyad maju ke depan untuk persentase, aku berhak meminta mereka melakukan sesuatu
Dan saat itu pun tiba
"Ada permintaan ?"Tanya Ibu Sa'diyah.
Aku langsung mengangkat tangan ku tinggi-tinggi, Ibu pun mempersilahkan ku untuk menyampaikan permintaan ku
"Bu, Suruh mereka praktekkan sholat dan
Arsyad yang menjadi imam nya."pinta ku.
"Baiklah, Ayo praktekkan sholat dan Arsyad yang menjadi imam."perintah ibu.
Arsyad dan anggota kelompok nya pun mempraktekkan sholat.
Setelah mereka selesai mempraktekkan sholat,
Semua nya bertepuk tangan dan Ibu Sa'diyah
memuji Arsyad karena dia fasih dalam membaca doa dan surah.
"Terpesona !"Teriak Iqbal
"Siapa yang terpesona ?"Tanya Ibu heran.
1 detik kemudian seluruh tangan teman-teman ku menunjuk ke arah ku dan mulut mereka berkata "Zahra Bu !"
"Hmmm...Masih kelas 1."Kata ibu sambil tersenyum.
Arsyad dan anggota kelompoknya pun di persilahkan duduk kembali ke tempat mereka.
Saat duduk dia mulai berteriak-teriak
"Bu ! Suruh Zahra jadi imam !"
__ADS_1
"Arysad ! Diam !"kata ku pelan
"Bu ! Suruh Zahra jadi imam !"teriak Arsyad lagi semakin kencang.
Aku pun melemparkan pulpen ke arah nya,
Dan ternyata kena kepala nya,
Dia hanya tertawa-tawa saat pulpen itu mengenai kepalanya namun....
"Zahra...Kamu gak boleh gitu..." Kata Nafiz yang melihat kejadian itu.
Teman-teman ku pun mulai melihat ke arah ku dengan tatapan tajam.
Aku mulai merasa bersalah dan mata ku pun mulai berkaca-kaca
"Syad, balas, lemparkan itu kembali ke aku" pinta ku pada Arsyad dengan nada memohon
"Nggak."Kata Arsyad menolak.
"Cepat."Pinta ku lagi
"Enggak..."Kata ku, sambil menahan air mata.
Aku tidak bisa menahan air mata ku lagi, aku pun berpaling membelakangi nya.
Saat aku mulai menangis, dia malah pura-pura marah pada ku.
Sampai bel istirahat berbunyi, mata ku tidak berhenti menetes kan air mata dan dia juga tidak berhenti pura-pura marah pada ku.
Liya mencoba menghibur ku, namun aku tetap saja tidak bisa berhenti menangis
"Liya, tolong bilang pada Arsyad, aku minta maaf."kata ku pada Liya sambil terisak.
"Iya, bentar ya aku bilang."kata Liya
Kemudian Liya mendatangi Arsyad
"Syad, Zahra minta maaf, tuh lihat dia nyesek banget."Kata Liya pada Arsyad.
__ADS_1
"Nggak !"kata Arsyad
Kemudian Liya menarik baju Arsyad dan berkata sambil setengah berteriak
"Syad, Jika kamu tidak memaafkan nya, maka kamu akan mendapat dosa !"
"Iya...aku memaafkan nya."Kata Arsyad sambil tertawa, Liya pun melepaskan baju Arsyad.
Dia mengatakan, dia sudah memaafkan ku tapi dia masih saja pura-pura marah pada ku dan mencueki ku.
Saat aku melihat ke arah nya, dia cemberut namun saat aku berpaling dia tersenyum.
begitu terus, berulang-ulang.
"Awas kamu besok Syad ! Aku akan mengikuti kamu kemanapun kamu pergi sampai kamu berhenti pura-pura marah dan mencueki !"
ucap ku dalam hati.
~ Ke esokan hari nya
Aku menyuruh Liya untuk mendatangi Arsyad.
"Syad, Kamu marah sama Zahra ?" Tanya Liya
"Nggak, Dia nggak punya salah apa-apa." Jawab Arsyad sambil tersenyum.
"Terus kenapa kamu mencueki dia ?" Tanya Liya lagi.
"Banyak tanya." jawab Arsyad singkat.
"Memang nya biasanya dia tanya apa ?" Tanya Liya lagi.
"Kamu yang banyak tanya." Jawab Arsyad mulai kesal dan Liya pun juga kesal mendengar jawaban Arsyad barusan tapi demi aku, Liya tetap bertahan di sana.
"Ayolah Syad, ajak dia becanda lagi." Pinta Liya.
"Nggak...gak..."jawab Arsyad terputus-putus.
Aku mendekati mereka berdua lalu berkata pada Liya
__ADS_1
"Sudah...gak usah memohon sama dia Liya...Aku ikhlaskan dia pergi..."ucap ku pada Liya...