
Tiba-tiba dalam kepala ku muncul pertanyaan yang cukup konyol, yaitu
"Jika singa dan panda bertarung, maka siapa yang akan menang ?"
Saat aku tengah memikirkan itu, tiba-tiba aku mendengar suara berisik di samping ku. Suara itu sangat tidak asing bagi ku, Ya, itu adalah suara Muhammad Harreza Arsyad. Aku pun melihat ke arah nya. Dia sedang bercanda dengan Dani, namun mereka terlihat seperti berkelahi.
Beberapa saat kemudian dia menyadari bahwa aku sedang melihat ke arah nya, akhirnya mata kami pun bertemu. Saat mata kami bertemu, dia tidak bergerak sama sekali, seolah-olah dia berubah menjadi patung dan baru tersadar saat Dani hampir saja mau membantingnya.
---
Hari ini kami di suruh koreksi silang jawaban Matematika kami,dan aku bertukar buku matematika ku dengan Andre. Teman-teman yang melihat itu, mulai menjodoh-jodohkan dengan Andre, dan Arsyad mendengar itu, wajah nya terlihat sangat kusut.
Beberapa hari ini, Arsyad sangat jarang berada di dekat Andre, padahal biasanya mereka selalu bersama.
Sekarang aku punya sahabat baru, nama nya "Raina" awalnya aku tidak terlalu suka dengannya karena dia tomboy dan dia sering mengejek ku
__ADS_1
"Ra, Arsyad buat aku ya ?"dia sering mengatakan itu pada ku
Lalu saat aku sholat Dzuhur berjamaah di musholla, aku dan dia tidak kebagian mukena, padahal waktu itu aku tidak terlalu dekat dengan nya namun dia dengan mudahnya memeluk ku. Aku tidak marah saat di peluknya, aku hanya kaget karena sebelumnya tidak pernah ada yang memeluk ku.
Pada suatu hari, dia memberitahu ku bahwa dia memang menyukai Arsyad, dia suka pada Arsyad sejak pertama kali dia melihat nya, namun karena dia melihat aku lebih cocok dengan Arsyad, dia pun mundur.
Sejak itu aku akrab dengan Raina. Menurut ku, Raina adalah teman yang baik, namun permasalahan tentang teman selalu saja menimpanya.
Hanya satu permasalahan yang membuat nya sangat bersedih, yaitu dia memiliki seorang teman bernama Naira, namun Naira tidak di perbolehkan berteman dengan Raina.
Suatu hari Raina datang kepada ku dengan wajah yang sangat gembira
"Selamat ya Na."Jawab ku sambil tersenyum ke arah nya
Raina tertawa kemudian dia memelukku. Entah kenapa, rasanya tenang sekali saat Raina memelukku.
__ADS_1
---
Hari ini aku pergi bersama mama ku sebuah acara pernikahan yang berada di dekat rumah Arsyad.
Mata ku terus berkeliling mencari keberadaan Arysad, Namun, aku tidak melihatnya di manapun.
Aku putus asa, akhirnya aku pun memilih untuk pulang dan aku malah bertemu dengannya di parkiran, namun aku sudah terlanjur menaiki motor ku, jadi mau tidak mau, aku harus pulang.
Mata kami sempat bertemu sebelum akhirnya mata nya terus menatap ke arah tanah. Entah apa yang ada di dalam fikiran nya tapi dia terlihat seperti orang yang penuh dengan beban fikiran.
---
Hari ini di sekolah, Andre membawa kopiah berwarna putih, dan Arsyad yang memakainya. Aku terus berpura-pura tidak melihat nya namun dia kemudian berdiri di hadapanku.
"Aku akui kamu memang tampan."ucap ku dalam hati
__ADS_1
---
Rasanya perang dingin ini sangat menyiksa bagi ku, aku ingin sekali kembali bercanda tawa bersama nya.