A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
Game


__ADS_3

"Aduh...Bagaimana ini ? Bagaimana jika mereka bertanya tentang Arsyad ?! Aku tidak mau Iqbal kembali teringat tentang hal itu lalu menjauhiku lagi ! Aku tidak mau kehilangan Iqbal untuk kedua kalinya. Tanpa kusadari, aku memiliki sebuah perasaan terhadap Iqbal namun nyatanya cintaku pada Arsyad belum menghilang."gerutu ku dalam hati.


"Kamu pernah merasa cemburu saat melihat Arsyad berdekatan dengan perempuan lain ?"tanya Aziz memecahkan keheningan.


Aku terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya


"Katakan saja pernah."kata Iqbal,


"Pernah."ucapku spontan.


Bodoh sekali aku telah mengatakan itu. Kulihat kearah Iqbal, matanya terlihat sendu dan senyuman tak lagi menghiasi wajahnya lalu diapun memalingkan wajahnya.


"Kamu pernah sayang dengan Arsyad ?"tanya Aziz lagi


"Tidak !"kata ku berbohong


Lalu semuanya tertawa setelah mendengar apa yang aku katakan karena kebohongan itu terlihat sangat jelas.


"Tidak salah lagi ! Nggak mungkin cemburu klo gak sayang !" Kata Iqbal sambil tertawa


"Kamu juga pernah memiliki perasaan kan terhadap Zahra !"kata Liya yang seketika membuat suasana kembali hening.


"Diam !"kata Iqbal spontan.


Aku pura-pura tidak mendengar apa yang Liya katakan karena aku tau hal itu bisa kembali membuat jarak antara aku dan Iqbal.

__ADS_1


Permainan terus berlangsung. Dalam permainan ini ada hukuman jika tidak mau menjawab atau tidak mau menerima tantangan, hukuman nya adalah di coret dan karena barusan Iqbal tidak mau menjawab pertanyaan dari Liya maka aku mencoret wajahnya.


Awalnya aku ragu untuk memoleskan bedak di wajahnya, jadi aku hanya menaburkan bedak itu diwajahnya. Kulihat wajah Iqbal terlihat cemberut, apakah dia tersinggung ?Aziz merasa itu tidak adil, Akhirnya aku pun memoleskan bedak itu di pipi kanan dan kiri Iqbal.


Kemudian Rizal bergabung dengan kami. (Rizal adalah murid baru, dia datang ke sekolah ini bersama denganĀ  Annisa, Stella, dan Farida.)


Dia duduk di sampingku dan ikut bermain bersama kami. Akhirnya sekarang giliran ku lagi untuk ditanyai. Dan kali ini aku sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan mereka dan Rizal pun mencoret wajahku dengan bedak.


Seketika semuanya langsung heboh dan mengatakan


"Cye ! Cemburu Arsyad !"


Arsyad yang daritadi duduk tak jauh dari kami terlihat cemberut dan Rizal meminta maaf padanya.


"Aku sudah bosan dengan sifatnya yang aneh itu. Terkadang aku merasa dia seperti cemburu saat aku berdekatan dengan laki-laki lain namun di lain waktu aku melihat jelas kebencian dimatanya. Entahlah, aku sudah tidak perduli lagi."


---


"Iqbal mengambil permen mu."kata Aziz sambil tertawa


"Minta."sambung Iqbal yang juga tertawa.


Aku cemberut padanya namun kepalaku mengangguk setuju.


---

__ADS_1


Mata pelajaran terakhir hari ini adalah Matematika dan rasanya soal itu susah sekali, teman-teman berencana untuk membuat soal itu menjadi PR. Lalu tiba-tiba ada salah seorang murid yang mengatakan bahwa hari ini adalah giliran kami untuk sholat Dzuhur berjamaah di musholla. Akhirnya soal itupun dijadikan PR.


Kami pun berjalan ke musholla, namun ternyata hari ini bukan giliran kami, karena banyak yang tidak membawa mukena dan kami malas untuk menunggu yang lain selesai sholat, akhirnya kamipun kembali ke kelas. Hanya ada dua orang perempuan yang sholat di musholla. Lalu tiba-tiba


"Panggilan untuk semua murid kelas 9F yang tidak sholat berjamaah, harap segera ke kantor."


Aku dan teman-teman ku pun berjalan kekantor dengan perasaan kesal. Dua orang perempuan itu lewat didepan kami sambil mengatakan


"Jujur ya..."


"Iya ! Aku akan jujur ! Akan ku beritahu tentang rencana kalian yang licik itu !"ucapku dalam hati kesal.


Langkahku pun semakin cepat kearah kantor, di ikuti dengan sahabat-sahabat baru ku yaitu Nisa, Stella dan Ida.


Setelah aku berhasil menemui guru matematika itu, aku pun langsung menjelaskan kepada beliau


"Pak ! Kami salah faham ! Kami kira hari ini giliran kami sholat namun ternyata hari ini giliran kelas 7 !"


"Salah faham pak !"tiba-tiba beberapa laki-laki kelas kami muncul dibelakang ku sambil berkali-kali mengatakan itu.


"Owh...ternyata begitu... berarti seharusnya tugas yang tadi sudah selesai dong."kata pak guru.


"Owh astaga ! Aku harus bilang apa !"ucapku dalam hati.


Tetapi kemudian para laki-laki dapat mengalihkan perhatian pak guru hingga akhirnya beliau lupa dengan apa yang baru saja beliau katakan.

__ADS_1


Aku berbalik menatap kearah teman-teman ku lalu aku memeluk mereka dengan kegirangan karena kami tidak jadi dihukum. Mereka pun tersenyum ke arahku meskipun kami masih merasa sangat kesal dengan dua perempuan itu.


__ADS_2