A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
Ending & Pesan


__ADS_3

Dengan pandangan kosong, ku langkahkan kaki ku dengan lunglai menuju kelas.


Kulihat dari kejauhan, teman-teman ku sudah melambai-lambai kan tangan mereka kearahku.


Saat aku sudah sampai di depan kelas, teman-teman ku baru menyadari bahwa ekspresi wajah ku sangat terlihat memancarkan kesedihan


"Zahra, kamu kenapa ? Biasanya kamu ceria, tumben kamu jadi pendiam."tanya teman-teman ku mulai khawatir.


Aku hanya tersenyum kepada mereka. Tanpa mengatakan sepatah katapun pada mereka, aku langsung masuk kedalam kelas.


Satu-persatu murid berdatangan, namun orang yang aku tunggu tak kunjung datang.


Mungkin hari ini dia tidak hadir lagi, karena memang beberapa hari ini dia tidak masuk karena sakit.


Waktu terus berjalan. Tetapi aku hanya duduk diam di kursi ku, tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut ku. Hingga akhirnya


"Zahra ! Arsyad meninggal !"teriak Raina, sambil menggoncangkan tubuhku.


Tangis Raina pecah, di ikuti dengan air mataku yang mulai mengalir dengan derasnya di pipiku.


Di hari ulangtahun ku, aku harus kehilangan orang yang paling kucintai. Hatiku rasanya sakit sekali, nafasku mulai terasa sesak. Aku melepaskan pelukan Raina lalu berlari menuju ke arah gerbang.


Saat aku sudah sampai di depan gerbang sekolah, tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang memanggil namaku, suara yang sudah tidak asing ditelinga ku.


Aku berbalik menatap kearah orang itu, dia tersenyum ke arahku lalu


"Aku dan kau...kau dan aku...kisah cinta yang sulit...tidak bisa diungkapkan dalam kata-kata..."Seorang Muhammad Harreza Arsyad mulai bernyanyi


"Teri Meri..Meri Teri...Prem Kahani Hai Mushqil...Do Lafzoon Mein Yeh Bayaan Na Ho Paaye..."Balasku dalam bahasa India, menyanyikan lagu yang sama dengan yang Arsyad nyanyikan.


Arsyad membukakan kedua tangannya untuk menyambutku.


Aku tidak bisa menahan diriku lagi, aku langsung berlari kearahnya, dan memeluknya dengan erat. Air mata terus mengalir di pipi ku


"Arsyad, aku sangat takut kehilanganmu."kataku terisak.


Saat aku larut dalam tangisku. Aku teringat dengan tatapan mata Arsyad yang selalu dipenuhi dengan kebencian. Perlahan aku mulai melepaskan pelukanku dari dirinya, lalu berlari menjauhinya.

__ADS_1


Tiba-tiba semua temanku muncul dari balik gerbang lalu mereka melempari dengan tepung. Kemudian mereka mendekati Arsyad sambil membawa bunga mawar merah.


Arsyad mengambil bunga itu, lalu berjalan mendekatiku dan berkata


"Maafkan aku, aku selalu menyakiti hati mu dengan sering berkata kasar dan menatap mu dengan kebencian. Aku terpaksa melakukan itu karena, aku tidak mau kamu menangisi kepergianku saat aku menyerah melawan penyakit ku. Tapi karena cintamu, senyummu dan doa mu. Penyakit itu sudah tidak ada lagi di dalam diriku. Sejujurnya, aku sudah jatuh cinta padamu sejak aku pertama kali melihatmu. Kini, aku sudah mengetahui bahwa dirimu sangatlah mencintai ku. Jadi, maukah kamu menjadi pendamping hidupku ? Maukah kau menemaniku sampai akhir hayatku ?"Tanya Arsyad


Aku hanya diam membisu, lalu aku berbalik dan berlari keluar gerbang meninggalkannya dengan perasaan ku yang campur aduk. Tiba-tiba


"Titttt !"suara klakson mobil yang terdengar kencang ditelinga ku


Di ikuti dengan darah yang keluar dari telinga dan kepalaku.


Seketika semua kenangan-kenangan ku dengan Arsyad terlihat jelas di mataku. Aku tersenyum, Namun aku mendengar suara teman-teman ku menangis histeris.


Sekarang kepala ku yang berlumuran darah, berada di pangkuan Arsyad. Dia menangis dengan histeris namun aku tersenyum bahagia karena aku bisa melihat wajahnya yang tampan itu, sebelum akhirnya aku menutup mataku untuk selamanya.


---


Teks di atas itu adalah khayalan ku 👆


Namun, aku ingin benar-benar menceritakan kisah ini sebagaimana adanya walaupun ada beberapa kejadian yang aku edit.


Aku tidak tau bagaimana akhir kisah cintaku ini, yang pasti, aku masih cukup sering melihat Arsyad dan senyuman yang pernah hilang, kini kembali menghiasi wajahnya lagi.


Namun kurasa perasaan ku terhadapnya sudah tidak ada lagi, sekarang aku hanya ingin menghabiskan cinta yang ku miliki untuk mencintai keluarga dan semua sahabat-sahabatku.


---


Kurasa cukup sampai disini dulu, aku menceritakan tentang kisah cintaku.


Akhirnya aku bisa menuliskan kisah cintaku dengan Arsyad sampai habis, setelah beberapa kali gagal.


Satu-satunya kesulitan ku untuk menuliskan kisah ini adalah rasa malas. Rasa malas membuka luka lama.


Beberapa kali aku meneteskan air mata saat menuliskan kisah ini.


Kisah ini tidak benar-benar berakhir, karena kehidupan masih terus berjalan, ada banyak hal yang menungguku di depan sana.

__ADS_1


---


~Kedatangamu


Kedatanganmu membawa angin segar kedalam kehidupan ku yang gersang.


Kedatanganmu bagaikan fajar yang terbit di pagi hari,


Melenyapkan kegelapan yang mencekam.


Kedatanganmu menghiasi hariku dengan keceriaan, seceria warna bunga matahari.


Namun, matahari tentunya akan tenggelam pada sore hari.


Bagaimanapun aku mencoba untuk menahannya


Tetap saja, Aku tidak akan pernah bisa menghentikannya.


Aku pun melepaskannya.


Tak pernah kusangka sebelumnya bahwa engkau tidak akan pernah terbit lagi di pagi hari ku.


Kau meninggalkan ku sendiri di tengah kegelapan malam yang mencekam.


Tapi, aku cukup beruntung karena ada bulan dan bintang yang tetap setia menyinari malam ku yang sunyi.


Awalnya kesunyian malam ini sungguh menyiksaku,


Aku sungguh sangat merindukan matahari


Tetapi keberadaan bulan dan bintang yang terus setia menemani malam ku


Akhirnya membuat ku tersadar bahwa kini mereka lah yang merupakan bagian dari hidupku.


Aku melupakan matahari dan hidup berbahagia bersama mereka


Sebelum akhirnya matahari berikutnya yang akan menjemput ku dan membawaku pergi bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2