
Hari ini saat di perpustakaan, kami di suruh ibu membuat puisi. Saat aku sedang menulis puisi ku, Arsyad dan Andre mendekati ku lalu saat aku menatap ke arah mereka berdua, mereka langsung putar balik.
Aku kembali fokus menulis puisi ku, setelah beberapa saat kemudian,puisi ku pun jadi
Mawar merah
Oh..bunga mawar yang cantik...
Warna merah menawan hati...
Aroma mu begitu wangi...
kelopak mu begitu lembut...
kau banyak menyatukan dua hati...
namun...kenapa...
saat aku menyentuh mu...
aku tertusuk oleh duri mu yang tajam...
rasanya sakit dan pedih...
akhirnya kau pun terlepas dari genggaman ku..
dan terjatuh ke bumi...
namun...aku tetap menyukai mu...
__ADS_1
Saat aku menunjukkan puisi itu kepada Ibu,
"Bener ini buatan kamu ?"Tanya ibu tak percaya
"Iya Bu..."jawab ku santai
"Sumpah ?!"kata Ibu
"Iya Bu..."jawab ku.
Lalu ibu pun menyuruh ku untuk membacakan puisi itu di hadapan teman-teman yang lain.
Saat aku mulai membacakan puisi itu, Arsyad hanya menundukkan wajahnya, sahabat nya yang duduk di sebelah nya beberapa kali menyuruh nya untuk menatap ku
"Ayo cepat Syad,Lihat !"kata Maulana.
---
Saat pelajaran PKN, kami di bagi menjadi beberapa kelompok. Aku tidak satu kelompok dengan Arsyad, namun, dia duduk tepat di belakang ku. Iqbal duduk tepat di samping ku. dan Nafiz duduk di depan ku. Selama kerja kelompok, aku terus mengobrol dengan Iqbal dan Nafiz, Namun saat Arsyad menatap ke arah kami, semua nya langsung terdiam.
"Wahh ! Zahra selingkuh sama Nafiz."Kata Mira, salah satu anggota kelompok kami.
"Wahh ! Arsyad selingkuh sama Wati." Kata Mira, sambil melihat ke arah Wati yang duduk di hadapan Arsyad.
"Arsyad, jangan selingkuh, Zahra cemburu." Sambung Mira
"Aku juga cemburu, Zahra sama Nafiz."ucap Arsyad pelan, sehingga hanya aku yang duduk di belakang nya yang mendengar perkataannya barusan.
---
__ADS_1
Pagi hari ini, aku mengajari teman-teman ku membuat kerajinan tangan dari sedotan, untuk menghias kelas. Saat Arsyad datang, dia terus mondar-mandir di hadapan ku namun aku tidak memperdulikan nya. Dia mengambil beberapa sedotan di hadapanku, kemudian dia membawa sedotan itu ke atas meja nya. Aku melihat wajah nya begitu serius saat memegang sedotan itu, aku kira dia bisa membuat kerajinan nya namun
Kemudian Arsyad mendekati Andre yang duduk di belakang ku, lalu dia berkata dengan agak keras
"Dre, Ajarin aku."Pinta Arsyad pada Andre
"Zahra, ini gimana lagi ?"Tiba-tiba teman-teman bertanya pada ku secara bersamaan.
"Aku gak bisa, minta ajari sama perempuan sana."Jawab Andre
"Kita sedang marahan Syad, Aku tidak bisa mengajari mu."ucap ku dalam hati
---
Saat pembagian ulangan harian matematika, untuk pertama kalinya, aku mendapatkan nilai yang lebih tinggi daripada Arsyad. Namun sekarang aku tidak bisa mengejek nya karena kami masih marahan.
---
Saat latihan Pramuka, aku sangat berharap dia datang, tanpa sengaja aku mengatakan
"Singa mana ya ?"tanya ku pada diriku sendiri
"Cye..."kata teman-teman ku serentak.
Beberapa saat kemudian, dia datang sambil berlari, karena upacara pembukaan sudah mau di mulai,
"Tuh impian kamu datang."ucap teman-teman ku lagi serentak.
Aku bahagia sekali, sangat jarang dia ikut latihan Pramuka.
__ADS_1