A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
Terukir senyuman


__ADS_3

Hari ini pada saat mata pelajaran PAI hampir berakhir, guru bertanya pada kami,


" Sekarang jam berapa ?"tanya guru


Tidak ada yang menjawab karena rata-rata murid di kelas kami, tidak memakai jam tangan.


Aku teringat Arsyad sering memakai jam tangan, aku pun melihat ke arahnya. Saat aku melihat ke arah nya, dia sedang menyembunyikan tangannya. Aku langsung berpaling


"Plagiat !"bentak ku pelan.


Flashback on


"Jam berapa ?"tanya guru bahasa Inggris kami.


Aku langsung menyembunyikan tanganku, karena rasanya sangat gugup saat berbicara dengan guru.


Guru terus bertanya-tanya berulangkali hingga akhirnya salah satu murid menjawab.


Saat guru membelakangi kami. Arsyad memanggilku lalu berkata


"Kamu punya jam tangan kan ?"tanya Arsyad dengan lembut dan pelan


"Iya..."jawabku singkat


"Nah kamu kan pakai jam tangan, tunjukkan ke guru..."kata nya lagi.


Flashback off


"Dulu Arsyad itu suka sama kamu. Dia pernah sangat baik padamu, tapi kamu seperti itu, terlalu jual mahal, padahal kalo kamu baik sama dia, kamu pasti sudah menjadi pacarnya."kata salah satu sahabat ku yang daritadi mendengarkan curhatanku.


Aku merasa sangat sedih setelah mendengar apa yang baru saja temanku katakan. Aku memang tidak bisa mengontrol diriku saat bersamanya, contohnya hari ini

__ADS_1


Andre sedang membaca buku lagu-lagu yang ku tulis sendiri, lalu Arsyad mendekati kami, dia mulai mengejek lagu-lagu yang ada di dalam buku itu, aku pun memukulnya dengan penggaris yang ada di tanganku. Dia berpaling, lalu berkata


"Yess !!!"


Dia kemudian kembali berpaling


Saat aku bersamanya, aku selalu bertengkar dengannya walaupun sebenarnya aku tidak marah malah aku merasa sangat bahagia


---


Hari ini kami di bagi menjadi beberapa kelompok dan aku kembali satu kelompok dengan Iqbal dan Arsyad duduk tepat di depanku tapi berbeda kelompok.


Beberapa kali dia menengok ke arah ku sambil tertawa kecil. Aku merasa kesal, kemudian aku menatap ke arahnya. Aku ingin tahu berapa lama mata kami bisa bertemu. Namun nyatanya bahkan sedetik pun mata kami tidak bisa bertahan untuk saling menatap.


Saat giliran kelompok ku untuk maju persentase, aku hanya berdiri di paling ujung dan terus menatap ke arah luar.


Saat sesi tanya-jawab, Fifi bertanya


Aku mencoba untuk memberitahu teman-teman ku jawabannya tetapi mereka tidak mendengarkanku, akhirnya dengan setengah berteriak aku menyebutkan 5 pulau itu, tentunya seketika semua mata tertuju kepadaku. Aku hanya membuang muka ku ke arah luar dengan perasaan kesal


"Pertanyaan mudah seperti itu saja tidak ada yang bisa menjawab !"gerutu ku dalam hati


Kemudian aku makin kesal saat mendengar Arsyad mulai meledekku


---


Pagi hari ini matahari tidak bersinar terang karena baru saja hujan. Aku dan teman-teman ku duduk di bawah sebuah pohon di dekat gerbang sekolah. Saat aku ingin pergi ke kelas, tiba-tiba Arsyad datang, lalu aku pun berlari di atas lapangan yang di penuhi dengan air hujan tanpa memperdulikan rok dan sepatuku, Ternyata saat aku berlari, Arsyad juga berlari di belakang ku.


"Ra ! Tunggu kata Arsyad !"Teriak Raina


Aku mempercepat lariku lalu langsung bergegas masuk kedalam kelas. Ku lihat Arsyad sedang mengobrol dengan temannya di depan kelas. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, tetapi Arsyad seperti sedang curhat.

__ADS_1


Pada pukul 09:00 pagi, kami di suruh guru untuk mengosongkan kelas, karena guru-guru akan mengadakan rapat di ruangan sebelah kelas kami.


Semuanya pun mulai memencar. Baru beberapa menit aku berjalan, aku sudah merasa lelah, akhirnya aku pun memutuskan untuk kembali ke kelas. Saat aku sudah di depan kelas, tiba-tiba pintu terbuka, Fifi dan Yuli muncul dari balik pintu itu


"Zahra ayo sini !"kata mereka sambil menarik tanganku.


Ternyata Arsyad ada di dalam kelas bersama dengan Dafa, mereka berdua terlihat sangat fokus membaca sebuah kamus bahasa Inggris.


Aku dan teman-teman berusaha untuk tidak berisik, setiap kali ada yang masuk, kami pasti menegur


"Ssstttt !!!"tegur kami


Saat suasana tengah sangat hening


"Zahra, Arsyad sedang membaca surah Yasin."ucap Fifi memecahkan keheningan


"Ssstttt !!!"ucapku dan yang lain spontan.


Arsyad yang melihat itu hanya tertawa.


---


Entah kenapa suasana hatiku hari ini sangat kacau bahkan aku menangis hanya gara-gara Fifi sangat lambat menulis tugas kelompok kami.


Aku tidak menangis di hadapan Fifi, Tapi saat bel istirahat berbunyi, aku bergegas menarik tangan Raina keluar kelas. Raina yang bingung melihat tingkah lakuku pun bertanya


"Zahra kenapa ?"tanyanya


Air mata pun mulai berjatuhan.


---

__ADS_1


Beberapa hari ini, saat aku mengobrol dengan Liya, Arsyad pasti mendekati Liya dan berdiri tepat di belakang Liya. Otomatis saat aku melihat ke arah Liya, tentunya aku juga melihatnya. Aku terus mengobrol dengan Liya tanpa menghiraukannya, dia hanya menundukkan kepalanya namun senyuman terukir indah di wajahnya.


__ADS_2