
Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah liburan selama dua Minggu.
Aku mengobrol dengan teman-teman dengan penuh semangat. Aku tidak melihat Arsyad di manapun hingga pada saat aku tertawa bersama teman-teman ku, tanpa sengaja aku melihat berada di samping kelas, dia melihat ke arah ku dengan senyuman.
Upacara pun di mulai, awalnya Aziz yang menjadi berada di depan ku tetapi kemudian Arsyad menggantikan Aziz. Aku mencoba bertukar tempat dengan Fifi, Tapi dia tidak mau. Aku merasa sangat kesal, selama upacara Arysad terus melirik ku dengan senyuman mengejek, mungkin karena dia peringkat ketiga.
Raina memintaku untuk menemaninya ke koperasi sekolah, namun aku menolaknya karena ada Arsyad di sana. Raina pun pergi ke koperasi sendiri, tanpa sengaja Raina menginjak kaki Arsyad dan dia marah-marah.
"Huh dasar pemarah ! Tapi dia dulu memang pemarah namun saat dia mulai dekat denganku dia menjadi lembut namun sekarang karena dia tidak di dekatku lagi, dia kembali seperti semula."ucap ku dalam hati
---
"Zahra, Hari ini Arsyad ulang tahun."kata Dani tiba-tiba
"Oh ya ? Gak nanya !"jawab ku judes
"Kacang ! Kacang !"Ucap Fifi
"Eh Ra, Arsyad hari ini ulang tahun, Kita lempari batu yuk ?"ajak Dani sambil tertawa
"Ayo ! Ayo !"ajak ku dengan semangat
"Wahh ! aku bilangin pada Arsyad !" Kata Andre tiba-tiba, membuat ku panik.
__ADS_1
Dia mulai berlari ke arah Arsyad, aku dan Fifi mencoba untuk menghalanginya namun gagal.
"Syad, Kamu hari ini ulang tahun ?"tanya Andre
"Enggak."jawab Arsyad sambil tertawa.
Namun Maulana yang berada di belakang Arsyad mengangguk dan tersenyum ke arah kami.
Akhirnya teman-teman pun mulai merencanakan perayaan hari ulang tahunnya. Saat dia sedang rapat OSIS.
Teman-teman keluar sekolah untuk membeli bedak bayi dan tepung, lalu mereka menulis
"Selamat ulang tahun yang ke-12
Muhammad Harreza Arsyad."
Dia menengok di jendela, lalu masuk kedalam kelas dan tentunya kedatangannya di sambut oleh teman-teman yang daritadi berada di samping pintu. Saat pintu terbuka, teman-teman langsung mengoleskan bedak bayi di pipinya yang putih dan chubby itu. Dia langsung keluar kelas dan mencuci wajahnya, namun saat dia kembali masuk, dia di sambut lagi dengan lemparan tepung.
Aku terus mengerjakan tugas ku, berusaha untuk menghiraukannya namun dia duduk di hadapanku dengan senyuman menghiasi wajah nya yang penuh tepung itu.
Aku pun akhirnya ikut bermain tepung bersama teman-teman ku, awalnya aku selalu berhasil menghindar, namun akhirnya aku kena juga dan saat rok ku terkena tepung, aku melihat Arsyad tertawa dengan sangat bahagia.
---
__ADS_1
Flashback on
Pada mata pelajaran bahasa Indonesia kami di suruh guru untuk membuat cerita fiksi di kertas selembar.
Aku mulai mengkhayalkan sebuah kerajaan dengan dua orang tuan putri,Tiba-tiba seluruh anggota kerajaan tersebut berubah menjadi batu namun sang panglima kerajaan berubah menjadi seekor macan dan dia memberi petunjuk pada kedua tuan putri tentang bagaimana cara mengembalikan anggota keluarga kerajaan seperti semula.
Aku pun menuliskan apa yang terbayang di dalam fikiran ku dengan sangat detail hingga akhirnya waktunya hampir habis sedangkan cerita yang ku tulis belum selesai, aku pun terburu-buru dan mengakibatkan ada beberapa kalimat yang lupa ku tuliskan.
Setelah semuanya sudah mengumpulkan kertasnya. Guru pun meletakkan kertas itu di tengah-tengah kelas, lalu mempersilahkan kami untuk mengambil kertas itu dan membaca cerita yang di tulis oleh teman kami.
Tentunya aku mencari kertas Arsyad.
Setelah aku menemukan kertas nya. Aku pun berlari ke arah Arysad sambil tertawa-tawa kegirangan. Saat aku sudah berada di hadapannya, dia menatap ku lalu tertawa sambil menunjukkan kertas yang dia pegang, ternyata dia juga sedang membaca ceritaku.
Aku pun duduk di hadapan nya, saat aku mulai ingin membaca ceritanya, tiba-tiba Liya datang
"Jadi...kamu membaca cerita Arsyad dan Arsyad membaca cerita Zahra ?"tanya Liya sambil tertawa
Kami berdua hanya mengangguk sambil tersenyum
Liya hanya tertawa melihat kami berdua, lalu meninggalkan kami.
Aku mulai bingung dengan cerita yang di tulis Arsyad, dia menceritakan tentang seorang laki-laki yang seketika mempunyai kekuatan super setelah memakan buah.
__ADS_1
Kemudian aku melihat ke arah Arsyad, dan ternyata dia juga bingung dengan cerita karanganku karena ada beberapa kalimat yang ketinggalan.
Flashback off