
Pada pukul 03:00 pagi, aku terbangun karena Raina bercanda dengan teman-teman nya dan Ibu menegur mereka
"Hei ! Jangan ribut ! Di sini tidak boleh ribut, apalagi malam !"
Aku cukup merinding mendengar apa yang baru saja Ibu katakan, karena aku memang sering mendengar rumor tentang sekolah ini, salah satu nya adalah adanya kuntilanak yang berlumuran darah, membawa bayi mengelilingi sekolah ini. Namun selama aku bersekolah di sini, aku tidak pernah memikirkan tentang hal itu, mungkin karena perhatianku hanya tertuju pada Arsyad.
---
Pada pagi hari pertama berkemah, aku pergi ke rumah salah satu satpam sekolah yang rumah hanya untuk sekedar numpang cuci muka.
Saat aku ingin kembali ke tenda, aku melihat Arsyad sedang duduk mengobrol dengan temannya. Awalnya aku mengurungkan niatku untuk melewati nya, namun tiba-tiba Yuli menarik tanganku dan mengajak ku berjalan di depan nya. Dia tersenyum saat menyadari kehadiranku, lalu dia menundukkan wajahnya.
Tiba-tiba terdengar suara Fifi sedang meneriakkan nama ku, ku lihat ke arahnya yang berada tidak jauh dariku. Dia terus meneriakkan nama ku sambil menunjuk-nunjuk ke arah Arsyad. Sungguh memalukan, Tetapi Arsyad tak berhenti tersenyum.
Kegiatannya Pramuka pada hari pertama pun di mulai, yaitu mencari jejak. Setelah melewati berbagai tantangan, akhirnya aku dan anggota regu ku lainnya pun sampai di sekolah dengan rasa lelah yang sangat. Namun rasa lelah itu hilang seketika saat aku melihatnya tersenyum ke arahku.
Upacara penutupan pun di mulai. Matahari terasa sangat panas menyengat, bibir ku terus terlipat.
Dari tempat ku berdiri, aku dapat melihat jelas Arysad sedang kebingungan seperti sedang mencari seseorang. Setelah upacara selesai, kami pun membongkar tenda.
"Syad, Jika kamu memang sayang denganku, kamu pasti belum pulang, kamu pasti ingin melihat wajahku, sebelum kita berpisah selama dua Minggu."ucap ku dalam hati.
Setelah selesai membereskan barang-barangku, aku pun berlari ke gerbang sekolah namun aku lari ku terhenti saat aku melihat ada sepasang mata yang sedang menatapku, mata itu terlihat memancarkan kebahagiaan. Aku tidak tau itu mata Arsyad atau bukan karena wajahnya tertutup oleh sesuatu sehingga aku tidak bisa melihat wajah nya dengan jelas.
__ADS_1
Ke-esokan harinya, kami kembali sekolah untuk mengambil raport.
Aku berjalan menuju kelas dengan rasa kantuk yang cukup berat.
"Zahra !!!"teriak Liya dan Fifi sambil melambaikan tangan mereka.
Aku pun melambaikan tanganku pada mereka sambil menguap.
"Ngantuk dia..."kata Liya pada Fifi, kemudian mereka berdua tertawa
Aku masuk ke dalam kelas, lalu meletakkan kepala ku di atas meja kemudian mulai memejamkan kedua mataku. Perlahan Arsyad mendekati ku, lalu duduk di sebelah kursi ku
"Tidur saja dulu...kamu pasti ngantuk sekali..."kata nya pelan dan lembut
---
Pada hari pertama liburan sekolah, aku berbalas pesan dengan Raina
Zahra : "Raina, tidak asik libur,
Tidak bisa ketemu dia."
Raina : "Iya...bener...liburannya lama
__ADS_1
banget lagi...kangen banget
sama senyumannya ya kan ?"
Zahra : "Sebenarnya apa aja sih yang
kamu tau tentang aku ?"
Raina : " Kamu itu sayang banget
sama Arsyad tapi klo ketemu
malu, akhirnya berantem,
saat bercanda dengannya
kamu terlihat sangat
bahagia."
---
Selama aku marahan dengan Arsyad, aku seringkali memimpikannya, dan setiap kali aku memimpikannya pasti mimpi itu menunjukkan keakraban ku dengan Arsyad.
__ADS_1