A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
Percobaan


__ADS_3

Aku turun dari kursi ku lalu duduk di lantai, tiba-tiba Ishaq duduk di sebelahku, aku bergeser menjauhinya namun dia juga ikut bergeser. Akhirnya aku berdiri dan melihat kearah Arsyad, dia tersenyum ke arahku. Aku langsung berlari menuju tempat dudukku.


"Senyumannya manis sekali..."ucap ku dalam hati.


Tiba-tiba Doni datang membuyarkan lamunanku. Doni datang dengan membawa sebuah batang sapu, Di batang sapu itu tertulis sebuah lirik lagu. Aku lupa seperti apa liriknya.


"Maksudnya ?"tanyaku heran


"Kamu tidak mengerti ?"tanya Doni balik


"Apa ?"tanya ku lagi.


"Nggak papa."jawab nya tersenyum.


Tak lama kemudian,Andre datang dengan tangan yang di perban. Aku bertanya padanya ada apa dengan nya namun dia juga menjawab


"Nggak papa."


Ku lihat, beberapa Arsyad seperti melihat kearah ku, tapi aku tidak begitu yakin dia melihat kearahku, karena saat itu Elisa juga berada di dekatku.


Tak terasa bel pulang pun berbunyi, aku dan Iqbal berjalan bersama menuju gerbang sekolah.


"Aku invite gak di terima."ucapnya tiba-tiba


"Itu pin yang dulu."jawabku antusias


Dia hanya diam lalu mendahului ku.


Setelah sampai dirumah, aku langsung menginstal aplikasi BBM dan mengirim pin baru ku kepada Iqbal. Cukup lama aku menunggu notifikasi dari aplikasi sosmed itu, namun nyatanya, tidak ada satupun notifikasi yang muncul.


---


Hari ini ada salah seorang teman yang curhat kepadaku tentang permasalahan yang dihadapinya, dia meminta bantuan ku namun nyatanya aku tidak bisa memberikan bantuan apapun padanya.

__ADS_1


Setelah dia meninggalkan ku, Mata ku hanya menatap kosong ke arah luar, tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutku namun Fifi tetap setia duduk di sampingku yang seperti patung ini.


Aku terus memikirkan tentang permasalahan nya yang sepertinya sama dengan permasalahan yang sedang aku hadapi.


"Kenapa di saat kita ingin melupakan seseorang, pasti ada saja orang yang mengingatkan kita pada seseorang itu ? Kenapa ? Kenapa ?!"tanya ku pada Fifi histeris, mata ku pun mulai berkaca-kaca.


Fifi yang melihat ku seperti itu hanya bisa menangis lalu pergi meninggalkan ku sendiri.


Tiba-tiba Doni datang membawa sebuah lilin.


"Cepat tiup lilinnya !"kata Doni sambil tertawa kecil.


"Hahaha, aku tidak ulang tahun hari ini, ulang tahun ku masih 3 hari lagi."kata ku sambil mengusap air mata di pipiku.


"Hah ? 1, 2, 3, Senin, Selasa."Doni mulai menghitung.


"Hari Minggu ?"tanyanya


"Tidak, hari Sabtu."jawabku sambil tertawa kecil.


"Nggak."jawabku singkat.


"Terus ?"tanya nya bingung.


"Entah."jawab ku sambil tertawa.


"Hei ! Teman-teman ! Zahra ulang tahun tanggal 14 !"teriak Doni


"Nggak !"balas teriakku.


"Fifi, Zahra ulang tahun tanggal 14 kan ?"tanya Doni pada Fifi yang mendekat setelah mendengar teriakannya.


"Iya..."jawab Fifi sambil tersenyum.

__ADS_1


"Teman-teman ayo kita bikin kue untuk Zahra."kata Doni bersemangat


---


Hari ini adalah hari ulang tahunku, awalnya mereka semua tidak ada satupun yang mengajak ku berbicara, kemudian tas dan sepatu ku mereka sembunyikan.


Dan kejahilan-kejahilan itu di akhiri dengan telur ayam yang mendarat di atas kepala ku di ikuti dengan tepung dan air. Aku merasa sangat bahagia walaupun nyatanya akan butuh waktu lama untuk membersihkan seragam ku. Aku bahagia sekali.


---


Hari ini aku datang lebih awal ke sekolah, karena hari ini ada ulangan harian PAI.


Saat aku mulai ingin membaca, Arsyad datang bersama Maulana


"Tumben dia datang lebih awal ?"ucapku dalam hati


Setelah dia meletakkan tas, dia tidak kembali keluar kelas.


"Tumben lagi."ucapku dalam hati.


Ulangan pun di mulai, dan yang sudah selesai boleh keluar. Aku, Fifi, Elisa, dan Nia pun keluar. Di luar kelas, kami duduk melingkar dan membahas tentang jawaban kami.


Mira dari kelas sebelah mendekati kami, secara bersamaan kami melihat kearahnya, dia hanya tertawa lalu


"Ketahuan ! Kalian pasti murid yang paling pintar."kata Mira


Kami pun hanya tertawa sambil memandang satu sama lain.


---


Bel istirahat pun berbunyi, di saat yang lain berhamburan keluar kelas. Aku hanya berdiri di depan pintu sambil menatap kosong kearah luar. Tiba-tiba Arsyad datang, dia berdiri di hadapanku tetapi dia membelakangi ku. Dia berdiri cukup lama di sana.


Kemudian saat bel masuk berbunyi, kelompok ku maju ke depan untuk persentase. Dia duduk tepat dihadapan ku, aku tidak tau dia memperhatikan aku atau memperhatikan Elisa yang ada di samping ku, yang pasti saat aku bertukar posisi dengan Fifi, dia juga bertukar tempat duduk dengan temannya.

__ADS_1


Aku tidak tau apakah kedua hal itu hanya kebetulan saja atau memang dia sengaja olehnya, danĀ  aku juga tidak tau, dia sadar atau tidak saat melakukan kedua hal itu.


__ADS_2