
Siang ini aku berdebat dengan Andre dan Arsyad berusaha menengahi, tetapi aku malah berkata kasar padanya
"Huh ! Iblis menghasut !"kata ku kasar.
Andre hanya tertawa mendengar perkataan ku.
---
"Zahra, Iqbal suka sama kamu !"teriak Aziz pada ku
"Bodoh !"ucap Iqbal spontan.
"Aziz ! Pacarnya berada di kelas sebelah tembok ini!"kata ku kesal.
"Tapi dia suka sama kamu !"kata Aziz lagi.
"Bodoh ! Diam kamu ! Pacarnya ada di sebelah tembok ini kata ku !"bentak ku pada Aziz.
Aku merasa bersalah telah mengatakan itu pada mereka berdua. Aku pun pergi keluar dengan perasaan yang campur aduk
"Jika benar Iqbal masih menyukai ku, lalu dia memutuskan pacarnya dan menyatakan cintanya pada ku, maka apa yang harus aku katakan ? Hati ku masih sangat mencintai Arsyad."ucapku dalam hati
"Dre, Zahra sangat merindukan Arsyad."tiba-tiba aku mendengar suara Liya
Aku pun melihat ke samping dan melihat Liya sedang berada di taman di depan kelas kami.
"Apa yang kau bilang barusan Liya ? Aku tidak merindukan siapapun !"sangkal ku
Aku terus berbohong secara panjang lebar, mengatakan bahwa aku tidak merindukan Arsyad yang sudah tidak hadir ke sekolah selama dua hari.
Namun, Andre hanya memperlihatkan ekspresi sedih dan terus melempari ku dengan daun yang ada di taman.
__ADS_1
---
Hari ini akhirnya dia kembali masuk sekolah, tetapi dia menjadi lebih pendiam dan kini tidak ada lagi senyuman menghiasi wajahnya.
Saat aku dan Yuli duduk di teras, Arsyad buang sampah di depan kelas,
"Dia pasti akan melihat ke arahmu"Kata Yuli sambil tersenyum
Dan benar saja, setelah dia menutup bak sampah itu, dia langsung melihat kearahku.
---
Nafiz kembali mengingatkan tentang kejadian beberapa bulan yang lalu pada Arsyad, dia mulai berbicara
"Arsyad, dulu saat aku bertanya pada Zahra apakah dia menyukai mu, Zahra menjawab Ya."kata Nafiz
Aku yang mendengar itu langsung berusaha untuk menyangkalnya, namun nyatanya aku kalah debat dengan Nafiz.
Aku tidak bisa membendung air mataku lagi. Tangisku pecah. Fifi yang melihat itu langsung berteriak
"Raina, Zahra menangis !"
Teman-teman yang mendengar itu langsung berdiri mendekatiku termasuk Nafiz dan Arsyad.
"Kenapa ?"tanya Raina khawatir
"Nggak papa."jawabku singkat
Nafiz mulai berceracau lagi dan aku terus menyahutinya. Hingga
"Sudah !"teriak Raina marah.
__ADS_1
Aku pun mencoba untuk tersenyum agar teman-teman yang lain berhenti mengelilingi ku. Akhirnya aku berhasil mencoba tersenyum, mereka pun menjauh. Di saat mereka menjauh, mata ku kembali meneteskan air mata.
Iqbal dan Nafiz mendekati ku. Memang biasanya saat aku menangis maka Iqbal lah yang akan menghiburku.
"Jangan dekati aku Bal ! Aku ingin sendiri dulu..."kata ku terisak.
"Iya...tapi aku minta maaf ya Zahra..."kata Nafiz
Berat sekali rasanya memaafkan Nafiz, karena aku sudah mencoba berbulan-bulan untuk menghilangkan rumor itu karena jika rumor itu sudah hilang maka akan mudah bagiku untuk bisa kembali dekat dengan Arsyad tetapi usahaku selama hampir lima bulan menjadi sia-sia hanya karena beberapa kalimat dari Nafiz. Lalu dengan sangat terpaksa aku mengatakan
"Ya !"
"Suaramu terlihat sangat terpaksa...Aku tunggu selama sepuluh hari "kata Nafiz sambil tertawa kecil.
"Jangan di ledek !"bentak Iqbal.
Aku terus menangis sambil menutupi kedua mataku dengan tanganku, perlahan ku buka tanganku. Ku lihat Iqbal dan Nafiz masih berdiri dihadapan ku. Samar-samar ku lihat Arsyad berdiri di kejauhan dengan wajah yang tampak sedih. Mataku masih tak berhenti meneteskan air mata.
"Duduk di sini Bal."kata Nafiz, menyuruh Iqbal untuk duduk di sampingku
"Nggak bisa, nanti ada yang melihat."kata Iqbal dengan tatapan sendu.
Mereka pun meninggalkan ku sendiri, namun ku lihat Arsyad masih duduk beberapa meter dariku. Arsyad terus melamun, entah apa yang ada di dalam fikiran nya.
Hujan pun turun dengan derasnya, teman-teman ku mengajak aku teras untuk bermain air hujan, aku mengikuti mereka tetapi saat di teras, aku hanya menatap kosong ke arah luar tanpa ada sepatah katapun keluar dari bibirku, begitupun dengan Arsyad yang saat itu duduk di depan pintu.
Tiba-tiba Yuli menyipratkan air hujan ke arah ku yang membuat akhirnya membuat ku tertawa dan saat aku tertawa, Arsyad pun juga berhenti melamun lalu ia mengatakan
"Come on Zebra !"ledek nya
"Come on Singa !"ledek ku balik.
__ADS_1