A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
AMS ( Akhir masa SMP )


__ADS_3

Pagi hari ini matahari tidak bersinar cerah dan cuacanya begitu dingin di tambah dengan kabut yang membuat jarak pandang menjadi menurun, sedangkan hari ini untuk pertama kalinya aku berangkat sekolah mengendarai motor sendiri.


Saat aku sampai ke kelas, entah kenapa mata ku langsung berkeliling mencari keberadaan Iqbal dan Arsyad namun aku tidak menemukan keberadaan mereka di sana.


Upacara dimulai, dan aku baru bisa melihat wajah mereka berdua, ku lihat Iqbal dan pacarnya di hukum, mungkin karena mereka lupa untuk membawa topi.


Setelah upacara berakhir, kami bergotong royong untuk membersihkan kelas kami yang baru dan entah kenapa aku merindukan kelas ku yang dulu.


Karena Fifi merasa haus, aku pun menemani Fifi pergi ke kantin. Iqbal dan teman-teman nya berjalan tepat dibelakang kami. Aku berusaha untuk tidak memperdulikan nya. Namun


"Come on Zebra !"teriak Iqbal


Aku berbalik dan berniat cemberut padanya namun nyatanya saat melihat senyuman yang menghiasi wajahnya, aku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan ku, aku pun akhirnya tertawa lepas.


Aku ingin bisa kembali dekat dengan Iqbal, aku ingin bisa kembali bercanda tawa bersamanya, namun, rasanya tak mungkin aku bisa dekat kembali dengan Iqbal seperti dulu karena status Iqbal kini adalah kekasih dari seseorang.

__ADS_1


Iqbal beberapa kali memancing ku agar mau bercanda dengannya namun nyatanya aku bukanlah Zahra yang dulu. Aku bukanlah Zahra yang ceria dan di penuhi dengan canda tawa seperti dulu, kini aku hanyalah seorang perempuan yang sangat rapuh yang kapanpun bisa saja menangis jika ada yang mengingatkan tentang cinta ku pada Arsyad.


Kini bel tanda masuk kelas telah berbunyi, kami pun kembali kedalam kelas dan wali kelas pun masuk


"Kita akan mengadakan uang kas 5000 perminggu."kata wali kelas


"Mahalnya !"kata Arsyad bercanda


"Hah ?! Ingat ini ya nona-nona jangan menikah dengan Arsyad ! Pelit !"kata wali kelas kami bercanda


---


Untuk Arsyad-ku


Aku ingin membencimu seperti kamu membenciku, Tapi aku tidak bisa membencimu. Lalu, Aku ingin melupakanmu, Tapi aku tidak bisa melupakanmu.

__ADS_1


Akhirnya aku memutuskan, jika aku tidak bisa membencimu maka aku akan terus mencintaimu dan jika aku tidak bisa melupakanmu maka aku akan selalu mengingatmu.


Sebenarnya aku tidak berharap banyak kau akan membalas perasaan aku. Aku hanya ingin kau tidak membenciku. Aku hanya ingin tidak mempunyai musuh.


Hanya itu keinginanku...


---


Sekarang kami sudah kelas 9 tapi tidak ada yang berubah pada diri kami. Sikap dan sifat kami masih sama seperti dulu. Mungkin cuma perasaan yang ada di hatiku dan di hati Arsyad saja yang berubah. Ya, aku semakin mencintainya dan dia semakin membenciku. Aku bilang dia membenciku karena dia selalu menatapku dengan tatapan tajam. Selalu seperti itu, sampai-sampai aku tidak berani untuk melihat kearahnya.


---


Saat kelas 9, kami sering mendapatkan jamkos dan kami mengisi jamkos itu dengan berbagai permainan. Salah satu permainan yang seringkali kami mainkan adalah Truth or Dare.


Hari ini aku memainkan permainan itu bersama Dafa, Iqbal, Aziz, Liya dan Fifi.

__ADS_1


Selama permainan berlangsung, tawa dan senyuman tak pernah lepas dari wajah kami. Namun saat giliran mereka untuk bertanya padaku seketika suasana menjadi hening.


__ADS_2