
"Kenapa kamu mengganggu temanku ?!"Tanya Raina dengan perasaan kesal.
"Teman kamu ? Dia itu teman ku !"bentak Liya kasar.
Kemudian Liya dan Fifi pun membawa ku pergi keluar, di ikuti oleh Raina. Raina terus mengikuti, tetapi kemudian berhenti di bawah sebuah pohon sambil berkata
"Di sini saja."pinta nya pelan
Namun Liya dan Fifi terus memegang tanganku dan membawaku pergi.
Aku terus menatap ke arah Raina dengan perasaan sedih.
Biasanya saat aku datang sekolah, sekolah selalu sepi, namun Raina pasti sudah ada.
Aku berjalan menuju kelas, lalu melihat Raina duduk di bawah pohon yang ada di depan kelas kami. Aku duduk di sebelahnya kemudian meminta maaf atas kejadian kemarin, dia hanya tersenyum ke arahku.
Tiba-tiba Liya muncul dari sampingku lalu berkata
"Ikutan dong..."Kata Liya manja
Setelah mendengar apa yang baru saja dia katakan tentunya aku merasa sangat bahagia lalu memberikan ruang untuk duduk di sampingku.
Tak lama kemudian, Fifi datang dan berkata sama seperti Liya namun
"Tidak bisa ! Kami sudah cukup bertiga !"Tolak Liya dengan kasar.
"Aku tidak berbicara dengan kamu ! Aku berbicara dengan Zahra !"balas Fifi.
__ADS_1
"Apa kamu ?! Zahra teman ku sejak pertama kali masuk sekolah !"balas Liya tak kalah.
Kemudian Liya menarik tanganku namun Fifi juga menarik tanganku.
Untuk beberapa saat mereka berdua saling tarik-menarik tanganku sambil mengomel-ngomel kemudian
"Lepaskan ! Biar Zahra yang memilih !"Usul Raina yang mulai kesal dengan tingkah konyol mereka.
"Usul yang buruk !"ucap ku dalam hati
"Jadi kamu mau berteman dengan dia ?!"tanya Liya marah
Kemudian Liya menghempaskan tanganku lalu pergi menjauh. Fifi pun melakukan hal yang sama dengan apa yang Liya lakukan
Akhirnya aku pun hanya duduk berdua dengan Raina.
---
Aku mencoba mengalihkan perhatian ku padanya dengan cara bercanda bersama Andre. Dia masih saja menatap ke arahku.
---
Hari ini ada perkemahan Pramuka di sekolah kami, tapi sangat di sayangkan, Arsyad tidak ikut berkemah.
Pupuslah harapanku untuk melihatnya dengan pakaian Pramuka lengkap dengan atributnya.
Upacara pembukaan pun di mulai, aku merasa sangat sedih sekali, Dia tidak ikut berkemah, Karena setelah perkemahan ini berakhir, Maka liburan panjang akan di mulai.
__ADS_1
Setelah upacara pembukaan selesai, turun hujan yang sangat lebat hingga air hujan akhirnya tak terbendung lalu membanjiri tenda-tenda kami.
Tetapi tak lama kemudian, Ayah ku datang ke sekolah membawakan terpal dan tikar untuk mengganti alas tenda kami yang basah.
Aku dan teman-teman merasa sangat senang. Mereka semua pun berterimakasih pada ayah ku.
Fifi mengajakku ke kelas kami, karena dia ingin mengganti pakaiannya. Ternyata kelas ini cukup seram juga, padahal matahari belum tenggelam.
"Buakkk !!!!"Tiba-tiba pintu kelas sebelah dan kelas kami tertutup sendiri dengan sangat kencang
Tentunya aku dan Fifi langsung berlari dengan sangat ketakutan.
Saat kembali ke tenda, kami langsung menceritakan apa yang baru saja kami alami. Respon mereka berbeda-beda, ada yang berusaha untuk berpositif thinking dan ada juga yang mengait-ngaitkan dengan kisah-kisah yang pernah mereka dengar tentang sekolah ini.
Teman-teman mulai berpencar karena matahari sudah mulai renggelam, tentunya mereka punya kesibukan masing-masing, entah itu mandi atau makan.
Hanya aku, Raina dan Nur yang ada di dalam tenda. Awalnya Raina terus bercanda bersama Nur dan aku tak berhenti menertawakan mereka. Tetapi tak lama kemudian, Mereka curhat kepada ku tentang permasalahan yang mereka alami, tentang permasalahan yang sebenarnya mereka tidak mengerti. Tiba-tiba Raina menyetel sebuah lagu dari Papinka berjudul "Masih mencintainya."
Raina meletakkan kepalanya di atas pangkuanku dan Nur merebahkan dirinya di atas tubuh Raina. Raina mulai menangis di ikuti oleh Nur, lalu akhirnya tangis kami bertiga pun akhirnya pecah. Kami terus menangis, membiarkan semua kesedihan yang kami rasakan keluar.
Tangisan itu berakhir saat aku berkata "kaki ku kesemutan."
Semuanya pun kembali seperti semula.
Tiba-tiba kami di suruh untuk tidur di kantor, entah karena apa, yang pasti kami merasa sangat kecewa.
Aku dan teman-teman pun berjalan menuju kantor, aku berbaring berhadapan dengan Nur. Aku dan dia saling mencurahkan isi hati kami sampai akhirnya kami terlelap bersama.
__ADS_1