
Aku naik kelas dengan nilai yang sangat membanggakan bagiku karena peringkat ku berada satu tingkat di atas Arsyad.
Andai saja, aku masih dekat dengannya maka aku pasti akan lebih bahagia karena bisa meledeknya.
Setelah pembagian raport selesai, liburan panjang pun di mulai.
Setengah bulan libur sekolah, aku mulai merasa bahwa aku sudah 100% move on darinya, namun nyatanya pada suatu hari saat aku pergi kesebuah minimarket.
Aku melihatnya di sana, aku langsung berlari ke dalam minimarket dan bersembunyi di belakang rak-rak minimarket itu. Kulihat dia bergegas pergi meninggalkan minimarket itu.
Seketika itu pula minimarket itu menyetel sebuah lagu berjudul
"Aku rela-SouQy"
Perlahan air mata berjatuhan di pipiku.
Setelah kejadian itu, aku terus teringat padanya. Aku membuka buku harian lama ku lalu ku baca lembar demi lembar buku itu. Sulit rasanya mempercayai apa yang tertulis di buku itu karena sikapnya yang aku lihat kini, begitu berbeda dengan apa yang tertulis di buku harian tua itu.
---
Liburan berakhir dan tahun ajaran baru di mulai, ada murid pindahan baru yang masuk kedalam kelas kami, dia bernama Elisa. Elisa memiliki kulit yang putih bersih, dia juga murid yang cerdas dan multitalenta, sungguh idaman bagi semua laki-laki.
Ku lihat beberapa hari ini, Arsyad terus memperhatikan Elisa, bahkan dia memfollow akun Instagram nya. Itu sangat menyakitkan bagiku. Setiap kali aku melihat Arsyad, pasti dadaku rasanya sakit sekali.
__ADS_1
Lalu aku melihat Fifi mengambil topi Arsyad dan membawanya berlari, Arsyad mengejarnya. Tanpa kusadari, air mata mulai menetes dari mataku.
"Akan aku kembalinya topi ini, tetapi ada syarat nya."kata Fifi
"Apa ?"tanya Arsyad penasaran.
"TOS dulu ! Satu kali kita tos maka Zahra akan mengelilingi lapangan sebanyak dua kali."kata Fifi
Arsyad melirik ke arahku kemudian dia pun tos dengan Fifi. Padahal biasanya Arsyad sangat enggan untuk bersentuhan dengan lawan jenis.
Dan sekarang hanya demi membuatku mengelilingi lapangan, dia bahkan tos dengan Fifi sebanyak dua kali lalu dia tertawa lepas.
Sungguh aku merindukan tawa itu...
---
Doni juga murid baru di sini, namun dengan sifatnya yang lucu dengan mudahnya dia dapat berbaur dengan kami. Fifi menyukai Doni, namun sepertinya Doni tidak menyukai Fifi.
---
Terkadang Nafiz mencoba untuk mendekatkanku dengan Arsyad, namun nyatanya sangat sulit untuk membuatku bisa dekat kembali dengan Arsyad seperti dulu.
Saat aku sedang mengobrol dengan Nafiz, Arsyad selalu duduk di belakang Nafiz. Aku ingin sekali menyapanya, namun saat aku melihat kearahnya, dia selalu menatap ku dengan tajam, itulah yang membuat ku mengurungkan niatku untuk kembali mencoba dekat dengannya.
__ADS_1
~Senyuman yang hilang
Dulu, senyuman selalu menghiasi wajahmu
Namun, sekarang senyuman itu telah menghilang
Kemanakah perginya ?
Aku selalu tersenyum untuk menutupi lukaku
Aku tersenyum agar kau juga tersenyum
Karena senyuman mu lah yang bisa mengobati luka di hatiku
Andai kau tahu betapa berharganya senyuman mu itu
---
Sekarang aku lebih dekat dengan Yuli, Nur, Andre dan Nafiz, sebenarnya Arsyad juga selalu ada di dekat kami.
Kami bertujuh seperti tak bisa dipisahkan. Arsyad masih sama seperti dulu, saat aku mengobrol dengan Andre, dia pasti menghalang-halangi
"Apakah dia cemburu ? Kurasa tidak ! Karena dia selalu memperhatikan Elisa setiap saat !"
__ADS_1
Aku melihat senyuman terukir jelas di wajahnya saat Elisa berada didekatnya dan senyuman nya itu malah membuat hati ku rasanya hancur berkeping-keping.
Aku tidak sanggup melihat pemandangan itu. Aku pasti langsung memalingkan wajahku dan air mata berjatuhan di ikuti dengan nafas ku yang sepertinya ingin pergi dariku.