
Pagi hari ini di sekolah di awali dengan mata pelajaran PPKN. Guru tidak masuk, tetapi beliau meninggalkan tugas untuk kami. Kami di suruh meringkas.
----
Saat aku masuk ke dalam kelas, kursi ku di duduki oleh Ardi,
"Ardi minggir...aku mau menulis..."kata ku pada Ardi
"Kamu duduk di tempat ku saja..."usir Ardi sambil tertawa
Aku pun melangkahkan kaki ku ke barisan belakang menuju tempat duduk Ardi dan kembali menulis.
Dari belakang sini, aku dapat melihat jelas Arsyad sedang melihat ke arah kursi ku namun saat dia tidak melihat ku ada di sana, dia mulai terlihat kebingungan dan sedikit panik, mata nya mulai melihat ke sekeliling. Saat mata nya bertemu dengan mata ku di saat itulah wajah nya yang tadi nya kebingungan berubah menjadi dingin.
---
Mata pelajaran kedua adalah Matematika dan guru kembali tidak masuk namun lagi-lagi menitipkan tugas. Saat aku selesai tiba-tiba Andre mengambil buku ku dan mulai menyalin jawaban ku,
__ADS_1
"Dre, gak boleh nyontek ! Nyontek itu dosa !"bentak ku pada Andre
"Wahh menyontek !"kata Maulana setengah berteriak
"Arsyad juga menyontek."jawab ku santai
"Wahh harus ku beritahu Arsyad nih !"kata Maulana sambil mulai berlari
"Jangan !"teriak ku sambil berlari mengejar nya
Lalu aku berhasil memegang ujung rompi yang di pakainya
Tiba-tiba Arsyad datang, saat dia melihat aku dan Maulana, ekspresi wajah langsung terlihat marah lalu kemudian pergi meninggalkan kami
"Arsyad ! Ah kamu sih !"ucap Maulana dengan kesal lalu meninggalkan ku sendiri di sana.
Aku hanya terdiam di sana sambil berfikir, Sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa Arsyad seperti itu ? saat aku bercanda dengan Andre pun, dia juga seperti itu.
__ADS_1
---
Saat aku sedang duduk di kursi ku, tiba-tiba dia lewat di depan ku, mata nya menatap ku dengan sangat tajam, hingga aku merasa takut saat melihat ke arah matanya.
---
Hari ini kami ada kegiatan gotong-royong dan saat sudah selesai, Arsyad tiba-tiba menyuruh ku untuk meletakkan sapu lidi yang baru saja dia pakai, namun aku tidak merespon nya karena kami sedang marahan.
Aku masuk ke dalam kelas, dan melemparkan sapu lidi ku ke arah Iqbal namun malah kena Arsyad, aku mulai panik namun Arsyad tertawa yang akhirnya membuat aku dan Iqbal pun ikut tertawa. Rasanya sudah lama sekali aku tidak tertawa bersamanya, senang sekali rasanya bisa kembali seperti ini.
---
Pada pukul 15:00 hari ini, Kami ada kegiatan latihan Pramuka. Aku sangat berharap dia datang karena sudah dua hari ini, aku tidak melihatnya.
Setelah beberapa menit aku menunggu, akhirnya dia datang. Saat upacara pembukaan, dia berada pada barisan paling depan, begitupun dengan aku. Karena barisan perempuan dan laki-laki saling berhadapan, jadi aku dapat melihat wajah nya dengan jelas.
Wajahnya terlihat sangat gelisah dan kurang sehat, berbeda dengan aku yang begitu bersemangat.
__ADS_1
Saat amanat, aku terus memonyongkan bibir ku tanda tidak setuju dengan apa yang di bahas sang pembina upacara dan dia malah tak henti-hentinya tersenyum sambil melihat ke arah ku.
Barisan di bubarkan, aku mengajari teman-teman ku sandi semaphore, Dan Arsyad masih terus melihat ke arah ku dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.